Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

5 Kota yang Harus Saya Kunjungi Sebelum Mati


Sebenarnya ini tema hari ke-13 dari 30 hari blog challenge yang digelar Blogger Perempuan Network (BPN). Hanya saja, sepanjang akhir pekan, jadwal saya padat merayap. Sebenarnya semalam sudah berniat mau membuka laptop dan mulai mengetik. Ternyata saya malah tertidur pulas sampai fajar menjelang. Dan baru sekarang saya sempat membuka laptop.

Selain Kota Mekah dan Madinah yang merupakan kota tujuan umroh dan haji seluruh muslim di dunia. Maka kota lainnya yang harus saya sambangi sebelum mati adalah 5 kota ini.Kebetulan 5 kota ini juga merupakan saksi bisi peradapan Islam di masa lampau. Kota manakah itu?


1. Yerussalem, Israel

Kota ini merupakan kota penting bagi umat Islam, Yahudi dan Kristen. Bagi umat Muslim, bagian yang paling penting dari kota ini adalah Masjid Al Aqsa. Masjid Al Aqsa adalah sebuah kompleks di Kota Tua Yerusalem yang di dalamnya terdiri dari banyak situs, diantaranya Kubah Batu (Dome of Rock/Qubbatu Shakhrakh) yang berkubah emas, Masjid Marwani, Masjid Buraq, dan Masjid Qibly.   Di dalam Dome of Rock, ada batu yang diyakini sebagai tempat singgah Nabi Muhammad sebelum naik ke langit ketika Isra Mi’raj.

2. Alexandria, Mesir
Alexandria yang dahulunya dikenal dengan nama Iskandariyah terletak 225 kilometer dari Kairo, Mesir. Kota ini dijuluki The Pearl of the MediterraneanIa dibangun oleh Alexander the Great (Alexander Agung), penguasa Kekaisaran Makedonia, sebuah negeri di timur laut Yunani. Pada masa jayanya, Alexander berhasil memimpin ke kaisaran terbesar pada masa sejarah kuno, yang membentang mulai dari Laut Ionia sampai pegunungan Himalaya. Ketika menaklukkan Mesir, ia membangun Alexandria dan menjadikannya sebagai ibu kota kekaisaran.
Di kota ini terdapat Masjid Attarine yang semula merupakan gereja, kemudian diubah menjadi masjid ketika Arab berkuasa. Selain itu ada masjid terbesar yang bernama Masjid Abu Al Abbas Mursi.
Ada pula Benteng Qaitbay yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Qaitbay tahun 1480, serta perpustakaan Universitas Iskandariyah yang merupakan perpustakaan tertua dan super besar.


3. Granada & Cordoba, Spanyol

Daya tarik utama Granada adalah komplek istana Alhambra yang terletak di atas bukit dekat Sierra Nevada. Istana Alhambra, yang juga berfungsi sebagai benteng, dibangun pada abad XIV oleh perwakilan dinasti Moorish terakhir di Andalusia. 
Istana Alhambra mencerminkan tradisi dan budaya Muslim pada masa itu. Sedangkan saat ini, Alhambra adalah salah satu destinasi wisata utama di Spanyol yang mampu menarik ribuan wisatawan, terutama umat Muslim, dan merupakan bukti peradaban Islam di Spanyol.
Kota sejarah peradaban Islam lainnya di Andalusia adalah Cordoba, didirikan sejak zaman kuno, tetapi lebih dikenal sebagai ibukota kekhalifahan Cordoba yang terkenal. Sekitar abad 10, Cordoba adalah salah satu pusat kebudayaan dan ekonomi dunia, dan mungkin kota terpadat di Eropa Barat.


4. Fez, Maroko

Kota Fez sering dijuluki sebagai Mecca of West. Kota ini merupakan salah satu kota kerajaan tertua di dunia. Kawasan kota tuanya yang disebut sebagai Fes El Baliditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO.
Salah satu yang menarik, di kota ini terdapat University of Al Kairaouine yang didirikan sejak 859 sebelum Masehi, dan Masjid Kairaouine yang bisa menampung hingga 20 ribu jamaah. Pada masa kejayaan Islam, universitas (jami'ah) yang berada di jantung kota Fez ini menjadi tujuan menuntut ilmu dari para mahasiswa mancanegara, baik dari dunia Islam maupun Eropa.

5. Istanbul, Turki
Kota ini dulu bernama Konstantinopel sebelum akhirnya diubah menjadi Istanbul oleh Kerajaan Ottoman di bawah pimpinan Sultan Muhammad II. Nama Istanbul berarti 'kota Islam'. Sejumlah bangunan menjadi saksi kejayaan Islam pada masa Ottoman. Contohnya Hagia Sophia, sebuah bangunan peninggalan zaman Bizantium yang awalnya merupakan gereja, kemudian diubah menjadi masjid, dan kini menjadi museum.
Salah satu obyek wisata yang tidak boleh dilewatkan di negara ini adalah Topkapi Palace, istana raja pada abad ke-15 sampai 17 yang ditetapkan sebagai situs warisan budaya dunia UNESCO dan kini berfungsi sebagai museum. Topkapi Palace menyimpan banyak benda peninggalan Rasulullah SAW, seperti pedang, mantel, gigi hingga jejak telapak kaki.

Comments

  1. Replies
    1. iyaaa pulang bawa 'banyak'. Aku soalnya bukan tipe yang kalo pergi cuma pengen makan, bobo atau berenang. Hihihi

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya