MANUSIA: Khalifah di Muka Bumi

Image
Nama Nabi Adam Alaihisalam.disebut dalam Al-Quran sebanyak  25 kali di beberapa surah dalam Al Quran. Dalil-dalil tentang penciptaan nabi Adam bisa kita jumpai pada surah al-Baqoroh ayat (30-39) Allah berfirman "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi," Mereka berkata "Apakah Engkau akan menjadikan orang yang akan merusak dan menumpahkan darah disana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan mensucikan nama-Mu?Dia (Allah) Berfirman "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"
Sekilas dari ayat tersebut, malaikat yang bertanya pada Allah terkesan meragukan keputusan Allah untuk menciptakan makhluk bernama manusia. Sebenarnya malaikat adalah makhluk Allah yang tak akan pernah menolak perintah Allah, pertanyaan malaikat itu lebih kepada penasaran, ingin mencari tahu dan memohon penjelasan agar dapat dijadikan hikmah bagi mereka bukan sebagai bentuk penolakan akan apa yang diciptakan oleh Alla…

Menjajal Lezatnya Gebum, Geblek Bumbu Khas Purworejo



Pernah dengar nama Purworejo? Kota kecil di Jawa Tengah tempat kelahiran Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu Indonesia Raya.

Di kota itu pula, ayah dan ibu saya dilahirkan. Tidak di kotanya, tapi di sebuah desa pelosok Kaligesing, salah satu penghasil durian terenak di Indonesia. Kelezatan durian Monthong masih kalah dibandingkan durian Kaligesing. Dan sesungguhnya, durian Monthong itu pun dahulu adalah durian Indonesia yang dikembangkan oleh Pemerintah Thailand atas bantuan insinyur pertanian IPB. Hahaha....tepok jidat! 

Kali ini saya tidak mau cerita soal durian. Saya mau cerita salah satu makanan khas Purworejo yang namanya 'Geblek'. Ada yang tahu? Saya yakin Anda yang bukan orang Jawa akan menyebut 'geblek' dengan pronounciation yang kacau dan membuat kami yang orang Jawa akan terpingkal-pingkal sambil memegang perut. Eh, saya yang kelahiran Jakarta juga baru belakangan ini fasih menyebut 'geblek'. 

Sekilas geblek ini memang mirip cireng (alias aci goreng). Tapi rasanya beda. Kalau cireng dibuat dari sagu. Sedangkan geblek dibuat dari 'pathi' (hayooo...bisa tidak menyebutnya?). Pathi ini nama lain dari tepung kanji/tapioka yang dibuat dari singkong. Tingkat kekenyalannya kurang lebih sama dengan 'mpek-mpek' Palembang. 


Adonan pathi yang diberi bumbu bawang kemudian dibentuk-bentuk ala angka 8. Mengapa angka 8? Mungkin ini mengadopsi filosofi Cina tentang angka 8 yang berarti keberuntungan yang tidak terputus. 

Geblek harus dinikmati panas-panas agar tidak alot. Bisa dimakan dengan cabe rawit yang diceplus atau dicocol dengan bumbu pecel. Jangan lupa kopi atau teh panasnya. 

Penasaran dengan citarasa Geblek Bumbu Pecel atau Gebum khas Purworejo tapi tidak sempat mampir ke Purworejo? Coba aja whatsapp bakul Gebum mbak Ani 0858 8061 2832 

Gebum-nya Mbak Ani dibuat dari Pathi pilihan mirip dengan citarasa aslinya. Mungkin lebih enak. Diproduksi setiap hari, jadi semua bahan dijamin 'fresh'. Gebum dijual dalam bentuk siap goreng, plus sebungkus sambal pecel untuk cocolan. 


Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

Resolusi Tahun 2019