Ketika Hijrah Menjadi Pilihan

Image
Bismillah!
Ceritanya hampir 2 minggu lalu, seorang kolega di sarang elang yang kini sudah berhijrah dan rajin mengirimi saya agenda kajian-kajian sunnah di seluruh penjuru Bintaro, BSD, dan sekitarnya mengirimi saya flyer tentang kajian hijrah yang digelar hasil kerja bareng MT Khoirotunnisa, nge-Fast, dan komunitas yukngaji!
Yang menarik dari kajian ini adalah kita semacam dibantu untuk kembali menemukan hakikat hidup yang sebenarnya sebelum berhijrah. Karena terkadang kita yang terlahir Islam menganggap sepele sebuah hakikat ke-Tauhid-an. Tahu adanya kewajiban shalat lima waktu dan ibadah lainnya, tapi tak pernah paham esensinya. Tahu kalau kita harus datang ke kajian, tapi kadang kita masih tebang pilih syariat, bahkan terkadang 'tidak berani' melangkah terlalu jauh. Tahu kalau tak ada sehelai daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Allah, tapi tetap menangis meraung-raung ketika ujian datang. 
Dan di kajian sebanyak 9 kali pertemuan ini mengulas tuntas esensi hijrah, tentang mafa…

Surah Al Kahfi dan Dajjal


Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)

Di kehidupan saya yang lampau, saya hampir tidak pernah terpikir untuk menghafal surah Al Kahfi. Bahkan ketika saya akhirnya tahu bahwa membaca Al Kahfi di hari Jumat itu sunnah. Saya belum terbersit untuk menghafal Surah Al Kahfi yang cukup panjang dan ayatnya rada kurang familiar.

Alhamdulillah, hidayah Allah datang juga. Saya pun akhirnya menghafalnya. Belakangan, saya baru tahu bahwa Surah Al Kahfi ternyata memiliki makna yang lebih mendalam. Bukan hanya di dalamnya terdapat kisah Ashabul Kahfi. Juga karena Surah Al Kahfi itu merupakan salah satu surah penting yang bisa menangkal Dajjal. Lalu apa itu Dajjal?


Dari beberapa hadis tentang Dajjal, banyak para ulama berbeda pemahaman. Ada yang berpendapat keberadaannya benar adanya dan ia sebagaimana bentuk dan sifatnya. Ia mampu menghidupkan orang yang telah dibunuhnya, buta dan seterusnya. Ia adalah pribadi yang diilustrasikan dalam hadis nabi. Pendapat ini dijelaskan oleh an-Nawawi dalam Syarh Muslim. Dajjal adalah personal (syakhsun bi ‘ainihi).

Secara terminologis, Dajjal diartikan sebagai orang yang menutupi sesautu. Karena ia disebut dalam hadis sebagai A’war. Ia dianggap telah menutupi kebenaran, dan orang yang paling berdusta. Pemaknaan literal seperti ini pernah terjadi dalam sejarah Islam. Para pendusta atas nama agama, sering disebut sebagai Kadzzab, Dajjal.

Imam Malik bin Anas, salah seorang Ahli Fikih dan Ahli Hadis abad 2 H pernah men-jarh­ salah seorang perawi hadis yang sering berdusta atas nama hadis nabi. Karena ia sering meriwayatkan hadis dengan dusta pada nabi. Ia di-jarh dengan Dajjal.

Ada yang berpendapat bahwa ia ada, akan tetapi wujudnya belum bisa dipastikan. Pendapat ini diperkuat oleh Badruddin al-‘Aini dalam Syarh Sunan Abi Daud, bahwa identifikasi fisik Dajjal dalam hadis Nabi merupakan tamsil atas meninggi dan meningkatnya kejahatan, kerusakan di bumi.

Pemahaman ini didapatkan dari pernyataan ulama Sunni,bahwa Dajjal adalah fitnah terbesar umat Islam. Jika agama Islam membawa rahmat dan kasihs ayang, maka Dajjal hanya akan muncul jika tidak ada lagi kasih sayang di antar umat manusia. Sebagaiman ini implementasi dari Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin. Sebagai mana juga fungsi agama sebagai pembawa kebajikan di antara umat manusia.
Penafsiran ini sedikit banyak beririsan dengan pandangan Mu’tazilah. Bagi Mu’tazilah, Dajjal yang digambarkan dalam hadis Nabi, ditafsirkan tidak secara literal, karena ia bukan personal. Akan tetapi, ia adalah karakter utama dari keburukan dan kejahatan itu sendiri.
Jika kita telusuri lebih jauh, narasi tentang dajjal tidak saja berada dalam Islam. Ia memiliki banyak versi. Dalam banyak literatur, selain ia dinisbatkan sebagai tanda bagi akhir dari dunia. Kemampuannya untuk memanipulasi pandangan kasat mata orang-orang, menunjukkan tidak ada lagi peran agama dan kebaikan pada waktu itu.
Dajjal bisa saja tontonan, musik yang menyesatkan dan melenakan, membuat muslim tak suka menjadi muslim yang sesungguhnya. Dajjal bisa juga makhluk yang menyeramkan yang akan datang di hari akhir. 
Selain mempertebal keimanan kepada Allah Subhanahu Wata'ala, dan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Menghafal surah Al Kahfi adalah salah satu cara menghadang fitnah Dajjal. 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk membaca awal-awal surat Al Kahfi agar terlindung dari fitnah Dajjal. Dalam riwayat lain disebutkan akhir-akhir surat Al Kahfi yang dibaca. Intinya, surat Al Kahfi yang dibaca bisa awal atau akhir surat. Dan yang lebih sempurna adalah menghafal seluruh ayat dari surat tersebut.
Dari Abu Darda’, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ
Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al Kahfi, maka ia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal” (HR. Muslim no. 809).
Dalam satu ceramah agama dari ustadz yang Insya Allah terpercaya, dia bahkan menguraikan sebuah kisah. Konon saat Dajjal sudah memasuki kota kita, Dajjal tidak akan menyentuh rumah yang di dalamnya hafal surah Al Kahfi. Allah akan memberikan perisai di rumah itu. 
Ingat saat hari akhir datang, menurut suatu riwayat tulisan arab di Al Quran sudah hilang. Sudah telat untuk membaca apalagi menghafal. 
Dan di ayat ke-10 Surah Al Kahfi ada doa penting yang dianjurkan untuk dihafal:
رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
“Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (Sura Al-Kahf, Ayah 10)
Dari maknanya saja sangat mengena. Bagaimana kita memohon kepada Sang Pencipta petunjuk yang lurus dan rahmat dalam aktifitas / urusan kita. Sehingga, setiap jengkal langkah dan keputusan yang kita ambil, Insyaallah merupakan yang terbaik dari-Nya.

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak