Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

"Tidak Semudah Itu, Ferguso!"


Kalau Anda netizen, yang saban hari 'main' sosmed, pasti tahu  meme atau ungkapan yang lagi hits di jagat maya ini.

"Tidak semudah itu, Ferguso!"

Ungkapan ini biasanya dilontarkan untuk mengomentari sesuatu yang tidak mudah diwujudkan, tapi dengan dengan nada 'nyinyir'.

Misalkan pada kasus seperti ini,

Guru : "Besok libur ya...karena kami ada rapat guru"
murid-murid : "Horeeee!"
Guru : "Hoooo....tidak semudah itu, Ferguso! Ada tugas kelompok untuk besok di rumah."

Pada kasus itu artinya, besok libur tapi tidak sepenuhnya libur. Karena ada tugas kelompok untuk mengisi hari tidak sekolah.

Lalu darimanakah asal kata "Tidak semudah itu, Ferguso!"

Rupanya nama Ferguso terinspirasi dari telenovela alias sinetron Amerika Latin yang berjudul Marimar. Memang tidak ada nama tokoh Ferguso di telenovela yang sempat nge-hits di era tahun 90-an itu. Tetapi ada nama anjing kesayangan Marimar yang bernama Pulgoso. Namun lidah Indonesia lebih mudah menyebut 'Ferguso' ketimbang 'Pulgoso'.

Mengulik sedikit tentang kisah Marimar. Marimar adalah gadis lugu yang tinggal di gubuk bersama kakek dan neneknya. Meskipun miskin, namun Marimar selalu bahagia. Marimar jatuh cinta dengan pemuda tampan bernama Sergio tapi, sayangnya percintaan mereka tidak berjalan lancar karena ditentang oleh keluarga Sergio yang tidak setuju karena perbedaan kekayaan mereka.

Salah satu tokoh penting di telenovela ini selain Marimar yang diperankan oleh Thalia, kemudian Sergio. Pulgoso si anjing yang setia juga salah satu yang membuat novel ini hidup dan digandrungi di Meksiko dan Indonesia.

Jadi begitulah ceritanya.

"Tidak semudah itu, Ferguso!"


Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya