Ketika Hijrah Menjadi Pilihan

Image
Bismillah!
Ceritanya hampir 2 minggu lalu, seorang kolega di sarang elang yang kini sudah berhijrah dan rajin mengirimi saya agenda kajian-kajian sunnah di seluruh penjuru Bintaro, BSD, dan sekitarnya mengirimi saya flyer tentang kajian hijrah yang digelar hasil kerja bareng MT Khoirotunnisa, nge-Fast, dan komunitas yukngaji!
Yang menarik dari kajian ini adalah kita semacam dibantu untuk kembali menemukan hakikat hidup yang sebenarnya sebelum berhijrah. Karena terkadang kita yang terlahir Islam menganggap sepele sebuah hakikat ke-Tauhid-an. Tahu adanya kewajiban shalat lima waktu dan ibadah lainnya, tapi tak pernah paham esensinya. Tahu kalau kita harus datang ke kajian, tapi kadang kita masih tebang pilih syariat, bahkan terkadang 'tidak berani' melangkah terlalu jauh. Tahu kalau tak ada sehelai daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Allah, tapi tetap menangis meraung-raung ketika ujian datang. 
Dan di kajian sebanyak 9 kali pertemuan ini mengulas tuntas esensi hijrah, tentang mafa…

"Tidak Semudah Itu, Ferguso!"


Kalau Anda netizen, yang saban hari 'main' sosmed, pasti tahu  meme atau ungkapan yang lagi hits di jagat maya ini.

"Tidak semudah itu, Ferguso!"

Ungkapan ini biasanya dilontarkan untuk mengomentari sesuatu yang tidak mudah diwujudkan, tapi dengan dengan nada 'nyinyir'.

Misalkan pada kasus seperti ini,

Guru : "Besok libur ya...karena kami ada rapat guru"
murid-murid : "Horeeee!"
Guru : "Hoooo....tidak semudah itu, Ferguso! Ada tugas kelompok untuk besok di rumah."

Pada kasus itu artinya, besok libur tapi tidak sepenuhnya libur. Karena ada tugas kelompok untuk mengisi hari tidak sekolah.

Lalu darimanakah asal kata "Tidak semudah itu, Ferguso!"

Rupanya nama Ferguso terinspirasi dari telenovela alias sinetron Amerika Latin yang berjudul Marimar. Memang tidak ada nama tokoh Ferguso di telenovela yang sempat nge-hits di era tahun 90-an itu. Tetapi ada nama anjing kesayangan Marimar yang bernama Pulgoso. Namun lidah Indonesia lebih mudah menyebut 'Ferguso' ketimbang 'Pulgoso'.

Mengulik sedikit tentang kisah Marimar. Marimar adalah gadis lugu yang tinggal di gubuk bersama kakek dan neneknya. Meskipun miskin, namun Marimar selalu bahagia. Marimar jatuh cinta dengan pemuda tampan bernama Sergio tapi, sayangnya percintaan mereka tidak berjalan lancar karena ditentang oleh keluarga Sergio yang tidak setuju karena perbedaan kekayaan mereka.

Salah satu tokoh penting di telenovela ini selain Marimar yang diperankan oleh Thalia, kemudian Sergio. Pulgoso si anjing yang setia juga salah satu yang membuat novel ini hidup dan digandrungi di Meksiko dan Indonesia.

Jadi begitulah ceritanya.

"Tidak semudah itu, Ferguso!"


Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak