Kamu Dimana?

Image
Hari mulai senja, sambil menyeruput kopi dingin di sebuah kafe bernama Kafe Kenangan. Satu persatu kenangan akan dirimu berseliweran tanpa permisi di pelupuk mata. Senyum manis yang tersungging di wajah perpaduan Arab dan Batak, pupil mata coklat, dan bulu mata lentikmu seakan nyata di depanku. 
Kamu tahu kan, kalau aku tidak pernah menyukai kopi. Asam lambungku bisa naik bila menyesap kopi. Meski sama-sama kafein, lambungku lebih bersahabat dengan teh. Tapi sore ini, atas nama kenangan, aku ingin menyicipi kopi kegemaranmu.
Tiba-tiba, alam pikiranku mundur ke hampir 19 tahun lalu. Gadis manis berwajah Arab itu duduk tanpa kerudung di kelas yang masih sepi. Aku berbasa-basi sejenak, sebelum menyodorkan tangan kananku. "Risma..."
Kamu bingung, mata coklatmu menatapku tajam. Kemudian tersenyum dan menyambut tanganku, "Khadijah Hasibuan..."
"Oh....orang Batak?" Tanyaku sok tahu.
"Tepatnya Tapanuli Selatan..."
Dan aku ber-o ria. 
"Aku dari Jak…

Sikat Gigi Saat Puasa?


Makan dan minum atau memasukkan sesuatu ke dalam tubuh (jauf) melalui tujuh lubang yang dimiliki manusia menjadi salah satu hal yang bisa membatalkan puasa. Namun, bagaimana jika menyikat gigi saat berpuasa? Apakah ini juga bisa membatalkan puasa?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ
Seandainya tidak memberatkan umatku niscaya akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu.” (Hadits
Sebagian ulama seperti ulama Malikiyah dan Asy-Sya’bi memakruhkan siwak basah karena memiliki rasa. Disebutkan Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, Ibnu Sirin berkata, “Tidak masalah menggunakan siwak basah.” Ada yang mengatakan, “Siwak basah memiliki rasa.” Ibnu Sirin menyanggah, “Air juga memiliki rasa, namun masih dibolehkan berkumur-kumur dengan air.”
Diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah, Ibnu ‘Umar juga berpendapat bahwa tidak mengapa menggunakan siwak yang basah maupun yang kering.

Kalau kita melihat dari perkataan ulama masa silam, menyikat gigi tidak membatalkan puasa asalkan tidak ada pasta atau sesuatu yang masuk dalam rongga tubuh atau perut. Jangan jadi alasan Anda tidak menyikat gigi pada bulan bulan puasa karena takut batal! Bisa dibayangkan betapa baunya mulut Anda  saat berpuasa.

Demi kehati-hatian, Anda bisa saja menyikat gigi sepuasnya dengan pasta lengkap dengan cairan pembersih mulut sesaat sebelum azan Subuh. Sedang untuk siang harinya, Anda cukup menyikat gigi dengan siwak atau tanpa pasta gigi sebelum berwudhu untuk shalat Dzuhur dan Ashar. Dan usahakan jangan menelan air kumur. Selamat berpuasa!



Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset