Ketika Hijrah Menjadi Pilihan

Image
Bismillah!
Ceritanya hampir 2 minggu lalu, seorang kolega di sarang elang yang kini sudah berhijrah dan rajin mengirimi saya agenda kajian-kajian sunnah di seluruh penjuru Bintaro, BSD, dan sekitarnya mengirimi saya flyer tentang kajian hijrah yang digelar hasil kerja bareng MT Khoirotunnisa, nge-Fast, dan komunitas yukngaji!
Yang menarik dari kajian ini adalah kita semacam dibantu untuk kembali menemukan hakikat hidup yang sebenarnya sebelum berhijrah. Karena terkadang kita yang terlahir Islam menganggap sepele sebuah hakikat ke-Tauhid-an. Tahu adanya kewajiban shalat lima waktu dan ibadah lainnya, tapi tak pernah paham esensinya. Tahu kalau kita harus datang ke kajian, tapi kadang kita masih tebang pilih syariat, bahkan terkadang 'tidak berani' melangkah terlalu jauh. Tahu kalau tak ada sehelai daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Allah, tapi tetap menangis meraung-raung ketika ujian datang. 
Dan di kajian sebanyak 9 kali pertemuan ini mengulas tuntas esensi hijrah, tentang mafa…

5 Situs Terfavorit

Sepertinya sudah lebih dari lima tahun belakangan, saya sudah teramat jarang meng-update berita dari televisi. Meski terkadang masih juga sesekali menonton Upin dan Ipin dan beberapa kartun lainnya sambil menemani Sydney, anak saya. Tetapi sebagian besar sumber informasi saya didapat dari internet. Karena internet ada dalam genggaman saya, bisa dinikmati kapan saja dan dimana saja.

Jika dilihat dari skala kuantitas, situs mana yang paling sering dikunjungi. Maka paling tidak ada 5 situs ini yang selalu masuk dalam daftar bacaan sehari-hari.

1. Detik.com
Siapa yang tidak memasukkan detik.com sebagai 'makanan' sehari-hari? Yah, saya rasa hampir seluruh orang Indonesia yang 'melek' internet akan menjadikan situs detik.com sebagai acuan berita. Pasalnya detik.com adalah sebuah portal web yang berisi berita terkini yang dijamin paling cepat di antara media lainnya dan artikel online di Indonesia. Detik.com merupakan salah satu situs berita terpopuler di Indonesia. Berbeda dari situs-situs berita berbahasa Indonesia lainnya, Detik.com hanya mempunyai edisi online dan menggantungkan pendapatan dari bidang iklan.


2. Kompas.com
Situs kedua yang paling sering saya kunjungi adalah kompas.com. Sebelas dua belas dengan detik.com, kurang lebih isinya sama. Dahulu kala, awal mula saya menyukai kompas.com sebenarnya zamannya ada 'Kolom Kita' alias 'Koki' di Kompas.com yang diasuh oleh Z. Koki ini merupakan bentuk awalnya dari blog network Kompasiana. 

Saya bisa menghabiskan waktu seharian demi menuntaskan artikel-artikel seru di Koki. Bahkan saya bisa hafal alur cerita dari setiap kokiers (sebutan bagi member Koki) aktif yang sering posting cerita. Dan tentu saja saya suka tulisan mbak Z almarhumah yang ternyata dahulu istri dari teman saya waktu bekerja di Metro TV, Dadi R Sumaatmadja. Lucunya saya malah hanya membaca Koki setiap berkunjung ke Kompas.com dahulu.

Dan terus-terang, saya termasuk yang paling kecewa saat Koki dilebur menjadi Kompasiana. Sungguh Kompasiana itu beda jauh dengan Koki. Di Koki semacam ada ikatan emosional dengan para Kokier yang aktif menulis. Kalau di Kompasiana, saya bahkan tak terlalu peduli siapa yang menulis. 

Semenjak tak ada Koki di Kompas.com. Mengintip situs kompas.com karena tautan berita dari medsos. Dan yah untuk saat ini saya lebih sering membuka detik.com dan kompas.com untuk berita.

3. Historia.id
Pada dasarnya saya penggemar sejarah. Makanya saya suka sekali membaca artikel-artikel sejarah di Historia.id. Saya seringkali 'terbawa' ke masa itu. 

Banyak sejarah-sejarah penting yang ternyata saya belum tahu, dan saya dapat malah di Historia.id. Menurut saya, historia.id adalah situs terpercaya yang dibuat semenarik mungkin. Membaca artikel di historia.id seperti membaca novel tapi penuh dengan pengetahuan sejarah.

4. Kumparan.com
Akhir-akhir ini saya suka sekali membaca artikel di kumparan.com. Artikelnya terasa 'renyah' untuk dikunyah habis dan bikin nagih. Bahasanya ringan dan 'nge-pop' sekali. Ini cocok bagi Anda yang suka 'soft news'.

5. Vice.com
Vice Indonesia ini ternyata keren. Banyak artikel-artikel berat yang dikupas tuntas dengan gaya mirip seperti majalah kecil Intisari jaman dulu. Saya sukanya, vice mengambil angle yang berbeda dari isu yang sedang hot. 

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak