Ketika Hijrah Menjadi Pilihan

Image
Bismillah!
Ceritanya hampir 2 minggu lalu, seorang kolega di sarang elang yang kini sudah berhijrah dan rajin mengirimi saya agenda kajian-kajian sunnah di seluruh penjuru Bintaro, BSD, dan sekitarnya mengirimi saya flyer tentang kajian hijrah yang digelar hasil kerja bareng MT Khoirotunnisa, nge-Fast, dan komunitas yukngaji!
Yang menarik dari kajian ini adalah kita semacam dibantu untuk kembali menemukan hakikat hidup yang sebenarnya sebelum berhijrah. Karena terkadang kita yang terlahir Islam menganggap sepele sebuah hakikat ke-Tauhid-an. Tahu adanya kewajiban shalat lima waktu dan ibadah lainnya, tapi tak pernah paham esensinya. Tahu kalau kita harus datang ke kajian, tapi kadang kita masih tebang pilih syariat, bahkan terkadang 'tidak berani' melangkah terlalu jauh. Tahu kalau tak ada sehelai daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Allah, tapi tetap menangis meraung-raung ketika ujian datang. 
Dan di kajian sebanyak 9 kali pertemuan ini mengulas tuntas esensi hijrah, tentang mafa…

Sate Maranggi yang Menggoda Selera


Sate adalah salah satu makanan favorit saya. Segala macam sate asal halal saya pasti suka. Sate madura, Sate Padang, Sate Yogya yang berbumbu kecap, dan lainnya.. 

Tempo hari, akhirnya saya mencicipi sate maranggi di restoran Tekko. Itu pertama kali saya menjajal sate maranggi yang konon menjadi salah satu ikon kuliner di Purwakarta. Saya sering dengar teman-teman yang singgah di Purwakarta pasti tak ketinggalan mencicipi sate maranggi HJ. Yetti yang terkenal itu. Dan hingga detik ini saya belum juga menjajal sate maranggi HJ. Yetti karena hampir dibilang jarang melintasi Purwakarta. Sekalinya melintas di Purwakarta ya pada waktu mudik lebaran, dan situasinya kami pasti ingin sesegera mungkin keluar dari kemacetan parah di Purwakarta.

Kesan pertama saat menjajal sate maranggi di restoran Tekko. Langsung suka! Biasanya sate-satean kalau sudah masuk restoran akan berubah kelezatannya. Tetapi kata orang yang sudah terbiasa makan sate maranggi, rasanya cukup otentik. 

Keistimewaan Sate Maranggi adalah sate ini memiliki citarasa yang begitu kuat. Sepertinya dagingnya sudah di 'marinated' agak lama dalam bumbu rendaman sebelum dibakar. Sehingga sebetulnya tanpa saus kacang atau saus kecap pun, sate maranggi sudah enak dimakan.  

Berbeda dengan sate Padang, yang dagingnya dimasak dahulu dengan bumbu yang kaya rempah. Sate maranggi, hanya daging sapi atau domba mentah yang direndam bumbu sebelum dipanggang di atas bara api.

Di tempat aslinya, sate maranggi disajikan dengan sambel oncom dan ketan bakar yang merupakan pengganti nasi.

Konon sate ini dahulu merupakan hasil akulturasi dengan budaya Cina. Makanya tak heran kalau citarasa sate maranggi mirip dengan dendeng babi khas Cina.Hanya saja sampai di Indonesia, khususnya daerah Purwakarta Jawa Barat yang mayoritas penduduknya muslim, daging menggunakan daging sapi/domba/ayam.

Bagi Anda penggemar sate. Anda wajib mencicipi sate maranggi!


Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak