Kesibukan Ramadhan Tahun Ini

Image
Masih lama dari deadline pendaftaran 1 Mei 2018. Tapi panitia sudah mulai sibuk, cetak-cetak yang perlu dicetak, video editing dan narasi sudah mulai digarap oleh tim ahli.  Karena Insya Allah, tahun ini BEDA. 
Hafalan tahun ini didukung dengan audio visual yang mumpuni untuk mempermudah proses hafalan ala metode Kauny ini. Insya Allah menggunakan 'fun theory' tapi tetap syar'i. 
Memang cuma 2 hari tapi 'full schedule'. Meski ada target hafalan, peserta juga akan mendapatkan materi lain untuk pemahaman surah Al Kahfi. Ada juga games untuk memudahkan proses hafalan dengan menggunakan flash card khusus, makanya workshop menghafal ini cocok dari anak-anak, sampai dewasa. 
Tim kami tak hanya digawangi oleh Majelis Al Kahfi, ibu-ibu yang sudah duluan menghafal Al kahfi, juga ada para profesional lulusan universitas dan pesantren ternama.
Kami sebetulnya hanya kumpulan orang fakir ilmu yang masih akan terus belajar sampai mati, sambil mentransfer sedikit ilmu kami. Kala…

Pelajaran dari Bencana Tsunami Banten & Lampung


Dua hari lalu, Indonesia kembali dilanda bencana tsunami di Banten dan Lampung. Sedikitnya hampir 300 orang dinyatakan meninggal dunia, hampir 1.000 orang luka-luka. Belum termasuk kerusakan rumah, hotel/resor dan fasilitas umum.
Mengapa bisa terjadi Tsunami? 
Tsunami berasal dari bahasa Jepang, Tsu berarti pelabuhan dan Nami adalah gelombang ombak. Jadi secara sederhana Tsunami bisa diartikan  gelombang ombak yang menghantam dan menerjang pelabuhan. Pelabuhan di sini bisa diartikan daratan.
Tsunami merupakan gelombang laut berperiode panjang yang terbentuk akibat adanya energi yang merambat ke lautan akibat gempa bumi, letusan gunung berapi dan runtuhnya lapisan-lapisan kerak bumi yang diakibatkan bencana alam tersebut di samudra atau di dasar laut, peristiwa yang melibatkan pergerakan kerak bumi seperti pergeseran lempeng di dasar laut, atau dampak tumbukan meteor. Ketika lantai dasar samudera berpindah tempat dengan kecepatan tinggi, seluruh beban air laut di atasnya terkena dampaknya.
Bencana Tsunami yang terjadi tanggal 22 Desember 2018 kemarin akibat aktivitas tektonik, erupsi anak Gunung Krakatau yang berada di Banten. Dan pada saat yang bersamaan terjadi gelombang pasang akibat Purnama. Tetiba saya teringat dengan firman Allah SWT dalam Surat At Takwir ayat 6 dan Surat Al Infithaar ayat 3 yang artinya, "Dan apabila lautan dijadikan meluap."
Di dalam sebuah hadis Qudsi, musnad Al-Imam Ahmad telah di sebutkan dari Rasulullah SAW ,beliau bersabda:

“Tidak ada satu hari pun yg berlalu melainkan laut meminta izin kepada Rabb-Nya untuk menenggelamkan Bani Adam.”

Lautan 'jengkel' melihat ulah manusia yang seringkali zalim. Apalagi banyak pula manusia yang lebih percaya akan kekuatan laut ketimbang sang pemilik kekuatan Maha Dahsyat Allah SWT. 
Berkali-kali laut marah dan meminta izin untuk menenggelamkan daratan. Namun Allau SWT, berfirman
Sementara Allah SWT. berfirman:
“Biarkanlah hamba-Ku. Aku lebih tahu tentang dirinya ketika Aku menciptakannya dari tanah. Andaikan ia hamba kalian, maka urusannya terserah kalian. Karena ia hamba-Ku, maka ia berasal dari-Ku. dan urusannya terserah kepada-Ku."

Setenang-tenangnya lautan ternyata juga bisa kehilangan kesabaran dan 'mengamuk'. Dan konon tidak hanya lautan yang bisa 'marah'. Gunung-gunung pun tiap hari berdoa agar diizinkan untuk memberi 'pelajaran' pada manusia. Kalaupun alam bersahabat, itu karena kehendak Allah yang Maha Pengasih. 

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ
“Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya” (HR Muslim no 2878)
Berkata Al-Munaawi, أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ “Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu” (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 2/859)
Kita semua tahu bahwasanya kematian datang tiba-tiba…tidak peduli dengan kondisi seorang hamba apakah dalam keadaan ketaatan kepada Allah atau dalam keadaan sedang bermaksiat…, apakah dalam keadaan sakit ataupun dalam keadaan sehat… semuanya terjadi tiba-tiba. Tak ada yang tahu...Semoga kita semua meninggal dalam keadaan taat kepada Allah SWT. 
Mari kita doakan semoga korban dari bencana Tsunami Banten dan Lampung diterima amal ibadahnya oleh Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiin

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset