Patah Hati Karena Allah

Image
“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

Perpisahan bagi sebuah pasangan menikah seringkali menyisakan luka bagi yang merasakan. Sekaligus meninggalkan tanda-tanya bagi orang-orang di sekelilingnya. Bagi yang tidak tahu akan langsung berprasangka buruk,
"kok bisa?" "Pasti dia kurang sabar... namanya menikah pasti ada perseteruan, pintar-pintarnya kita saja mempertahankan." "Mempertahankan rumah tangga saja tidak bisa pake ngatur orang..."
Apalagi, rumah tangga yang berpisah itu adalah rumah tangga yang menurut kita 'panutan', alias hampir gak mungkin bercerai karena kualitas agamanya yang hampir tidak mungkin untuk bercerai untuk hal yang sepele atau tidak syar'i. Seperti kasus berikut ini.
Suatu hari saya mendengar kabar bahagia dari salah seorang hafiz Quran belia yang mempersunting gadis be…

Wajah Baru Pasar Mayestik



Bagi Anda warga Jakarta dan sekitarnya, siapa yang tak kenal Pasar Mayestik? Pasar legendaris yang menjadi salah satu icon kota Jakarta untuk berburu bahan dan aksesoris pakaian terutama bagi para penjahit profesional. 

Pasar yang terletak di Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru dekat pasar barang bekas Taman Puring ini konon sudah ada   sejak 1950-an, namun Pasar Mayestik baru diresmikan pada 1981. Pada 1960-an, menurut sahibul hikayat, Nomo Koeswoyo (salah seorang anggota Koes Bersaudara dan ayah Chicha Koeswoyo ) pernah menjadi “jagoan” di kawasan ini.

Konon asal mula nama Pasar Mayestik ini berasal dari sebuah bioskop bernama Majestic yang ada di wilayah itu zaman dahulu. Maklum saja, dahulu Kebayoran adalah salah satu pemukiman elit yang sudah ada sejak zaman Belanda. Dan bioskop adalah salah satu yang wajib ada di sekitar pemukiman elit zaman dahulu. Sekarang tidak ada sisa-sisa bioskopnya. 

Dahulu saat saya masih kecil, ibuk sering sekali mengajak saya ke pasar ini, entah untuk berburu bahan pakaian atau baju lebaran. Sepulang belanja, jajan sebentar di emperan dekat Esa Genangku. Atau berburu camilan sebentar di swalayan milik Khong Guan. 

Saya rasa hampir belasan tahun saya tidak mampir ke Pasar Mayestik. Bahkan Pasar Mayestik tidak pernah masuk dalam list kunjungan nge-mal. Untuk apa? Saya juga bukan tipe yang doyan menjahitkan baju. Maka ingatan saya akan Pasar Mayestik masih berupa pasar setengah kumuh.

Saya baru tahu kalau Pasar Mayestik sudah dirombak total, ya beberapa hari ini. Saat saya akhirnya punya waktu 'jalan' lagi . Saya sampai terkagum-kagum sekaligus kecewa karena saya hampir tidak mengenali lagi wajah Pasar Mayestik. Lebih mirip sebuah mall atau ITC ketimbang sebuah pasar.

Dan lebih kagetnya lagi, kalau ternyata bangunan baru Pasar Mayestik sudah diresmikan sejak bulan Juni 2012. Sekarang ini, Pasar Mayestik terdiri dari 10 lantai , dengan masing – masing lantai memiliki bagian yang berbeda. Ada lantai khusus tekstil dan aksesorisnya, kebaya, bahkan lantai khusus penjahit profesional. Wow! Kemana saja saya selama ini?

Ingin punya pakaian keren yang tidak pasaran, cobalah mampir di toko tekstil yang berjajar di Pasar Mayestik. Saya biasa menyambangi toko Fancy dahulu, sebelum ke toko Mumbay dan lainnya. Anda bakal menemukan bahan-bahan premium yang biasa 'nangkring' di butik mahal dengan harga miring. Asal Anda punya rekanan tukang jahit profesional, bahan premium berharga murah tadi bisa disulap menjadi baju butik mahal. 

Lelah berbelanja, mampirlah di gerobak jajanan khas Pasar Mayestik baik yang masih di luar atau sudah masuk mal. Pasar Mayestik masih punya jajanan kue rangi, kue ape, cincau, es cendol dan jajanan tradisional lainnya loh.

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset