Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

5 Keinginan Saya yang Belum Tercapai


Akhirnya sampai juga di hari ke-24 blog challenge dari Blogger Perempuan Network. Dan menjelang hari-hari terakhir, pertanyaannya sangat sensitif dan bikin baper.

Alhamdulillah di usia saya kini, ada banyak sekali keinginan yang sudah tercapai, bahkan dikasih bonus Allah episode indah yang bahkan belum terbayangkan sebelumnya. Alhamdulillah!

Namun masih ada beberapa keinginan yang belum tercapai hingga di penghujung tahun 2018, yaitu:

1. Ibadah haji dan umrah.
Begitu sibuknya saya dengan dunia, dan karena sedikit kekacauan dengan hidup saya di masa lampau membuat keinginan untuk ibadah haji dan umrah malah terabaikan. Belakangan, keinginan itu kian menguat dan sering bikin baper kalau ingat sudah setua ini belum ibadah ke tanah suci.

Kalau ibadah haji mungkin sedikit mustahil untuk diwujudkan segera. Mengingat haji reguler sekarang butuh waktu tunggu 10 tahun. Ala makjang! Lama nian....

Hal yang paling masuk akal adalah ibadah umrah. Alhamdulillah, Allah sudah memberikan titik terang. Tahun 2019 nanti saya akan lebih banyak punya kesempatan untuk umrah. Insya Allah, akan saya pergunakan baik-baik kesempatan itu. Tidak lagi maju-mundur karena beragam alasan. Nah, sekarang tinggal cari uang tambahan untuk paket umrah bersama keluarga. Sesekali ibadah bareng keluarga di tanah suci. Allahumma amiin!

2. Buku saya 'mejeng' lagi di Gramedia dan toko-toko buku besar.
Entah mengapa, saya tetiba sering kehabisan waktu untuk menulis buku secara konsisten. Ide-ide berloncatan tetapi waktunya yang terbatas. Dan yah menulis buku butuh konsistensi. Sejak buku terakhir saya "Haru Biru Si Ibu Baru" mejeng di toko-toko buku besar memang belum ada lagi karya yang mejeng di sana. 

Terakhir kali menulis agak panjang ya itu novel Angin Rindu, yang sekarang saya pasang di wattpad https://www.wattpad.com/story/165654181-angin-rindu-completed 

Novel setebal lebih dari 500 halaman itu semacam catatan harian saya ketika saya berada di kampung Sukabakti. Sengaja saya pasang di wattpad biar bisa dibaca gratis dahulu, dan inline dengan blog saya ini.

Ada rencana sih menyelesaikan draft novel yang sudah terbengkalai bertahun-tahun biar segera mewujudkan mimpi, buku saya mejeng di toko-toko buku kenamaan. Aamiin.

3. Rumah idaman.
Belum kesampaian juga punya rumah yang sesuai impian saya. Inginnya rumah dengan desain unik yang pernah saya rancang sejak bertahun lalu. Dan tentu saja, Insya Allah rumah idaman yang meminimalisir riba, tidak perlu mencicil.

4. Bisa mengendarai mobil lagi.
Dahulu sebelum saya mengalami kecelakaan parah, yang membuat tangan saya terlindas mobil karena ojek yang saya tumpangi disenggol mobil yang juga melindas saya. Saya pernah mahir mengendarai mobil. Setelah kejadian itu saya lupa ingatan. 

Terakhir kali menjajal menyetir lagi sekitar 5 tahun lalu, langsung keringat dingin saat tak sengaja ada motor yang menyalip. Saya takut sekali kalau si pengendara motor bakal celaka seperti saya dahulu. Nah parahnya saya sempat hampir celaka juga karena banting stir menghindari motor yang jalan zig zag tanpa lampu sen. Mobil saya malah menabrak pohon. Haduh...

Sampai sekarang bergantung pada supir. Kalau naik ojek mesti bilang ke si abang supaya super hati-hati. Kalau drivernya mahram saya sih pasti saya pegangan kencang banget. Masih takut dan trauma.

5. Punya anak perempuan yang lucu.
Sudah lama ingin punya teman kompak di rumah. Anak perempuan yang lucu yang bisa dipakaikan hijab. 

Alhamdulillah belum berjodoh. Insya Allah suatu hari nanti dikasih kesempatan punya keluarga sakinah-mawaddah-warrahmah lengkap dengan anak perempuan. Aamiin.

Comments

  1. Duuu sy bayangin cerita kecelakaannya ngeri mba.. Tp smg trauma nyetirny sgr berlalu ya mba.. Biar bisa nyetir lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin...tapi mbak sejak ada Gocar kok saya jadi semakin males mengumpulkan keberanian. hahahahha. Salam kenal...

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya