Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

Strategi Marketing 'Zaman Now'

Dalam sebuah perusahaan penjualan adalah hal yang paling penting. Kesuksesan sebuah perusahaan dapat diukur dengan seberapa banyak keuntungan dan barang yang dapat dijual di pasaran. 

Butuh strategi marketing yang tepat untuk merebut pangsa pasar di 'zaman now', dimana media sosial memiliki peranan sangat penting dalam saluran 'mouth to mouth marketing'. Semua orang punya smartphone dengan koneksi internet yang memudahkan siapa saja mengunggah foto atau curcolan konsumen tentang suatu produk atau jasa yang mereka konsumsi.

Banyak perusahaan yang berlomba-lomba memviralkan barang dagangannya dengan cara yang 'anti-mainstream', dengan harapan mampu menggaet lebih banyak konsumen. 

Malam minggu kemarin saya menyambangi mall dekat rumah, Bintaro Exchange Mall. Tetiba mata saya tertumbuk pada sebuah pemandangan yang tidak biasa di salah satu toko dekat eskalator lantai ground floor, persis sebelah Fun World. Toko itu tertutup rapat, tak ada plang nama, hanya ada standing banner bertuliskan "Discount up to 80%" untuk aneka sepatu branded. Dan ada banyak sekali orang yang antri berjajar di depan toko seperti menunggu sesuatu.

Sebegitu antrinya, sampai orang akan berhenti mengamati pemandangan itu dan akhirnya malah ikut mengantri. Sebenarnya saya sempat melewatkan pemandangan itu begitu saja, karena saya ada keperluan. Namun selesai keperluan saya yang hampir sejam, antrian masih mengular dan makin menjadi. Akhirnya saya pun ikut antri tanpa tahu persis apa yang saya tunggu. 

Akhirnya saya dapat jawaban dari penjaga toko yang bertugas menjaga rooling door (pintu masuk). Pintu akan dibuka setiap setengah jam sekali, untuk memasukkan antrian pembeli dan mengeluarkan pembeli yang sudah 30 menit di dalam. Jadi beli atau tidak beli, customer punya waktu 30 menit untuk berkeliling dan bertransaksi. Saya pun ikut antri, meskipun jadwal buka pintu berikutnya masih 24 menit lagi. Lumayan pegal!

Akhirnya 24 menit berlalu, antrian saya pun diperbolehkan masuk. Toko mirip gudang sepatu branded yang dikelompokan menurut ukuran sepatu. Tidak ada rak, lemari, atau etalasi. Sepatu ditumpuk begitu saja. Diskon hingga 80 %, aneka merek sepatu sport 'branded'. 

Lumayan murah! Bagi yang tahu merek. Harga sepatu onitsuka original dibanderol hanya 500 ribu rupiah saja. Padahal harga pasaran masih 1,5 juta rupiah. Ada juga merek Nike, Reebok, Puma, Converse, Sketcher, dan lainnya. 

Semua orang kalap! Sayang sekali sepatu yang saya mau, tidak ada ukurannya. Jadi saya keluar dengan tangan hampa. Namun kata penjaga toko, setiap hari barang dirolling. Yeah...mungkin saya akan balik lagi.

Saya tidak sempat foto tokonya, saking ribet antri. Keluar dari toko pun lupa foto karena terburu-buru.

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya