Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

Ode untuk Lelaki Kecilku

Tidak ada yang lebih indah daripada kehadiran kamu anakku! Dari jauh hari aku sudah tahu kamu memang dikirim Allah untuk menemani hari-hariku yang sepi. 
Aku tahu anakku, satu hari nanti kamu akan berjalan menuju negeri dimana mimpi masih menari di malam-malammu. Mungkin di dalamnya penuh dengan warna-warni kehidupan yang terasa asing buatmu kini.
Kakimu anakku, akan melangkah menapakki waktu-waktu yang sesekali akan berkhianat padamu. Tetapi anakku, jangan pernah takut untuk tetap melangkah selagi kau menyandarkan harap hanya kepada Allah Sang Pemilik Hidup. Tak peduli, seberat apa ujian hidup akan menghadang. Jangan biarkan hatimu hampa tanpa kehadiran Allah.
Dan bila suatu hari nanti, kamu tak sanggup lagi menahan air mata. Biarkan ia keluar bersama doa-doa yang kau panjatkan, sayangku.  Jangan takut terhadap airmata, karena di dalamnya ada kekuatan yang sempurna. Lelaki boleh menangis anakku. Hanya kesombonganlah yang membuat orang berpikir airmata adalah kelemahan. Airmata seperti halnya tawa, sebuah emosi yang sama-sama kita butuhkan dalam hidup. Anakku, jika kamu mengenal airmatamu, kamu akan bisa berbicara dengan hatimu.
Aku tahu anakku, satu hari nanti kamu akan berkelana di dalam dunia yang di dalamnya mungkin tak hanya ada putih, tetapi hitam dan abu-abu. Jangan takut anakku! Tetaplah melangkah berpedoman Al Quran dan Hadits. Sebagaimana aku dan para assatidz mengajarkanmu. 
Aku tahu, tidak mudah menjadi kamu, anakku. Lahir dalam keluarga yang tidak bisa dibilang sempurna. Bahkan ketidaksempurnaan sudah akrab denganmu, jauh sejak kamu masih di dalam kandungan. Lagipula mana ada yang sempurna di dunia ini? Justru ketidaksempurnaan membuat kita berdua semakin tahu tujuan hidup. Aku dan kamu berjuang menghafal Quran sambil memperbaiki diri, agar kelak suatu hari nanti kita punya kesempatan untuk bisa ke surga bersama orang-orang yang sudah demikian baik kepada kita.
Ingat anakku, menjadi lembutlah selalu. Karena di dalam kelembutan itulah Allah ada. Betul, Allah ada di dalam hening dan diam yang sejati. Jadi selalu heningkanlah hatimu, tenangkan selalu riuhnya kepalamu. Di dalam heningmu kamu akan menemukan dirimu, keutuhan dan cinta yang penuh dari hidup ini.
Aku tahu anakku, suatu hari aku akan terbang bersama waktu. Jasadku akan hancur terurai menjadi tanah saat ruhku sudah kembali pada Allah Sang Pemilik Hidup. Saat itu, tak ada yang bisa kulakukan, selain berharap ayat demi ayat yang dulu pernah aku ajarkan tetap melantun setiap saat bersama doa-doamu untukku. Juga kabar langit tentang kamu si anak sholeh yang menjadi perbincangan para malaikat.
Selamat ulang tahun, anakku! Tak banyak pesanku, untukmu. Selain, "Takutlah pada Allah!" 
Karena kalau kau takut pada Allah, maka kamu takut untuk tidak melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kau juga takut untuk berbuat curang, menyakiti makhluk lain. Karena semuanya nanti akan dipertanggung-jawabkan di akhirat. 

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya