Resolusi Tahun 2020

Image
Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di awal tahun 2020. Tahun yang dulu saya pikir sangat 'sophisticated' seperti film The Matrix dan Science Fiction lainnya yang mengumbar kecanggihan tahun 2020. Atau malah awal dari apocalypse dunia. Ternyata tahun 2020 tidak seheboh bayangan masa kecil saya, dimana dunia sudah sedemikian canggih dan penuh robot. Walau memang lebih canggih untuk beberapa inovasi, tapi ya masih tidak terlalu signifikan.  "Yang canggih mah canggih. Yang terbelakang ya tetap terbelakang, susah listrik apalagi jaringan internet." Lalu apa resolusi tahun barumu? Masihkah target-target dunia masuk dalam list? Al-Qur’an surat al-Anbiyâ’ (21): 35 dan al-Ankabût (29): 57 menyebutkan bahwa semua yang bernyawa akan mati. Bahkan dalam surat al-A’râf (7): 34 ditegaskan bahwa semua umat mempunyai ajal (batas waktu) yang telah ditentukan oleh Allah. Ketika ajal tersebut sudah tiba, maka tidak bisa ditunda ataupun dipercepat barang sesaatpun.

Jangan Menangis, Bobby!


Pagi-pagi buta Bobby sudah bersedih. Akibat postingan dari suatu media online yang sedang hits. Kucing milik politikus Prabowo yang aktif di sosial media dengan akun Instagram @bobbythek4t itu ceritanya kesal karena media tersebut menyorotinya sebagai kucing posesif Prabowo. Mengapa dari sekian banyak postingan bobby yang disoroti adalah sifat-sifat kelewat sayangnya bobby pada adopternya. 

Bobby memang hanya seekor kucing kampung yang kebetulan diadopsi sama orang yang namanya kini mencuat karena dia salah satu Capres. Dan kalau akhirnya Bobby yang hanya kucing kampung bisa menginspirasi banyak orang terutama penggiat anti kekerasan satwa yang tergabung di @gardasatwaindonesia. Itu karena Bobby adalah  kucing yang peduli nasib kucing lainnya.

Well, rasanya agak sulit bagi orang yang bukan pencinta kucing untuk bisa menikmati postingan-postingan Bobby. Karena kebetulan Bobby kucingnya Prabowo, mungkin isinya juga banyak menjurus soal adopternya dilihat dari kacamata kucing. 

Kalau Bobby kucing saya pasti isinya ya tentang kegalauan-kegalauan saya sebagai adopternya yang pujangga. Siapa tahu Bobby juga ikutan menghafal Quran seperti kucing saya Glen.

Tidak salah juga kalau ada pihak yang tidak suka dan menganggap Bobby adalah media kampanye. Bagus dong itu media kampanye kreatif. Target audience-nya para kucing milenial atau adopter kucing, yang peduli pada nasib kucing liar. Itu jauh lebih bagus daripada menebar hoax untuk tujuan menjatuhkan pihak lawan.

Bebas kok kalau tim medsos pihak lain mau memakai sosok burung hantu, kecebong, kodok, ikan, atau apalah untuk menarik simpati. Kami sih netizen fine-fine aja.

Akhir kata, jangan menangis Bobby! Biarkan saja orang mau bilang apa. Tetaplah menjadi kucing kampung kebanggaan kami.

Oh iya Bobby, sudah baca fiksi saya yang ini belum http://www.anginrindu.com/2018/11/namaku-bobby.html? 


Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

'Excellent Services' ala Rumah Sakit Hermina