Kesibukan Ramadhan Tahun Ini

Image
Masih lama dari deadline pendaftaran 1 Mei 2018. Tapi panitia sudah mulai sibuk, cetak-cetak yang perlu dicetak, video editing dan narasi sudah mulai digarap oleh tim ahli.  Karena Insya Allah, tahun ini BEDA. 
Hafalan tahun ini didukung dengan audio visual yang mumpuni untuk mempermudah proses hafalan ala metode Kauny ini. Insya Allah menggunakan 'fun theory' tapi tetap syar'i. 
Memang cuma 2 hari tapi 'full schedule'. Meski ada target hafalan, peserta juga akan mendapatkan materi lain untuk pemahaman surah Al Kahfi. Ada juga games untuk memudahkan proses hafalan dengan menggunakan flash card khusus, makanya workshop menghafal ini cocok dari anak-anak, sampai dewasa. 
Tim kami tak hanya digawangi oleh Majelis Al Kahfi, ibu-ibu yang sudah duluan menghafal Al kahfi, juga ada para profesional lulusan universitas dan pesantren ternama.
Kami sebetulnya hanya kumpulan orang fakir ilmu yang masih akan terus belajar sampai mati, sambil mentransfer sedikit ilmu kami. Kala…

Jangan Menangis, Bobby!


Pagi-pagi buta Bobby sudah bersedih. Akibat postingan dari suatu media online yang sedang hits. Kucing milik politikus Prabowo yang aktif di sosial media dengan akun Instagram @bobbythek4t itu ceritanya kesal karena media tersebut menyorotinya sebagai kucing posesif Prabowo. Mengapa dari sekian banyak postingan bobby yang disoroti adalah sifat-sifat kelewat sayangnya bobby pada adopternya. 

Bobby memang hanya seekor kucing kampung yang kebetulan diadopsi sama orang yang namanya kini mencuat karena dia salah satu Capres. Dan kalau akhirnya Bobby yang hanya kucing kampung bisa menginspirasi banyak orang terutama penggiat anti kekerasan satwa yang tergabung di @gardasatwaindonesia. Itu karena Bobby adalah  kucing yang peduli nasib kucing lainnya.

Well, rasanya agak sulit bagi orang yang bukan pencinta kucing untuk bisa menikmati postingan-postingan Bobby. Karena kebetulan Bobby kucingnya Prabowo, mungkin isinya juga banyak menjurus soal adopternya dilihat dari kacamata kucing. 

Kalau Bobby kucing saya pasti isinya ya tentang kegalauan-kegalauan saya sebagai adopternya yang pujangga. Siapa tahu Bobby juga ikutan menghafal Quran seperti kucing saya Glen.

Tidak salah juga kalau ada pihak yang tidak suka dan menganggap Bobby adalah media kampanye. Bagus dong itu media kampanye kreatif. Target audience-nya para kucing milenial atau adopter kucing, yang peduli pada nasib kucing liar. Itu jauh lebih bagus daripada menebar hoax untuk tujuan menjatuhkan pihak lawan.

Bebas kok kalau tim medsos pihak lain mau memakai sosok burung hantu, kecebong, kodok, ikan, atau apalah untuk menarik simpati. Kami sih netizen fine-fine aja.

Akhir kata, jangan menangis Bobby! Biarkan saja orang mau bilang apa. Tetaplah menjadi kucing kampung kebanggaan kami.

Oh iya Bobby, sudah baca fiksi saya yang ini belum http://www.anginrindu.com/2018/11/namaku-bobby.html? 


Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset