Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

Hari Libur Itu Waktunya...


Apa yang ada dibenak kalian setiap kali mendengar kata libur? Piknik, nonton bioskop,jalan bersama pasangan atau sekedar bermalas-malasan seharian sambil menonton TV?
Tentu saja semua orang punya definisi tersendiri dalam memaknai kata hari libur, akhir pekan, tanggal merah atau hari kejepit nasional. Namun yang namanya hari libur pasti membawa kebahagiaan tersendiri untuk semua orang, sekalipun itu ibu rumah tangga yang sehari-hari berjibaku di rumah saja. Apalagi mereka yang sehari-hari jarang di rumah karena kesibukannya.
Libur pun bukan soal kemana hendak pergi menghabiskan hari libur? Tetapi lebih kepada, hari libur mau melakuan apa. Dan setiap orang punya aktivitas seru yang berbeda untuk mengisi hari liburnya.
Kalau saya, hari libur itu waktunya:
1. Santai
Kalau dari hari Senin sampai Jumat, hari dimulai sangat pagi. Jam tiga pagi harus sudah bangun, selepas shalat, tilawah dan menambah hafalan, karena kalau tidak begitu, tidak akan terkejar target setoran. Selepas shalat subuh langsung 'gedubrakan' menyiapkan sarapan, anak dan mengantar ke sekolah. Dan lanjut ikhtiar mencari nafkah. Full kegiatan sampai jam sembilan malam.
Makanya saat libur, saya agak malas beraktivitas. Shalat shubuh saja, murojaah sebentar lanjut berleha-leha di ranjang sampai terasa lapar. Kegiatan jauh lebih santai dan melambat.
2. Menambah jam tidur
Hari libur berarti menambah jam tidur. Entah sehabis subuh atau tidur siang. Itu nikmat sekali! Rasanya dendam kurang tidur selama seminggu terbalaskan.
3. Beberes rumah
Kalau misalkan hari biasa tidak sempat menyikat kamar mandi atau nyapu luar, maka kalau bisa hari libur terselesaikan.
4. Jogging sambil ke pasar
Ahai...ini kenikmatan hakiki para emak-emak di hari libur. Jalan pagi sambil ke pasar, sarapan jajan pasar dan balik bawa belanjaan untuk bahan masakan hari itu.
5. Piknik atau sekedar hang out dengan keluarga
Nah biasanya kalau berencana piknik atau hang out maka poin 1-4 di atas harus diabaikan. Bangun tidur dari Subuh terpaksa emak-emak harus sudah standby mempersiapkan agar piknik hari itu berjalan lancar.
6. Me time
Nah ini...terkadang kita para emak butuh untuk 'me time' sekedar 'nyalon' atau jalan hunting buku sendirian agar pikiran tetap waras. Tidak usah jalan ke luar asal dikasih waktu nonton TV seharian tanpa harus masak atau bebenah itu juga sudah seru.
Terkadang kalau memang butuh sekali jalan agak jauhan, maka sudah harus plot tanggal merah, hari kejepit nasional dari jauh hari, biar sempat booking tiket dan lainnya. 
Itu cara saya menikmati hari libur. Kalau kamu?

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya