Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

Alasan Saya Bergabung dengan Blogger Perempuan



Sebenarnya saya mulai 'nge-blog' sudah dari tahun 2005. Tetapi saya belum pernah serius 'merawat' satu blog hingga tumbuh dan berkembang seperti kebanyakan blogger. Tulisan saya bertebaran di beberapa blog. 

Dan ketika saya sibuk mengelola sebuah media online. Otomatis tak punya waktu lagi untuk 'nge-blog'. Karena sudah terlalu sibuk posting. Kelar dari media online, juga saya masih membuat alasan klasik tidak sempat 'nge-blog'. Tetap menulis, namun hanya untuk konsumsi terbatas di notes akun Facebook yang sudah 'diprivat'.

Baru mulai terpikir untuk 'nge-blog' secara profesional. Dalam artian memiliki domain sendiri, rutin menulis, dan memperlakukannya seperti sebuah rumah di dunia maya, ya di www.anginrindu.com ini. 

Saya baru beli domain di akhir September 2018. Oktober 2018, memindahkan semua catatan harian saya dari Facebook yang ada hubungannya dengan kisah hidup saya di Kampung Sukabakti, yang kemudian saya sebut sebagai episode Angin Rindu.

Blog ini untuk mengingatkan saya bahwa episode Angin Rindu telah membantu saya menguatkan diri saya menjadi 'manusia baru' dan siap menapaki masa depan yang cerah. Ada episode Angin Rindu yang akan terus mengiringi perjalanan Rindu (karakter saya).

Saya sadar, bahwa menjadi blogger profesional tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Meskipun saya bukan anak baru di dunia kepenulisan. Menjadi blogger professional berarti rutin menulis di blog. Tak peduli, hujan badai, suka duka, 'nulis' jalan terus. Nah ini yang sulit! Makanya saya butuh partner untuk menyemangati saya. Caranya ya dengan bergabung dengan komunitas blogger.

Mengapa pilih komunitas Blogger Perempuan? Karena saya perempuan, dan saya pikir lebih mudah membangun 'chemistry' dengan perempuan-perempuan dengan passion yang sama, ketimbang dengan orang lain. 

Dan saya lihat, Blogger Perempuan lebih dari hanya sekedar kumpulan para blogger perempuan. Tetapi juga sebuah wadah tempat bara blogger perempuan belajar menjadi blogger professional yang punya visi dan misi. Tak hanya belajar, saya sebagai anggota baru juga merasa tertantang untuk ikut serta dalam setiap challenge yang digelar. Tidak hanya demi 'traffic' tapi demi semua niat untuk disiplin menulis dan meningkatkan kualitas tulisan. 

Pada akhirnya, kebahagiaan tak ternilai bagi seorang blogger adalah, tulisannya dibaca banyak orang. Rasanya lebih seru ketimbang dapat hadiah.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya