Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

Pelajaran dari Bencana Tsunami Banten & Lampung


Dua hari lalu, Indonesia kembali dilanda bencana tsunami di Banten dan Lampung. Sedikitnya hampir 300 orang dinyatakan meninggal dunia, hampir 1.000 orang luka-luka. Belum termasuk kerusakan rumah, hotel/resor dan fasilitas umum.
Mengapa bisa terjadi Tsunami? 
Tsunami berasal dari bahasa Jepang, Tsu berarti pelabuhan dan Nami adalah gelombang ombak. Jadi secara sederhana Tsunami bisa diartikan  gelombang ombak yang menghantam dan menerjang pelabuhan. Pelabuhan di sini bisa diartikan daratan.
Tsunami merupakan gelombang laut berperiode panjang yang terbentuk akibat adanya energi yang merambat ke lautan akibat gempa bumi, letusan gunung berapi dan runtuhnya lapisan-lapisan kerak bumi yang diakibatkan bencana alam tersebut di samudra atau di dasar laut, peristiwa yang melibatkan pergerakan kerak bumi seperti pergeseran lempeng di dasar laut, atau dampak tumbukan meteor. Ketika lantai dasar samudera berpindah tempat dengan kecepatan tinggi, seluruh beban air laut di atasnya terkena dampaknya.
Bencana Tsunami yang terjadi tanggal 22 Desember 2018 kemarin akibat aktivitas tektonik, erupsi anak Gunung Krakatau yang berada di Banten. Dan pada saat yang bersamaan terjadi gelombang pasang akibat Purnama. Tetiba saya teringat dengan firman Allah SWT dalam Surat At Takwir ayat 6 dan Surat Al Infithaar ayat 3 yang artinya, "Dan apabila lautan dijadikan meluap."
Di dalam sebuah hadis Qudsi, musnad Al-Imam Ahmad telah di sebutkan dari Rasulullah SAW ,beliau bersabda:

“Tidak ada satu hari pun yg berlalu melainkan laut meminta izin kepada Rabb-Nya untuk menenggelamkan Bani Adam.”

Lautan 'jengkel' melihat ulah manusia yang seringkali zalim. Apalagi banyak pula manusia yang lebih percaya akan kekuatan laut ketimbang sang pemilik kekuatan Maha Dahsyat Allah SWT. 
Berkali-kali laut marah dan meminta izin untuk menenggelamkan daratan. Namun Allau SWT, berfirman
Sementara Allah SWT. berfirman:
“Biarkanlah hamba-Ku. Aku lebih tahu tentang dirinya ketika Aku menciptakannya dari tanah. Andaikan ia hamba kalian, maka urusannya terserah kalian. Karena ia hamba-Ku, maka ia berasal dari-Ku. dan urusannya terserah kepada-Ku."

Setenang-tenangnya lautan ternyata juga bisa kehilangan kesabaran dan 'mengamuk'. Dan konon tidak hanya lautan yang bisa 'marah'. Gunung-gunung pun tiap hari berdoa agar diizinkan untuk memberi 'pelajaran' pada manusia. Kalaupun alam bersahabat, itu karena kehendak Allah yang Maha Pengasih. 

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ
“Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan kondisi meninggalnya” (HR Muslim no 2878)
Berkata Al-Munaawi, أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ “Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu” (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 2/859)
Kita semua tahu bahwasanya kematian datang tiba-tiba…tidak peduli dengan kondisi seorang hamba apakah dalam keadaan ketaatan kepada Allah atau dalam keadaan sedang bermaksiat…, apakah dalam keadaan sakit ataupun dalam keadaan sehat… semuanya terjadi tiba-tiba. Tak ada yang tahu...Semoga kita semua meninggal dalam keadaan taat kepada Allah SWT. 
Mari kita doakan semoga korban dari bencana Tsunami Banten dan Lampung diterima amal ibadahnya oleh Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiin

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya