Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

Dari Dilan ke Bumi Manusia


Suatu pagi sebelum berangkat ke sekolah, Sydney yang baru 6 tahun itu sedang asyik membaca buku tebal. Tahu apa buku yang dibaca?

DILAN

Iya...Sydney membaca buku DILAN... Novel yang 'nge-hits' dan film-nya laris manis itu. Saya bilang, "Sydney, itu bukan buku anak TK..."

"Loh mengapa?" Sydney mengangkat wajahnya yang sempat tenggelam tertutup buku tebal. 

"Iya...Dilan itu anak SMA, coba lihat bajunya. Itu bacaan anak SMA..." Jawab saya.

"Tapi aku suka...." Dia kembali membaca.

"Tidak Sydney! tidak boleh baca Dilan!" Saya lagi.

"Kenapa?" Tanya dia lagi.

"Karena itu bacaan dewasa!"

"Ok....kalau gitu biar eyang kung yang bacakan untuk Sydney..." Dia pun beringsut dan menghampiri eyang kung.

"Eyang....tolong bacakan ini...." Pinta Sydney. Eyang kung pun bingung. 

"Ini buku orang dewasa..." Kata Eyang kung.

"Nah, makanya Sydney minta eyang yang baca...." Kata Sydney.

"Dilan pergi ke pasar..." Eyang kung, pura-pura membaca. 

"Ahhh....masa Dilan pergi ke pasar? Sepertinya tidak ada adegan itu. Coba lihat!" Pinta Sydney sambil merebut buku Dilan itu kembali.

"Itu buku dewasa...." Saya merebut.

Sydney ngambek dan beringsut mengambil buku lain, BUMI MANUSIA karya Pramoedya Ananta Toer.

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya