Bedak Wardah Pilihanku

Image
Saya memang bukan tipe orang yang suka memoles diri di depan kaca. Tapi sebagai perempuan, pasti punya perlengkapan dandan sederhana, salah satunya bedak. Untuk orang seperti saya yang sering lupa dan malas pakai krim skincare bahkan suka malas mandi kalau tidak perlu. Maka bedak two cake adalah solusi praktis untuk menyulap wajah yang 'kucel' jadi sedikit kinclong.
Bagi muslimah, pilih kosmetik juga aturan mainnya. Aturan pertama tentu saja, kita harus memastikan kalau kosmetik yang kita pakai terbuat dari bahan yang terjamin kehalalannya. Beruntung saya menemukan kosmetika Wardah yang merupakan pioner produk halal di Indonesia.
Untuk bedak saya memilih Exclusive Two Way Cake Wardah. Bedak yang saya gunakan ini walau katanya exclusive alias untuk make up 'berat'. Teksturnya halus sekali, lembut di kulit dan tahan lama. Bagusnya lagi bedak ini tidak mengandung bahan yang bersifat comedogenic yang artinya bila digunakan tidak akan menyumbat pori-pori dan tidak menimbulkan…

Wajah Baru Pasar Mayestik



Bagi Anda warga Jakarta dan sekitarnya, siapa yang tak kenal Pasar Mayestik? Pasar legendaris yang menjadi salah satu icon kota Jakarta untuk berburu bahan dan aksesoris pakaian terutama bagi para penjahit profesional. 

Pasar yang terletak di Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru dekat pasar barang bekas Taman Puring ini konon sudah ada   sejak 1950-an, namun Pasar Mayestik baru diresmikan pada 1981. Pada 1960-an, menurut sahibul hikayat, Nomo Koeswoyo (salah seorang anggota Koes Bersaudara dan ayah Chicha Koeswoyo ) pernah menjadi “jagoan” di kawasan ini.

Konon asal mula nama Pasar Mayestik ini berasal dari sebuah bioskop bernama Majestic yang ada di wilayah itu zaman dahulu. Maklum saja, dahulu Kebayoran adalah salah satu pemukiman elit yang sudah ada sejak zaman Belanda. Dan bioskop adalah salah satu yang wajib ada di sekitar pemukiman elit zaman dahulu. Sekarang tidak ada sisa-sisa bioskopnya. 

Dahulu saat saya masih kecil, ibuk sering sekali mengajak saya ke pasar ini, entah untuk berburu bahan pakaian atau baju lebaran. Sepulang belanja, jajan sebentar di emperan dekat Esa Genangku. Atau berburu camilan sebentar di swalayan milik Khong Guan. 

Saya rasa hampir belasan tahun saya tidak mampir ke Pasar Mayestik. Bahkan Pasar Mayestik tidak pernah masuk dalam list kunjungan nge-mal. Untuk apa? Saya juga bukan tipe yang doyan menjahitkan baju. Maka ingatan saya akan Pasar Mayestik masih berupa pasar setengah kumuh.

Saya baru tahu kalau Pasar Mayestik sudah dirombak total, ya beberapa hari ini. Saat saya akhirnya punya waktu 'jalan' lagi . Saya sampai terkagum-kagum sekaligus kecewa karena saya hampir tidak mengenali lagi wajah Pasar Mayestik. Lebih mirip sebuah mall atau ITC ketimbang sebuah pasar.

Dan lebih kagetnya lagi, kalau ternyata bangunan baru Pasar Mayestik sudah diresmikan sejak bulan Juni 2012. Sekarang ini, Pasar Mayestik terdiri dari 10 lantai , dengan masing – masing lantai memiliki bagian yang berbeda. Ada lantai khusus tekstil dan aksesorisnya, kebaya, bahkan lantai khusus penjahit profesional. Wow! Kemana saja saya selama ini?

Ingin punya pakaian keren yang tidak pasaran, cobalah mampir di toko tekstil yang berjajar di Pasar Mayestik. Saya biasa menyambangi toko Fancy dahulu, sebelum ke toko Mumbay dan lainnya. Anda bakal menemukan bahan-bahan premium yang biasa 'nangkring' di butik mahal dengan harga miring. Asal Anda punya rekanan tukang jahit profesional, bahan premium berharga murah tadi bisa disulap menjadi baju butik mahal. 

Lelah berbelanja, mampirlah di gerobak jajanan khas Pasar Mayestik baik yang masih di luar atau sudah masuk mal. Pasar Mayestik masih punya jajanan kue rangi, kue ape, cincau, es cendol dan jajanan tradisional lainnya loh.

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset