Berburu Dokter Spesialis Anak

Image
Sebelumnya, saya hampir tidak punya dokter spesialis anak favorit untuk anak saya Sydney. Semua terjadi begitu saja dan saya sama sekali tidak sempat survey untuk memilih rekanan dokter spesialis untuk anak. 
Sydney lahir prematur dengan beragam riwayat kesehatan yang mengharuskan dia mendapatkan perawatan khusus di salah satu rumah sakit swasta ternama di Bintaro. Dan Qadarallah, Sydney ditangani oleh dokter spesialis anak-anak prematur yang akhirnya menjadi dokter Sydney sampai dia usia hampir dua tahun. 
Setelah itu Sydney lebih banyak ditangani oleh dokter-dokter di Hermina Ciputat. Dua kali dirawat inap untuk kasus yang hampir sama yaitu diare. Selebihnya hanya penyakit biasa, yang terngeri ya flu Hongkong, gejala demam ala flu tapi muncul bintik-bintik seperti cacar.
Hanya saja sejak pertengahan tahun lalu, Qadarallah Sydney tetiba batuk tak sembuh-sembuh. Batuknya sih tidak parah hanya seperti berdehem, tapi cukup mengganggu buat saya orang tuanya. Sebelumnya memang Sydney rad…

Orang Bilang Saya "Super Mom"

Sebagai emak super yang mengerjakan hampir semua pekerjaan rumah dari A-Z tanpa ART. Saya hampir tak punya pekerjaan favorit. Karena semua terpaksa harus saya kerjakan sendiri. Padahal masih harus bekerja dan urus anak.

Tapi saya orangnya tidak mau ribet. Saya tidak 'ngoyo' untuk menyelesaikan semua pekerjaan sesempurna mungkin dalam sehari. Agar saya tetap waras maka saya memilah-milah mana yang harus dikerjakan setiap hari, mana yang bisa 'dipending' sampai waktu libur. Mana yang bisa dikerjakan sendiri mana yang bisa di outsource.

Pekerjaan rumah favorit saya adalah pekerjaan rumah yang pasti saya lakukan setiap hari, sesibuk apapun saya. Mencuci piring, Menyapu dan Mengepel, adalah tiga pekerjaan rumah favorit saya. 

Mengapa? Karena setiap hari pasti ada gelas, piring dan peralatan lain yang harus dicuci bersih agar tidak menumpuk di wastafel cuci piring. Dan saya juga tipe orang yang tidak bisa tidur pulas kalau lantainya kotor. Jadi secapek apapun saya pulang ke rumah, saya pasti akan menyapu dan mengepel kalau kakinya berasa 'ngeres'.

Saya suka ketiga pekerjaan rumah ini karena sambil melakukan ketiganya saya bisa sambil murojaah (mengulang hafalan quran saya). Biasanya untuk ketiga pekerjaan itu bisa minimal sejuz.

Sebetulnya saya juga suka masak. Namun sayangnya saya agak malas. Jadi bisa dihitung dalam seminggu saya memasak berapa kali. Selebihnya dioutsource ke Go-food atau warung yang menyediakan masakan rumah-an. 

Saya tidak ada masalah dengan mencuci baju. Karena semua bisa diselesaikan dengan mesin cuci. Biasanya saya akan merendam pakaian dengan tingkat kekotoran yang cukup parah, kucek sebentar baru dimasukkan mesin cuci. Kering tinggal dijemur. 

Hanya saja, saya paling benci menyeterika. Saya lebih pilih segera melipatnya setelah kering dari jemuran, dan diseterika, kapan-kapan kalau sempat. Atau sekalian di 'outsource' ke laundry.

Membersihkan kamar mandi dan lainnya dikerjakan kala sempat di hari kerja, atau ditunda sampai akhir pekan. 

Jam kerja saya sudah dimulai dari jam empat pagi. Selepas Subuh sudah sibuk mencuci piring, menyiapkan anak dan sarapan. Kemudian mengantar sekolah sambil murojaah, balik ke rumah baru siap-siap kerja. Terkadang pulang petang atau malah larut. Larut malam masih mencoba menyempatkan diri bebenah yang bisa dibenahi. Dan kemudian tidur sambil terkapar.

Alhamdulillah!

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset