Ketika Hijrah Menjadi Pilihan

Image
Bismillah!
Ceritanya hampir 2 minggu lalu, seorang kolega di sarang elang yang kini sudah berhijrah dan rajin mengirimi saya agenda kajian-kajian sunnah di seluruh penjuru Bintaro, BSD, dan sekitarnya mengirimi saya flyer tentang kajian hijrah yang digelar hasil kerja bareng MT Khoirotunnisa, nge-Fast, dan komunitas yukngaji!
Yang menarik dari kajian ini adalah kita semacam dibantu untuk kembali menemukan hakikat hidup yang sebenarnya sebelum berhijrah. Karena terkadang kita yang terlahir Islam menganggap sepele sebuah hakikat ke-Tauhid-an. Tahu adanya kewajiban shalat lima waktu dan ibadah lainnya, tapi tak pernah paham esensinya. Tahu kalau kita harus datang ke kajian, tapi kadang kita masih tebang pilih syariat, bahkan terkadang 'tidak berani' melangkah terlalu jauh. Tahu kalau tak ada sehelai daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Allah, tapi tetap menangis meraung-raung ketika ujian datang. 
Dan di kajian sebanyak 9 kali pertemuan ini mengulas tuntas esensi hijrah, tentang mafa…

Hari Libur Itu Waktunya...


Apa yang ada dibenak kalian setiap kali mendengar kata libur? Piknik, nonton bioskop,jalan bersama pasangan atau sekedar bermalas-malasan seharian sambil menonton TV?
Tentu saja semua orang punya definisi tersendiri dalam memaknai kata hari libur, akhir pekan, tanggal merah atau hari kejepit nasional. Namun yang namanya hari libur pasti membawa kebahagiaan tersendiri untuk semua orang, sekalipun itu ibu rumah tangga yang sehari-hari berjibaku di rumah saja. Apalagi mereka yang sehari-hari jarang di rumah karena kesibukannya.
Libur pun bukan soal kemana hendak pergi menghabiskan hari libur? Tetapi lebih kepada, hari libur mau melakuan apa. Dan setiap orang punya aktivitas seru yang berbeda untuk mengisi hari liburnya.
Kalau saya, hari libur itu waktunya:
1. Santai
Kalau dari hari Senin sampai Jumat, hari dimulai sangat pagi. Jam tiga pagi harus sudah bangun, selepas shalat, tilawah dan menambah hafalan, karena kalau tidak begitu, tidak akan terkejar target setoran. Selepas shalat subuh langsung 'gedubrakan' menyiapkan sarapan, anak dan mengantar ke sekolah. Dan lanjut ikhtiar mencari nafkah. Full kegiatan sampai jam sembilan malam.
Makanya saat libur, saya agak malas beraktivitas. Shalat shubuh saja, murojaah sebentar lanjut berleha-leha di ranjang sampai terasa lapar. Kegiatan jauh lebih santai dan melambat.
2. Menambah jam tidur
Hari libur berarti menambah jam tidur. Entah sehabis subuh atau tidur siang. Itu nikmat sekali! Rasanya dendam kurang tidur selama seminggu terbalaskan.
3. Beberes rumah
Kalau misalkan hari biasa tidak sempat menyikat kamar mandi atau nyapu luar, maka kalau bisa hari libur terselesaikan.
4. Jogging sambil ke pasar
Ahai...ini kenikmatan hakiki para emak-emak di hari libur. Jalan pagi sambil ke pasar, sarapan jajan pasar dan balik bawa belanjaan untuk bahan masakan hari itu.
5. Piknik atau sekedar hang out dengan keluarga
Nah biasanya kalau berencana piknik atau hang out maka poin 1-4 di atas harus diabaikan. Bangun tidur dari Subuh terpaksa emak-emak harus sudah standby mempersiapkan agar piknik hari itu berjalan lancar.
6. Me time
Nah ini...terkadang kita para emak butuh untuk 'me time' sekedar 'nyalon' atau jalan hunting buku sendirian agar pikiran tetap waras. Tidak usah jalan ke luar asal dikasih waktu nonton TV seharian tanpa harus masak atau bebenah itu juga sudah seru.
Terkadang kalau memang butuh sekali jalan agak jauhan, maka sudah harus plot tanggal merah, hari kejepit nasional dari jauh hari, biar sempat booking tiket dan lainnya. 
Itu cara saya menikmati hari libur. Kalau kamu?

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak