Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

Sate Maranggi yang Menggoda Selera


Sate adalah salah satu makanan favorit saya. Segala macam sate asal halal saya pasti suka. Sate madura, Sate Padang, Sate Yogya yang berbumbu kecap, dan lainnya.. 

Tempo hari, akhirnya saya mencicipi sate maranggi di restoran Tekko. Itu pertama kali saya menjajal sate maranggi yang konon menjadi salah satu ikon kuliner di Purwakarta. Saya sering dengar teman-teman yang singgah di Purwakarta pasti tak ketinggalan mencicipi sate maranggi HJ. Yetti yang terkenal itu. Dan hingga detik ini saya belum juga menjajal sate maranggi HJ. Yetti karena hampir dibilang jarang melintasi Purwakarta. Sekalinya melintas di Purwakarta ya pada waktu mudik lebaran, dan situasinya kami pasti ingin sesegera mungkin keluar dari kemacetan parah di Purwakarta.

Kesan pertama saat menjajal sate maranggi di restoran Tekko. Langsung suka! Biasanya sate-satean kalau sudah masuk restoran akan berubah kelezatannya. Tetapi kata orang yang sudah terbiasa makan sate maranggi, rasanya cukup otentik. 

Keistimewaan Sate Maranggi adalah sate ini memiliki citarasa yang begitu kuat. Sepertinya dagingnya sudah di 'marinated' agak lama dalam bumbu rendaman sebelum dibakar. Sehingga sebetulnya tanpa saus kacang atau saus kecap pun, sate maranggi sudah enak dimakan.  

Berbeda dengan sate Padang, yang dagingnya dimasak dahulu dengan bumbu yang kaya rempah. Sate maranggi, hanya daging sapi atau domba mentah yang direndam bumbu sebelum dipanggang di atas bara api.

Di tempat aslinya, sate maranggi disajikan dengan sambel oncom dan ketan bakar yang merupakan pengganti nasi.

Konon sate ini dahulu merupakan hasil akulturasi dengan budaya Cina. Makanya tak heran kalau citarasa sate maranggi mirip dengan dendeng babi khas Cina.Hanya saja sampai di Indonesia, khususnya daerah Purwakarta Jawa Barat yang mayoritas penduduknya muslim, daging menggunakan daging sapi/domba/ayam.

Bagi Anda penggemar sate. Anda wajib mencicipi sate maranggi!


Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya