Kamu Dimana?

Image
Hari mulai senja, sambil menyeruput kopi dingin di sebuah kafe bernama Kafe Kenangan. Satu persatu kenangan akan dirimu berseliweran tanpa permisi di pelupuk mata. Senyum manis yang tersungging di wajah perpaduan Arab dan Batak, pupil mata coklat, dan bulu mata lentikmu seakan nyata di depanku. 
Kamu tahu kan, kalau aku tidak pernah menyukai kopi. Asam lambungku bisa naik bila menyesap kopi. Meski sama-sama kafein, lambungku lebih bersahabat dengan teh. Tapi sore ini, atas nama kenangan, aku ingin menyicipi kopi kegemaranmu.
Tiba-tiba, alam pikiranku mundur ke hampir 19 tahun lalu. Gadis manis berwajah Arab itu duduk tanpa kerudung di kelas yang masih sepi. Aku berbasa-basi sejenak, sebelum menyodorkan tangan kananku. "Risma..."
Kamu bingung, mata coklatmu menatapku tajam. Kemudian tersenyum dan menyambut tanganku, "Khadijah Hasibuan..."
"Oh....orang Batak?" Tanyaku sok tahu.
"Tepatnya Tapanuli Selatan..."
Dan aku ber-o ria. 
"Aku dari Jak…

Tempat Buka Puasa Favorit


Alhamdulillah sudah hari kedua bulan puasa. Hore, tinggal 28 hari lebaran! Pasti langsung disorakin rame-rame.
"woy masih lama!"

Insya Allah, kita diberi umur, iman islam dan kekuatan menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan hingga lebaran nanti ya. 

Tempat buka puasa favorit saya sepanjang bulan Ramadhan adalah di rumah, bersama keluarga besar, dan memakan masakan rumahan buatan tangan emak tersayang. Meskipun menu bukaannya mungkin sederhana dan tidak bisa dibandingkan 'apple to apple' dengan di restoran atau mall, tapi tetap terasa istimewa. 

Ada nilai kebersamaan yang terlalu berharga untuk dibandingkan dengan berbuka dengan orang lain meski di restoran mewah dan nge-hits se-jagat raya. Dan yang paling penting tidak perlu ada drama antri di restoran yang dituju karena belum booking, tak perlu susah mencari tempat shalat, dan tak perlu terburu-buru makan karena sudah ditunggu pengunjung lain. 

Pada dasarnya kalau tidak terpaksa, saya menghindari berbuka puasa di restoran atau mall sepanjang bulan puasa. Terkadang saya tidak terpikir mau berbuka di mana sehari atau beberapa jam sebelumnya, jadi tidak terpikir untuk booking restoran. Mungkin kalau berbuka bersama kolega masih terpikir untuk 'booking', kalau untuk sendiri? Atau sekeluarga inti, rada malas kalau 'bela-belain' booking sebelum waktunya. Itu berarti harus siap drama antri di depan restoran 2 jam sebelumnya. 

Kalau misalkan  terpaksa harus menghadiri acara berbuka bersama teman di mall, saya pilih yang dekat masjid atau punya mushollah dalam mall yang nyaman. Jadi saya akan datang menjelang maghrib untuk langsung ke mushollah atau masjid, toh saya teman yang lain pasti sudah mem-booking tempat. 

Saat azan berbunyi, langsung berbuka dengan ta'jil yang disediakan pihak masjid atau mushollah secukupnya. Kemudian langsung shalat setelah berwudhu. Setelah kelar shalat, baru meluncur ke tempat janjian berbuka puasa bareng. Sampai sana bisa langsung makan dengan tenang dan nyaman tanpa harus terburu-buru karena belum shalat maghrib. 

Dari pengalaman saya ikut acara buka puasa bersama selama bertahun-tahun. Banyak di antara mereka yang berpuasa dan berbuka puasa bersama di mall atau restoran, malah akhirnya meninggalkan shalat maghrib. Karena biasanya waktu mereka selesai makan, ada ratusan orang lain yang juga selesai makan dan baru terpikir shalat maghrib yang 'mepet' waktu isya. Jadi antri banget. Akhirnya malas. Beruntung beberapa masih ingat dosa dan pahala, makanya tetap antri, walau akhirnya adzan Isya datang duluan, mereka pun 'menggabung' shalat maghrib dan isya jadi satu meski tidak dalam perjalanan jauh. Ya tidak apa, ketimbang tidak shalat.

Sebetulnya tidak penting dimana kita berbuka, mau di rumah, mall,  masjid atau di kendaraan. Yang penting saat adzan maghrib datang, kita harus segera membatalkan puasa, setidaknya dengan meminum air atau kurma. 

Berdasarkan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam,"Orang-orang senantiasa dalam kebaikan selagi mensegerakan berbuka."(HR. Bukhari, no. 1957 dan Muslim, no. 1098).
Jadi mau berbuka puasa dimana hari ini? Saya sih di rumah saja, kalau bisa sampai rumah sebelum maghrib. Kalau tidak ya buka di jalan, tetapi tetap menyisakan ruang perut untuk menyantap makanan rumahan di rumah saya bersama keluarga. 

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset