Ketika Hijrah Menjadi Pilihan

Image
Bismillah!
Ceritanya hampir 2 minggu lalu, seorang kolega di sarang elang yang kini sudah berhijrah dan rajin mengirimi saya agenda kajian-kajian sunnah di seluruh penjuru Bintaro, BSD, dan sekitarnya mengirimi saya flyer tentang kajian hijrah yang digelar hasil kerja bareng MT Khoirotunnisa, nge-Fast, dan komunitas yukngaji!
Yang menarik dari kajian ini adalah kita semacam dibantu untuk kembali menemukan hakikat hidup yang sebenarnya sebelum berhijrah. Karena terkadang kita yang terlahir Islam menganggap sepele sebuah hakikat ke-Tauhid-an. Tahu adanya kewajiban shalat lima waktu dan ibadah lainnya, tapi tak pernah paham esensinya. Tahu kalau kita harus datang ke kajian, tapi kadang kita masih tebang pilih syariat, bahkan terkadang 'tidak berani' melangkah terlalu jauh. Tahu kalau tak ada sehelai daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Allah, tapi tetap menangis meraung-raung ketika ujian datang. 
Dan di kajian sebanyak 9 kali pertemuan ini mengulas tuntas esensi hijrah, tentang mafa…

Pecak Timun Betawi

resep oleh ibu Nana


Lahir sebagai keturunan Jawa tulen tapi dibesarkan di lingkungan Betawi membuat lidah saya malah lebih cocok dengan kuliner Betawi. Apalagi saya pernah menghabiskan masa-masa indah di Sukabakti selama hampir 4 tahun di Sukabakti, perkampungan Betawi.

Di kampung itu juga saya kenal makanan yang sebelumnya belum pernah dengar apalagi mencicipi. Dari kuliner terasi goreng, pecak oncom, pecak timun, atau tumis kembang duren. 

Sebelumnya saya memang pernah menjajal pecak ikan. Tetapi baru tahu kalau oncom dan timun juga bisa dijadikan pecak. 

Pecak timun ini menurut saya segar. Biasanya dimakan dengan nasi panas, lauk tempe atau ikan asin.  Dijamin makannya jadi nafsu. Cara masaknya pun mudah. 

Berhubung kemarin, saya sempat menjajal memasak pecak timun berbekal resep dari ibu Nana dengan sedikit penyesuaian. Maka saya akan membagikan di sini. Siapa tahu ada yang mau coba:

Bahan-bahan:
Timun dibelah 
Temu kunci
Jahe
Cabe rawit atau merah (sesuai selera, lebih enak pedas)
Bawang merah
Garam
Gula pasir
Penyedap
Jeruk limo


Cara membuat:
  • Bawang dan cabe digoreng.
  • Temu kunci dan jahe digarang (goreng tanpa minyak/bakar).
  • Ulek bawang dan cabe campur dengan sedikit garam dan gula pasir sesuai selera, geprek temu kunci dan jahe.
  • Tumis bumbu beri penyedap, masukan air panas, didihkan sejenak baru masukkan timun yang sudah dibelah. 
  • Matikan kompor, kucuri pecak timun dengan jeruk limo.
  • Sajikan panas-panas. 

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak