Ketika Hijrah Menjadi Pilihan

Image
Bismillah!
Ceritanya hampir 2 minggu lalu, seorang kolega di sarang elang yang kini sudah berhijrah dan rajin mengirimi saya agenda kajian-kajian sunnah di seluruh penjuru Bintaro, BSD, dan sekitarnya mengirimi saya flyer tentang kajian hijrah yang digelar hasil kerja bareng MT Khoirotunnisa, nge-Fast, dan komunitas yukngaji!
Yang menarik dari kajian ini adalah kita semacam dibantu untuk kembali menemukan hakikat hidup yang sebenarnya sebelum berhijrah. Karena terkadang kita yang terlahir Islam menganggap sepele sebuah hakikat ke-Tauhid-an. Tahu adanya kewajiban shalat lima waktu dan ibadah lainnya, tapi tak pernah paham esensinya. Tahu kalau kita harus datang ke kajian, tapi kadang kita masih tebang pilih syariat, bahkan terkadang 'tidak berani' melangkah terlalu jauh. Tahu kalau tak ada sehelai daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Allah, tapi tetap menangis meraung-raung ketika ujian datang. 
Dan di kajian sebanyak 9 kali pertemuan ini mengulas tuntas esensi hijrah, tentang mafa…

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak


Belakangan ini, anak saya Sydney harus meminum obat puyer yang tergolong antibiotik karena penyakitnya. Pada minggu-minggu sebelumnya, ritual minum obat walaupun drama masih bisa teratasi karena jumlah obat yang masih sedikit. Ternyata penyakitnya juga belum pulih.

Setelah melewati serangkaian pemeriksaan dari rontgen, mantoux sampai tes hematologi. Ternyata leukosit Sydney cukup tinggi. Walaupun tidak demam, tetapi efeknya berat badan Sydney merosot. 

Menurut diagnosa dokter, Sydney terkena infeksi saluran pernafasan, bukan TBC. Namun Sydney terpapar lewat udara saat antibodi-nya drop. 

Alhasil kemarin kami harus mendapatkan obat yang cukup banyak. Tiga obat sirup, 3 obat puyer, yang dua-nya adalah antibiotik yang harus diminum 15 hari, tiga kali sehari. Drama pun dimulai.

Malam pertama, gagal memberikan obat, 4 kali usaha, sukses dimuntahkan. Saya 'spaneng', perpaduan antara panik karena gagal memberikan obat yang sangat penting untuk proses kesembuhan, plus ingat harga obat dan serangkaian pemeriksaan yang super mahal, dan saya single fighter. Alhasil saya malah menangis karena stress juga.

Semalaman saya tidak bisa tidur, antara harus kembali ke dokter dan minta opsi pengobatan lain. Dengan resiko obat-obat mahal itu harus dibuang. Atau cari cara minum obat puyer yang menyenangkan.

Alhamdulillah... ketemu video postingan di Youtube Channel tentang Sirplus Sirup. Sirup pemanis alami dengan rasa buah stroberi, jeruk, anggur dan melon yang bisa dijadikan pelarut aman obat puyer yang rasanya pahit. Insya Allah tidak ada efek samping.

Sirplus rasa buah ini memang berfungsi untuk menutupi rasa pahit pada obat, sehingga memudahkan anak-anak untuk meminum obat karena memiliki rasa buah yang disukai anak. Sirplus ini mengandung gula alami sehingga tidak merusak atau mempengaruhi khasiat dari obat.

Pagi-pagi buta langsung 'ngacir' ke apotik terdekat cari Sirplus. Qadarallah ada apotik 24 jam yang menyediakan Sirplus. Hanya tinggal ada rasa jeruk dan anggur. Harganya Rp 17,200, padahal harga eceran tertinggi (HET) Rp 16,500. Ya sudah tidak apa.

Dan waktunya ritual minum obat dimulai. Saya mencampurkan 1 bagian obat dengan 3 bagian sirplus sirup/granul atau secukupnya. Lalu meminumkan ke anak dengan membaca bismillah dan tangan kanan. 

Alhamdulillah! Obat sukses diminum tanpa dimuntahkan kembali. Drama minum obat puyer pun berakhir. 

Terima kasih Meprofarm, yang sudah terpikir membuat Sirplus sebagai 'dewa penolong' emak-emak yang kebingungan meminumkan obat puyer untuk anak.

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019