Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

Pecak Timun Betawi

resep oleh ibu Nana


Lahir sebagai keturunan Jawa tulen tapi dibesarkan di lingkungan Betawi membuat lidah saya malah lebih cocok dengan kuliner Betawi. Apalagi saya pernah menghabiskan masa-masa indah di Sukabakti selama hampir 4 tahun di Sukabakti, perkampungan Betawi.

Di kampung itu juga saya kenal makanan yang sebelumnya belum pernah dengar apalagi mencicipi. Dari kuliner terasi goreng, pecak oncom, pecak timun, atau tumis kembang duren. 

Sebelumnya saya memang pernah menjajal pecak ikan. Tetapi baru tahu kalau oncom dan timun juga bisa dijadikan pecak. 

Pecak timun ini menurut saya segar. Biasanya dimakan dengan nasi panas, lauk tempe atau ikan asin.  Dijamin makannya jadi nafsu. Cara masaknya pun mudah. 

Berhubung kemarin, saya sempat menjajal memasak pecak timun berbekal resep dari ibu Nana dengan sedikit penyesuaian. Maka saya akan membagikan di sini. Siapa tahu ada yang mau coba:

Bahan-bahan:
Timun dibelah 
Temu kunci
Jahe
Cabe rawit atau merah (sesuai selera, lebih enak pedas)
Bawang merah
Garam
Gula pasir
Penyedap
Jeruk limo


Cara membuat:
  • Bawang dan cabe digoreng.
  • Temu kunci dan jahe digarang (goreng tanpa minyak/bakar).
  • Ulek bawang dan cabe campur dengan sedikit garam dan gula pasir sesuai selera, geprek temu kunci dan jahe.
  • Tumis bumbu beri penyedap, masukan air panas, didihkan sejenak baru masukkan timun yang sudah dibelah. 
  • Matikan kompor, kucuri pecak timun dengan jeruk limo.
  • Sajikan panas-panas. 

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya