Lelaki Dayuts

Image
ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya (dayuts).” (HR. Ahmad 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain) Lalu siapakah lelaki Dayuts itu? Imam adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “Dayûts adalah orang yang membenarkan keburukan pada keluarganya, yaitu tetap menganggap baik pada keluarganya (padahal ada kemungkaran yang nyata -pen), kita berlindung kepada Allâh dari hal itu. [Al-Kabâ-ir, hlm. 137] Imam Ibnul Manzhûr berkata, “Dayûts adalah orang yang tidak cemburu kepada keluarganya”. [Lisânul ‘Arab, 4/456] Sedang Imam ‘Ali al-Qâri rahimahullah berkata, “Dayûts adalah orang yang membenarkan keburukan pada keluarganya, yaitu dengan mendiamkannya. Yang masuk dalam ketagoeri keluarganya yaitu istriny…

Strategi Marketing 'Zaman Now'

Dalam sebuah perusahaan penjualan adalah hal yang paling penting. Kesuksesan sebuah perusahaan dapat diukur dengan seberapa banyak keuntungan dan barang yang dapat dijual di pasaran. 

Butuh strategi marketing yang tepat untuk merebut pangsa pasar di 'zaman now', dimana media sosial memiliki peranan sangat penting dalam saluran 'mouth to mouth marketing'. Semua orang punya smartphone dengan koneksi internet yang memudahkan siapa saja mengunggah foto atau curcolan konsumen tentang suatu produk atau jasa yang mereka konsumsi.

Banyak perusahaan yang berlomba-lomba memviralkan barang dagangannya dengan cara yang 'anti-mainstream', dengan harapan mampu menggaet lebih banyak konsumen. 

Malam minggu kemarin saya menyambangi mall dekat rumah, Bintaro Exchange Mall. Tetiba mata saya tertumbuk pada sebuah pemandangan yang tidak biasa di salah satu toko dekat eskalator lantai ground floor, persis sebelah Fun World. Toko itu tertutup rapat, tak ada plang nama, hanya ada standing banner bertuliskan "Discount up to 80%" untuk aneka sepatu branded. Dan ada banyak sekali orang yang antri berjajar di depan toko seperti menunggu sesuatu.

Sebegitu antrinya, sampai orang akan berhenti mengamati pemandangan itu dan akhirnya malah ikut mengantri. Sebenarnya saya sempat melewatkan pemandangan itu begitu saja, karena saya ada keperluan. Namun selesai keperluan saya yang hampir sejam, antrian masih mengular dan makin menjadi. Akhirnya saya pun ikut antri tanpa tahu persis apa yang saya tunggu. 

Akhirnya saya dapat jawaban dari penjaga toko yang bertugas menjaga rooling door (pintu masuk). Pintu akan dibuka setiap setengah jam sekali, untuk memasukkan antrian pembeli dan mengeluarkan pembeli yang sudah 30 menit di dalam. Jadi beli atau tidak beli, customer punya waktu 30 menit untuk berkeliling dan bertransaksi. Saya pun ikut antri, meskipun jadwal buka pintu berikutnya masih 24 menit lagi. Lumayan pegal!

Akhirnya 24 menit berlalu, antrian saya pun diperbolehkan masuk. Toko mirip gudang sepatu branded yang dikelompokan menurut ukuran sepatu. Tidak ada rak, lemari, atau etalasi. Sepatu ditumpuk begitu saja. Diskon hingga 80 %, aneka merek sepatu sport 'branded'. 

Lumayan murah! Bagi yang tahu merek. Harga sepatu onitsuka original dibanderol hanya 500 ribu rupiah saja. Padahal harga pasaran masih 1,5 juta rupiah. Ada juga merek Nike, Reebok, Puma, Converse, Sketcher, dan lainnya. 

Semua orang kalap! Sayang sekali sepatu yang saya mau, tidak ada ukurannya. Jadi saya keluar dengan tangan hampa. Namun kata penjaga toko, setiap hari barang dirolling. Yeah...mungkin saya akan balik lagi.

Saya tidak sempat foto tokonya, saking ribet antri. Keluar dari toko pun lupa foto karena terburu-buru.

Comments

Popular posts from this blog

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019