Berburu Dokter Spesialis Anak

Image
Sebelumnya, saya hampir tidak punya dokter spesialis anak favorit untuk anak saya Sydney. Semua terjadi begitu saja dan saya sama sekali tidak sempat survey untuk memilih rekanan dokter spesialis untuk anak. 
Sydney lahir prematur dengan beragam riwayat kesehatan yang mengharuskan dia mendapatkan perawatan khusus di salah satu rumah sakit swasta ternama di Bintaro. Dan Qadarallah, Sydney ditangani oleh dokter spesialis anak-anak prematur yang akhirnya menjadi dokter Sydney sampai dia usia hampir dua tahun. 
Setelah itu Sydney lebih banyak ditangani oleh dokter-dokter di Hermina Ciputat. Dua kali dirawat inap untuk kasus yang hampir sama yaitu diare. Selebihnya hanya penyakit biasa, yang terngeri ya flu Hongkong, gejala demam ala flu tapi muncul bintik-bintik seperti cacar.
Hanya saja sejak pertengahan tahun lalu, Qadarallah Sydney tetiba batuk tak sembuh-sembuh. Batuknya sih tidak parah hanya seperti berdehem, tapi cukup mengganggu buat saya orang tuanya. Sebelumnya memang Sydney rad…

Dari Dilan ke Bumi Manusia


Suatu pagi sebelum berangkat ke sekolah, Sydney yang baru 6 tahun itu sedang asyik membaca buku tebal. Tahu apa buku yang dibaca?

DILAN

Iya...Sydney membaca buku DILAN... Novel yang 'nge-hits' dan film-nya laris manis itu. Saya bilang, "Sydney, itu bukan buku anak TK..."

"Loh mengapa?" Sydney mengangkat wajahnya yang sempat tenggelam tertutup buku tebal. 

"Iya...Dilan itu anak SMA, coba lihat bajunya. Itu bacaan anak SMA..." Jawab saya.

"Tapi aku suka...." Dia kembali membaca.

"Tidak Sydney! tidak boleh baca Dilan!" Saya lagi.

"Kenapa?" Tanya dia lagi.

"Karena itu bacaan dewasa!"

"Ok....kalau gitu biar eyang kung yang bacakan untuk Sydney..." Dia pun beringsut dan menghampiri eyang kung.

"Eyang....tolong bacakan ini...." Pinta Sydney. Eyang kung pun bingung. 

"Ini buku orang dewasa..." Kata Eyang kung.

"Nah, makanya Sydney minta eyang yang baca...." Kata Sydney.

"Dilan pergi ke pasar..." Eyang kung, pura-pura membaca. 

"Ahhh....masa Dilan pergi ke pasar? Sepertinya tidak ada adegan itu. Coba lihat!" Pinta Sydney sambil merebut buku Dilan itu kembali.

"Itu buku dewasa...." Saya merebut.

Sydney ngambek dan beringsut mengambil buku lain, BUMI MANUSIA karya Pramoedya Ananta Toer.

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset