Perempuan itu Bernama Kartini

Image
(repost pernah dimuat di jakartakita.com)

Hari ini (21/4/2019), 140 tahun lalu lahirlah seorang Kartini yang dianggap sebagai tokoh wanita pengusung emansipasi wanita. Begitu istimewanya Raden Ajeng Kartini, hingga hari lahirnya setiap tahun selalu diperingati oleh seluruh warga Indonesia. Tak hanya sekedar dijadikan hari khusus setiap tanggal 21 April. Sejumlah seremonial simbolis pun menjadi bagian dari peringatan ini. Dari pawai keliling anak-anak yang berpakaian adat nasional, lomba kebaya, lomba memasak, dan lain-lainnya.
Seminar seputar peran serta perempuan di era modern yang katanya terinspirasi oleh perjuangan Kartini pun selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari setiap peringatan. Kartini pun menjadi simbol dari sebuah pergerakan feminisme. Entah apakah mereka tahu apa sebenarnya arti feminisme. Apakah demikian yang dicita-citakan seorang Kartini?
Raden Ajeng Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di kota Jepara. Lahir sebagai perempuan dari kalangan ningrat yang me…

Hari Libur Itu Waktunya...


Apa yang ada dibenak kalian setiap kali mendengar kata libur? Piknik, nonton bioskop,jalan bersama pasangan atau sekedar bermalas-malasan seharian sambil menonton TV?
Tentu saja semua orang punya definisi tersendiri dalam memaknai kata hari libur, akhir pekan, tanggal merah atau hari kejepit nasional. Namun yang namanya hari libur pasti membawa kebahagiaan tersendiri untuk semua orang, sekalipun itu ibu rumah tangga yang sehari-hari berjibaku di rumah saja. Apalagi mereka yang sehari-hari jarang di rumah karena kesibukannya.
Libur pun bukan soal kemana hendak pergi menghabiskan hari libur? Tetapi lebih kepada, hari libur mau melakuan apa. Dan setiap orang punya aktivitas seru yang berbeda untuk mengisi hari liburnya.
Kalau saya, hari libur itu waktunya:
1. Santai
Kalau dari hari Senin sampai Jumat, hari dimulai sangat pagi. Jam tiga pagi harus sudah bangun, selepas shalat, tilawah dan menambah hafalan, karena kalau tidak begitu, tidak akan terkejar target setoran. Selepas shalat subuh langsung 'gedubrakan' menyiapkan sarapan, anak dan mengantar ke sekolah. Dan lanjut ikhtiar mencari nafkah. Full kegiatan sampai jam sembilan malam.
Makanya saat libur, saya agak malas beraktivitas. Shalat shubuh saja, murojaah sebentar lanjut berleha-leha di ranjang sampai terasa lapar. Kegiatan jauh lebih santai dan melambat.
2. Menambah jam tidur
Hari libur berarti menambah jam tidur. Entah sehabis subuh atau tidur siang. Itu nikmat sekali! Rasanya dendam kurang tidur selama seminggu terbalaskan.
3. Beberes rumah
Kalau misalkan hari biasa tidak sempat menyikat kamar mandi atau nyapu luar, maka kalau bisa hari libur terselesaikan.
4. Jogging sambil ke pasar
Ahai...ini kenikmatan hakiki para emak-emak di hari libur. Jalan pagi sambil ke pasar, sarapan jajan pasar dan balik bawa belanjaan untuk bahan masakan hari itu.
5. Piknik atau sekedar hang out dengan keluarga
Nah biasanya kalau berencana piknik atau hang out maka poin 1-4 di atas harus diabaikan. Bangun tidur dari Subuh terpaksa emak-emak harus sudah standby mempersiapkan agar piknik hari itu berjalan lancar.
6. Me time
Nah ini...terkadang kita para emak butuh untuk 'me time' sekedar 'nyalon' atau jalan hunting buku sendirian agar pikiran tetap waras. Tidak usah jalan ke luar asal dikasih waktu nonton TV seharian tanpa harus masak atau bebenah itu juga sudah seru.
Terkadang kalau memang butuh sekali jalan agak jauhan, maka sudah harus plot tanggal merah, hari kejepit nasional dari jauh hari, biar sempat booking tiket dan lainnya. 
Itu cara saya menikmati hari libur. Kalau kamu?

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset