Kamu Dimana?

Image
Hari mulai senja, sambil menyeruput kopi dingin di sebuah kafe bernama Kafe Kenangan. Satu persatu kenangan akan dirimu berseliweran tanpa permisi di pelupuk mata. Senyum manis yang tersungging di wajah perpaduan Arab dan Batak, pupil mata coklat, dan bulu mata lentikmu seakan nyata di depanku. 
Kamu tahu kan, kalau aku tidak pernah menyukai kopi. Asam lambungku bisa naik bila menyesap kopi. Meski sama-sama kafein, lambungku lebih bersahabat dengan teh. Tapi sore ini, atas nama kenangan, aku ingin menyicipi kopi kegemaranmu.
Tiba-tiba, alam pikiranku mundur ke hampir 19 tahun lalu. Gadis manis berwajah Arab itu duduk tanpa kerudung di kelas yang masih sepi. Aku berbasa-basi sejenak, sebelum menyodorkan tangan kananku. "Risma..."
Kamu bingung, mata coklatmu menatapku tajam. Kemudian tersenyum dan menyambut tanganku, "Khadijah Hasibuan..."
"Oh....orang Batak?" Tanyaku sok tahu.
"Tepatnya Tapanuli Selatan..."
Dan aku ber-o ria. 
"Aku dari Jak…

Godaan Promo Belanja Online


Saya termasuk orang yang betah berjam-jam menatap layar demi 'hunting' barang di toko online. Biasanya saya curi waktu di malam hari saat sunyi, atau saat 'gabut' tak jelas di siang hari hanya untuk cuci mata alias window shopping di dunia maya. 

Sensasinya sama saja dengan window shopping di dunia nyata. Hanya saja ini tidak perlu capek dan modal uang untuk transportasi dan makan. Keduanya sama-sama bisa bikin lupa waktu, saking serunya.

Sama halnya window shopping di dunia nyata. Window shopping di dunia maya juga tidak selalu berujung transaksi. Namun bedanya, resiko kerugian 'dompet jebol' saat belanja online lebih sedikit ketimbang offline. Pergi ke mall, walau akhirnya kita tak mendapatkan barang yang kita incar, uang tetap habis untuk makan, bensin, dan kadang tergoda membeli barang lain yang lebih mahal.

Kalau dipikir, belanja online itu lebih hemat. Pada harga barang yang sama dengan toko offline, biaya minus akomodasi. Apalagi ditambah dengan promo diskon yang terkadang gila-gilaan.  Dan saya termasuk perempuan 'modis' atau 'modal diskon'. Dasar perempuan, diskon cuma 10 % saja rasanya sudah berharga sekali. 

Saya tahu kapan saat-saat marketplace favorit saya menggelar pesta diskon. Terkadang saya catat, termasuk kode-kode untuk mendapatkan diskon. Meskipun hanya free ongkos kirim kok kayaknya tetap seru. 

Jadi urutannya kalau saya sedang mengincar suatu barang, maka saya harus survey harga dulu di dunia maya, termasuk promo diskonnya. Kalau sudah, saya terkadang menyempatkan diri untuk cek harga mall saat saya ada keperluan di mall tersebut. Mana yang lebih murah? Kalau online lebih murah, ya langsung cuzz belanja online.

Memang tak semua barang belanja online sih. Untuk produk pakaian, sepatu terutama yang mereknya tak jelas atau produk KW saya menghindari membeli online. Sering kecewa!

Tapi kalau hanya produk yang tak perlu cek ukuran atau bahan, dan sudah jelas bahannya sih, lebih baik online. Saya dari sabun mandi, popok anak dan laptop juga beli online. Memang lebih murah! Sekalipun belanja online terkadang masih pakai ongkos kirim, tetapi ya tetap lebih murah. 

Pernah keburu nafsu membeli kosmetik di ritel resmi di mall, tanpa survey terlebih dahulu di online. Ternyata di Sociolla menjual kosmetik serupa dengan diskon 30-50% dan itu asli. Rasanya 'nyesek'!

Jelang lebaran, biasanya saya juga hunting untuk kado lebaran lewat online. Nah, kira-kira marketplace mana yang sedang menggelar promo belanja online nih?

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset