Kamu Dimana?

Image
Hari mulai senja, sambil menyeruput kopi dingin di sebuah kafe bernama Kafe Kenangan. Satu persatu kenangan akan dirimu berseliweran tanpa permisi di pelupuk mata. Senyum manis yang tersungging di wajah perpaduan Arab dan Batak, pupil mata coklat, dan bulu mata lentikmu seakan nyata di depanku. 
Kamu tahu kan, kalau aku tidak pernah menyukai kopi. Asam lambungku bisa naik bila menyesap kopi. Meski sama-sama kafein, lambungku lebih bersahabat dengan teh. Tapi sore ini, atas nama kenangan, aku ingin menyicipi kopi kegemaranmu.
Tiba-tiba, alam pikiranku mundur ke hampir 19 tahun lalu. Gadis manis berwajah Arab itu duduk tanpa kerudung di kelas yang masih sepi. Aku berbasa-basi sejenak, sebelum menyodorkan tangan kananku. "Risma..."
Kamu bingung, mata coklatmu menatapku tajam. Kemudian tersenyum dan menyambut tanganku, "Khadijah Hasibuan..."
"Oh....orang Batak?" Tanyaku sok tahu.
"Tepatnya Tapanuli Selatan..."
Dan aku ber-o ria. 
"Aku dari Jak…

#AyoHijrah Bersama Bank Muamalat



Kata alim ulama, hidayah itu sejatinya dijemput, bukan ditunggu. Allah punya segala macam cara dan segala macam perantara untuk menyadarkan hamba pilihan-Nya.

Ada orang yang begitu mudahnya menjemput hidayah. Ada orang yang butuh diberi musibah dahulu baru sadar kalau itu adalah salah satu sinyal hidayah.

Biasanya sebelum mendapat hidayah, seseorang perlu melewati perjalanan spiritual yang cukup panjang. Mengharu-biru, hingga yakin benar untuk hijrah. Dan bila akhirnya suatu hari dia kembali mengingkari hidayah yang pernah didapat dan malah kembali menjadi lebih futur dari sebelumnya. Itu bukan semata-mata karena takdir tetapi karena  dia tak cukup gigih mempertahankan keistiqomahannya dalam berhijrah. Sama seperti tanaman, hidayah juga perlu disiram dan dipupuk agar tidak layu dan mati di kemudian hari.

Makanya sejak saya memutuskan untuk hijrah sejak hampir 4 tahun. Saya berupaya lebih keras agar hidayah berharga yang saya dapat dengan susah payah ini tidak terlepas begitu saja. Segala cara saya lakukan, dari menjaga agar tidak ada barang haram sedikitpun yang masuk ke dalam darah saya, belajar berhijab dengan benar, rajin ikut kajian, serius belajar dan menghafal Quran, berteman dengan orang-orang sholeh-sholehah, bahkan saya juga mengajar Quran agar saya selalu semangat memperbaiki diri.

Saya tak lupa berdoa, “Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik” yang artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.” Karena saya takut sekali kalau Allah kembali membalikkan hati saya menjadi seperti sebelum hijrah. Apalagi saya melihat, satu persatu teman yang dahulu sempat menjadi inspirasi hijrah malah putar haluan akibat ujian hidup yang mendera.

Jalan hijrah yang saya tempuh pun tidak mudah. Banyak aral melintang, bahkan saya kehilangan banyak hal termasuk orang terdekat. Saya jatuh bangun memunguti serpihan semangat untuk tetap berjalan tegak dalam berhijrah. Di saat saya nyaris putus asa, di sela-sela ayat-ayat yang saya lantunkan sambil menangis, saya bilang, “Allah…Kau boleh ambil semua milikku. Tapi tolong jangan biarkan hamba putar haluan dari jalan hijrah!”.

Hijrah secara kaffah memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada jalan panjang menuju hijrah. Dan tentu saja perjalanan 1000 langkah hijrah dimulai dari 1 langkah pertama. Setelah ada niat berhijrah, makal mulailah bergerilya dengan memulai langkah-langkah kecil untuk berhijrah sebelum berlari kencang.

Ini mirip seperti kampanye #AyoHijrah Bank Muamalat yang  pertama kali diluncurkan pada 8 Oktober 2018 di Jakarta. Konsep berhijrah itu sederhana dan bisa dimulai dengan hal-hal kecil. Seperti membiasakan diri agar semua yang masuk ke dalam darah hanyalah makanan dan minuman halal. Tak hanya halal jenisnya tetapi juga halal sumbernya.

Karena sejatinya konsep berhijrah meliputi tiga hal, diantaranya memulai, melengkapi dan menyempurnakan (kaffah). Hal tersebut dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana tidak hanya berhijrah untuk ibadah tapi juga dalam penggunaan layanan keuangan yang sesuai dengan syariat.
Hijrah punya makna yang luas. Bagi yang belum berhijrah, kampanye ini bisa jadi momentum untuk memulai, dan bagi yang sudah memulai berhijrah agar dapat melengkapi serta menyempurnakan diri dengan ajaran yang sesuai syariat.

Sebagai bank syariah pertama di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1991, Bank Muamalat memang berkomitmen untuk  berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui gerakan ini. Saat ini Bank Muamalat berkontribusi terhadap 15% pangsa pasar bank syariah secara nasional.
Bank Muamalat dinobatkan sebagai bank syariah terbaik di Indonesia versi majalah finansial terkemuka di New York, Global Finance, pada Annual Meeting IMF World Bank 2018. Sebagai bank syariah, Bank Muamalat memastikan tidak ada unsur riba dalam pengelolaan uang nasabah seperti pada bank konvensional.


Tidak ada prinsip bunga atau interest pada Bank Muamalat, adanya pinsip bagi hasil baik itu mudharabah atau musyarakah. Berbeda dengan prinsip bunga bank konvensional, penentuan besarnya rasio bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung rugi. Semakin besar keuntungan yang diperoleh bank syariah maka rasio bagi hasil yang diterima nasabah juga semakin besar.

Bank Muamalat memiliki 276 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia dengan 1,5 juta nasabah. Jaringan tersebut didukung oleh 103 mobile branches dan 710 ATM.

Semenjak kampanye #AyoHijrah digaungkan, Bank Muamalat Indonesia pun hijrah dengan merubah nama-nama produknya. Tak hanya merubah nama, Bank Muamalat juga berkomitmen ingin memberikan layanan yang jauh lebih berkah untuk nasabah dan masyarakat.



Ada setidaknya delapan produk Bank Syariah Muamalah yang bisa dipilih untuk menyempurnakan hijrah kita, yaitu:
  •     Tabungan iB Hijrah, produk tabungan dengan kartu Shar-E Debit berlogo Visa Plus dengan berbagai macam program subsidi belanja di merchant lokal dan luar negeri. Layanan lainnya yang bisa dinikmati itu adalah realtime transfer, isi ulang prabayar, bayar - bayar tagihan listrik, kartu pasca bayar, beli tiket sampai pembayaran  Zakat, Infaq dan shadaqah bisa melalui mobile banking atau internet banking.
  •    Tabungan iB Hijrah Haji dan Umrah. Bank Muamalat adalah  salah satu Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) yang sudah terdaftar di SISKOHAT kementerian Agama RI. Jadi Insya Allah ibadah Haji dan Umrah bersama Bank Muamalat jadi lebih nyaman dan barokah.
  •    Tabungan iB Hijrah Rencana, merupakan mitra terpercaya dan barokah untuk perencanaan keuangan syariah jangka panjang, baik perencanaan pendidikan anak, pernikahan dan perencanaan keuangan lainnya di masa depan. Setoran bulanannya mulai dari 100ribu saja.
  •    Tabungan iB Hijrah Prima. Tabungan untuk para pengusaha muslim yang menginginkan kemudahan dalam bertransaksi bisnis berlandaskan syariah sekaligus berinvestasi. Dilengkapi dengan nisbah bagi hasil yang kompetitif, Insya Allah tak hanya menguntungkan, tetapi juga lebih berkah.
  •     Tabungan iB Hijrah Prima Berhadiah, tabungan iB Hijrah Prima Plus hadiah yang Insya Allah berkah.
  •    Deposito iB Hijrah. Deposito dengan sistem syariah dalam mata uang rupiah  atau dolar Amerika yang fleksibel dan memberikan hasil investasi yang optimal untuk nasabah.
  •   Giro iB Hijrah. Produk giro yang basisnya akad wadiah, memberikan kenyamanan dan kemudahan untuk nasabahnya dalam melakukan transaksi keuangan. Sarana paling tepat untuk memenuhi transaksi bisnis nasabah non perorangan yang didukung oleh fasilitas cash management.
  •    Pembiayaan Rumah iB Hijrah, cocok untuk Anda yang menginginkan pembiayaan kredit rumah dengan Angsuran Super Ringan dan Fix and Fix namun tetap memegang prinsip syariah untuk keberkahan hidup.

Alhamdulillah, setidaknya kini saya tahu kemana saya harus mempercayakan perencanaan keuangan saya dalam proses hijrah ini. Insya Allah, saya akan menyempurnakan hijrah saya bersama Bank Muamalat. 

Bagi Anda yang ingin memulai berhijrah menggunakan layanan keuangan syariah Bank Muamalat. Infonya bisa didapat di sini.

Facebook : BankMuamalatIndonesia
Instagram : Bank.Muamalat
Twitter : BankMuamalat
Youtube : Bank Muamalat

Tunggu apalagi? #AyoHijrah Bersama Bank Muamalat.

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset