Ketika Hijrah Menjadi Pilihan

Image
Bismillah!
Ceritanya hampir 2 minggu lalu, seorang kolega di sarang elang yang kini sudah berhijrah dan rajin mengirimi saya agenda kajian-kajian sunnah di seluruh penjuru Bintaro, BSD, dan sekitarnya mengirimi saya flyer tentang kajian hijrah yang digelar hasil kerja bareng MT Khoirotunnisa, nge-Fast, dan komunitas yukngaji!
Yang menarik dari kajian ini adalah kita semacam dibantu untuk kembali menemukan hakikat hidup yang sebenarnya sebelum berhijrah. Karena terkadang kita yang terlahir Islam menganggap sepele sebuah hakikat ke-Tauhid-an. Tahu adanya kewajiban shalat lima waktu dan ibadah lainnya, tapi tak pernah paham esensinya. Tahu kalau kita harus datang ke kajian, tapi kadang kita masih tebang pilih syariat, bahkan terkadang 'tidak berani' melangkah terlalu jauh. Tahu kalau tak ada sehelai daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Allah, tapi tetap menangis meraung-raung ketika ujian datang. 
Dan di kajian sebanyak 9 kali pertemuan ini mengulas tuntas esensi hijrah, tentang mafa…

Dari Dilan ke Bumi Manusia


Suatu pagi sebelum berangkat ke sekolah, Sydney yang baru 6 tahun itu sedang asyik membaca buku tebal. Tahu apa buku yang dibaca?

DILAN

Iya...Sydney membaca buku DILAN... Novel yang 'nge-hits' dan film-nya laris manis itu. Saya bilang, "Sydney, itu bukan buku anak TK..."

"Loh mengapa?" Sydney mengangkat wajahnya yang sempat tenggelam tertutup buku tebal. 

"Iya...Dilan itu anak SMA, coba lihat bajunya. Itu bacaan anak SMA..." Jawab saya.

"Tapi aku suka...." Dia kembali membaca.

"Tidak Sydney! tidak boleh baca Dilan!" Saya lagi.

"Kenapa?" Tanya dia lagi.

"Karena itu bacaan dewasa!"

"Ok....kalau gitu biar eyang kung yang bacakan untuk Sydney..." Dia pun beringsut dan menghampiri eyang kung.

"Eyang....tolong bacakan ini...." Pinta Sydney. Eyang kung pun bingung. 

"Ini buku orang dewasa..." Kata Eyang kung.

"Nah, makanya Sydney minta eyang yang baca...." Kata Sydney.

"Dilan pergi ke pasar..." Eyang kung, pura-pura membaca. 

"Ahhh....masa Dilan pergi ke pasar? Sepertinya tidak ada adegan itu. Coba lihat!" Pinta Sydney sambil merebut buku Dilan itu kembali.

"Itu buku dewasa...." Saya merebut.

Sydney ngambek dan beringsut mengambil buku lain, BUMI MANUSIA karya Pramoedya Ananta Toer.

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak