Ketika Hijrah Menjadi Pilihan

Image
Bismillah!
Ceritanya hampir 2 minggu lalu, seorang kolega di sarang elang yang kini sudah berhijrah dan rajin mengirimi saya agenda kajian-kajian sunnah di seluruh penjuru Bintaro, BSD, dan sekitarnya mengirimi saya flyer tentang kajian hijrah yang digelar hasil kerja bareng MT Khoirotunnisa, nge-Fast, dan komunitas yukngaji!
Yang menarik dari kajian ini adalah kita semacam dibantu untuk kembali menemukan hakikat hidup yang sebenarnya sebelum berhijrah. Karena terkadang kita yang terlahir Islam menganggap sepele sebuah hakikat ke-Tauhid-an. Tahu adanya kewajiban shalat lima waktu dan ibadah lainnya, tapi tak pernah paham esensinya. Tahu kalau kita harus datang ke kajian, tapi kadang kita masih tebang pilih syariat, bahkan terkadang 'tidak berani' melangkah terlalu jauh. Tahu kalau tak ada sehelai daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Allah, tapi tetap menangis meraung-raung ketika ujian datang. 
Dan di kajian sebanyak 9 kali pertemuan ini mengulas tuntas esensi hijrah, tentang mafa…

Strategi Marketing 'Zaman Now'

Dalam sebuah perusahaan penjualan adalah hal yang paling penting. Kesuksesan sebuah perusahaan dapat diukur dengan seberapa banyak keuntungan dan barang yang dapat dijual di pasaran. 

Butuh strategi marketing yang tepat untuk merebut pangsa pasar di 'zaman now', dimana media sosial memiliki peranan sangat penting dalam saluran 'mouth to mouth marketing'. Semua orang punya smartphone dengan koneksi internet yang memudahkan siapa saja mengunggah foto atau curcolan konsumen tentang suatu produk atau jasa yang mereka konsumsi.

Banyak perusahaan yang berlomba-lomba memviralkan barang dagangannya dengan cara yang 'anti-mainstream', dengan harapan mampu menggaet lebih banyak konsumen. 

Malam minggu kemarin saya menyambangi mall dekat rumah, Bintaro Exchange Mall. Tetiba mata saya tertumbuk pada sebuah pemandangan yang tidak biasa di salah satu toko dekat eskalator lantai ground floor, persis sebelah Fun World. Toko itu tertutup rapat, tak ada plang nama, hanya ada standing banner bertuliskan "Discount up to 80%" untuk aneka sepatu branded. Dan ada banyak sekali orang yang antri berjajar di depan toko seperti menunggu sesuatu.

Sebegitu antrinya, sampai orang akan berhenti mengamati pemandangan itu dan akhirnya malah ikut mengantri. Sebenarnya saya sempat melewatkan pemandangan itu begitu saja, karena saya ada keperluan. Namun selesai keperluan saya yang hampir sejam, antrian masih mengular dan makin menjadi. Akhirnya saya pun ikut antri tanpa tahu persis apa yang saya tunggu. 

Akhirnya saya dapat jawaban dari penjaga toko yang bertugas menjaga rooling door (pintu masuk). Pintu akan dibuka setiap setengah jam sekali, untuk memasukkan antrian pembeli dan mengeluarkan pembeli yang sudah 30 menit di dalam. Jadi beli atau tidak beli, customer punya waktu 30 menit untuk berkeliling dan bertransaksi. Saya pun ikut antri, meskipun jadwal buka pintu berikutnya masih 24 menit lagi. Lumayan pegal!

Akhirnya 24 menit berlalu, antrian saya pun diperbolehkan masuk. Toko mirip gudang sepatu branded yang dikelompokan menurut ukuran sepatu. Tidak ada rak, lemari, atau etalasi. Sepatu ditumpuk begitu saja. Diskon hingga 80 %, aneka merek sepatu sport 'branded'. 

Lumayan murah! Bagi yang tahu merek. Harga sepatu onitsuka original dibanderol hanya 500 ribu rupiah saja. Padahal harga pasaran masih 1,5 juta rupiah. Ada juga merek Nike, Reebok, Puma, Converse, Sketcher, dan lainnya. 

Semua orang kalap! Sayang sekali sepatu yang saya mau, tidak ada ukurannya. Jadi saya keluar dengan tangan hampa. Namun kata penjaga toko, setiap hari barang dirolling. Yeah...mungkin saya akan balik lagi.

Saya tidak sempat foto tokonya, saking ribet antri. Keluar dari toko pun lupa foto karena terburu-buru.

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak