Ketika Hijrah Menjadi Pilihan

Image
Bismillah!
Ceritanya hampir 2 minggu lalu, seorang kolega di sarang elang yang kini sudah berhijrah dan rajin mengirimi saya agenda kajian-kajian sunnah di seluruh penjuru Bintaro, BSD, dan sekitarnya mengirimi saya flyer tentang kajian hijrah yang digelar hasil kerja bareng MT Khoirotunnisa, nge-Fast, dan komunitas yukngaji!
Yang menarik dari kajian ini adalah kita semacam dibantu untuk kembali menemukan hakikat hidup yang sebenarnya sebelum berhijrah. Karena terkadang kita yang terlahir Islam menganggap sepele sebuah hakikat ke-Tauhid-an. Tahu adanya kewajiban shalat lima waktu dan ibadah lainnya, tapi tak pernah paham esensinya. Tahu kalau kita harus datang ke kajian, tapi kadang kita masih tebang pilih syariat, bahkan terkadang 'tidak berani' melangkah terlalu jauh. Tahu kalau tak ada sehelai daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Allah, tapi tetap menangis meraung-raung ketika ujian datang. 
Dan di kajian sebanyak 9 kali pertemuan ini mengulas tuntas esensi hijrah, tentang mafa…

Kalau Dapat Hadiah 100 Juta Buat Apa?


Akhirnya sampai di hari ke-19, tantangan Blogger Perempuan Network. Sebenarnya judul hari ini adalah 10 lagu di playlist. Aihhh....masalahnya sudah lama saya tidak punya playlist lagu di laptop atau gadget saya. Tidak pernah secara khusus mendengarkan lagu tertentu. Walau saya terkadang kalau mendengar musik bisa otomatis ikut bernyanyi atau bergoyang. Apalagi pekerjaan saya yang terkadang butuh memasukkan ilustrasi musik untuk video atau pertunjukan panggung membutuhkan keahlian khusus untuk memilih musik mana yang cocok. Tetapi untuk alasan prinsipil, saya memang sengaja tidak membuat playlist lagu pilihan.

Maka hari ini terpaksa saya menggunakan tema pengganti, "Kalau mendapat hadiah uang 100 juta, apa yang akan kamu lakukan?".

Ini berarti sudah kedua kalinya saya menggunakan tema pengganti. Semoga saya tidak sampai menggunakan tema pengganti ketiga di 11 hari yang tersisa dalam #BPN30DayBlogChallenge2018.

Kalau mendapat hadiah uang 100 juta, maka hal pertama yang akan saya lakukan adalah:

UMROH!

Belakangan ini, keinginan saya untuk berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji semakin menguat. Tetapi apalah daya menunggu antrian haji ke tanah suci sangat lama. Kecuali ada uang kaget sekira 200 juta untuk mendaftar haji plus. Tetapi itu berarti baru punya satu kursi untuk haji plus. Saya kan perempuan, butuh mahram untuk menemani saya. Dan sepertinya saya tidak akan berangkat ke tanah suci sendirian berbekal surat mahram. Saya tidak ingin membohongi Allah bahwa saya tidak berangkat bersama mahram ke tanah suci. Untuk apa mengotori niat suci dengan intrik duniawi. Memangnya Allah dan para malaikat bisa 'disogok'?

Maka hal pertama yang paling masuk akal saya lakukan adalah ibadah umroh. Selain tak perlu waktu menunggu yang cukup lama. Biayanya pun cukup miring. Untuk paket standar yang tak perlu menunggu lama untuk berangkat paling membutuhkan uang Rp 25 juta per orang. Maka saya tidak akan berangkat sendirian.

Rencana saya akan berangkat bertiga dengan dua adik laki-laki saya sebagai mahram saya. Kenapa bukan orang tua? Karena kedua orang tua saya sudah, dan hanya tinggal menunggu antrian haji berikutnya.

Lalu mengapa hanya 2 adik yang akan saya ajak? Karena adik laki-laki terakhir saya masih kuliah. Jadi saya tidak mau mengganggu jadwal kuliahnya. 

Kenapa saya pilih adik pertama dan adik kedua?

Karena saya pikir dua adik ini yang paling 'urgent' untuk segera ke tanah suci. Adik pertama yang sedang menjalani tahun-tahun pertama berumah tangga, karir yang sudah mulai cemerlang. Saya takut kebahagiaannya malah membuatnya lupa diri. Makanya saya ajak ke tanah suci, untuk menguatkan iman dan Islam-nya. Insya Allah.

Lalu mengapa adik ke dua saya diajak? Karena saat ini dia sedang fokus mencari perempuan sholehah yang kelak akan mengakhiri masa jomblo fi sabilillah-nya. Siapa tahu doa di tanah suci 'makbul'. Pulang dari tanah suci, segera dipertemukan dengan jodohnya dunia akhirat.

Dan lagi pula kami bertiga semakin jarang bertemu setelah kesibukan dunia memisahkan kita. Rumahnya juga beda. Maka mungkin ibadah ke tanah suci bareng merupakan salah satu cara untuk merekatkan hubungan kita kembali. 

Lalu uang sisanya setelah dikurangi uang umroh bertiga tadi, akan segera dimasukkan ke tabungan haji. Tetapi saya tidak akan sayang, kalau misalkan ada orang lain yang berhak atas uang itu misalkan: Seseorang yang sakit parah dan sangat membutuhkan uang untuk hidup atau pengobatan. Atau juga orang sholeh/sholehah yang mau ke tanah suci tetapi hampir mustahil kalau pakai uang sendiri. Tetapi orang-orang ini sudah sangat berjasa untuk kemaslahatan umat, misal guru ngaji, marbot masjid, dan lainnya.

Wallahu'alam bissahawab. Semoga diijabah Allah hayalannya. Aamiin!

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak