Berburu Dokter Spesialis Anak

Image
Sebelumnya, saya hampir tidak punya dokter spesialis anak favorit untuk anak saya Sydney. Semua terjadi begitu saja dan saya sama sekali tidak sempat survey untuk memilih rekanan dokter spesialis untuk anak. 
Sydney lahir prematur dengan beragam riwayat kesehatan yang mengharuskan dia mendapatkan perawatan khusus di salah satu rumah sakit swasta ternama di Bintaro. Dan Qadarallah, Sydney ditangani oleh dokter spesialis anak-anak prematur yang akhirnya menjadi dokter Sydney sampai dia usia hampir dua tahun. 
Setelah itu Sydney lebih banyak ditangani oleh dokter-dokter di Hermina Ciputat. Dua kali dirawat inap untuk kasus yang hampir sama yaitu diare. Selebihnya hanya penyakit biasa, yang terngeri ya flu Hongkong, gejala demam ala flu tapi muncul bintik-bintik seperti cacar.
Hanya saja sejak pertengahan tahun lalu, Qadarallah Sydney tetiba batuk tak sembuh-sembuh. Batuknya sih tidak parah hanya seperti berdehem, tapi cukup mengganggu buat saya orang tuanya. Sebelumnya memang Sydney rad…

I'm a Happy Part-time Blogger


Menulis adalah passion saya. Sesibuk apapun saya, pasti akan menyempatkan diri untuk menulis. Karena menulis lebih kepada rekreasi batin setelah seharian berjibaku dengan kehidupan yang terkadang penuh drama. 

Kalau zaman dahulu saya biasa menuliskannya di buku harian. Maka seiring dengan perkembangan zaman, saya lebih suka mengetik langsung dan menumpang simpan di dunia maya, di blog atau medsos lainnya. Tentu saja, saya tak seenak jidat mengumbar hidup saya ke publik. Kalau pun saya harus membagikan cerita hidup saya, tulisan saya tidak akan vulgar. Insya Allah selalu ada hikmah di dalamnya.

Saya tahu persis bahwa apa saja yang saya lakukan akan dipertanggung-jawabkan di hari akhir. Makanya saya berusaha hati-hati dan tidak akan menjerumuskan pembaca saya ke suatu dosa.

Sebenarnya saya sudah 'nge-blog' lebih dari sepuluh tahun lalu. Tetapi yah, saya tak pernah tuntas menulis blog. Baru berusaha profesional ya di blog "Angin Rindu" ini. 

Kalau saya disuruh memilih apakah saya hendak menjadi full time blogger atau part time blogger. Saya dengan tegas bilang, "part time blogger". Karena saya masih ada pekerjaan lain. Kebetulan pekerjaannya ya tak jauh-jauh dengan keahlian saya sebagai 'story teller'

Memutuskan menjadi part time blogger bukan berarti, saya tak sepenuh hati menulisnya. Tentu saja saya akan tetap akan menjaga kualitas tulisan-tulisan di blog. Dan tetap ada target bagaimana meningkatkan traffic. Tidak menampik kemungkinan di kemudian hari banyak menerima endorse.

Saya hanya merasa pekerjaan dan kehidupan yang saya jalani sekarang sangat mendukung kegiatan 'nge-blog' saya. Ada banyak inspirasi dan cerita yang bisa dibagikan.

Jadi inilah warna dari tulisan di blog saya. Seorang penulis, marketing communication, yang juga sukarelawan guru Hafiz on The Street Askar Kauny, punya anak laki-laki 6 tahun yang sedang ikhtiar menghafal Quran. 

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset