Resolusi Tahun 2020

Image
Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di awal tahun 2020. Tahun yang dulu saya pikir sangat 'sophisticated' seperti film The Matrix dan Science Fiction lainnya yang mengumbar kecanggihan tahun 2020. Atau malah awal dari apocalypse dunia.
Ternyata tahun 2020 tidak seheboh bayangan masa kecil saya, dimana dunia sudah sedemikian canggih dan penuh robot. Walau memang lebih canggih untuk beberapa inovasi, tapi ya masih tidak terlalu signifikan. 
"Yang canggih mah canggih. Yang terbelakang ya tetap terbelakang, susah listrik apalagi jaringan internet."
Lalu apa resolusi tahun barumu? Masihkah target-target dunia masuk dalam list?
Al-Qur’an surat al-Anbiyâ’ (21): 35 dan al-Ankabût (29): 57 menyebutkan bahwa semua yang bernyawa akan mati. Bahkan dalam surat al-A’râf (7): 34 ditegaskan bahwa semua umat mempunyai ajal (batas waktu) yang telah ditentukan oleh Allah. Ketika ajal tersebut sudah tiba, maka tidak bisa ditunda ataupun dipercepat barang sesaatpun. Namun demikian, kematian bu…

Apakabar luka?


“People come and go. Everyone that’s been in your life has been there for a reason, to teach you, to love you, or to experience life with you.” 

Sepanjang hidup, entah sudah berapa banyak orang yang datang, singgah, dan kemudian pergi lagi. Ada yang singgah dengan membawa segala kenangan indah, ada juga yang pergi sambil menorehkan luka yang tak akan sembuh kecuali keajaiban.

Dan saya yakin, saya adalah bagian dari orang-orang yang datang dan pergi di dalam kehidupan orang lain. Ada yang tetap mengingat saya sebagai orang baik. Dan mungkin ada juga, segelintir yang mengingat saya sebagai orang jahat yang sukses meninggalkan luka menganga.

Saya bukan tipe orang yang gampang terluka, tetapi juga bukan berarti saya tak pernah terluka. Bila saya terluka, maka butuh waktu yang sangat lama untuk menyembuhkannya. Dan biasanya butuh banyak sekali luka, hingga akhirnya saya mengaduh dan mengakui kalau saya benar-benar terluka. 

Orang-orang di dekat saya tahu persis, betapa saya terlalu kuat untuk dilukai. Tetapi sekalinya terluka, maka seluruh dunia bisa tahu. Walau sisi baik saya seringkali mengingatkan saya untuk tidak terlalu mengingat luka. Tetapi sisi buruk saya, mendorong saya untuk memberikan pembalasan yang setimpal atas luka menganga. Akhirnya yang menang adalah, saya diam setelah menyelesaikan seperempat dari pembalasan dendam. 

Bukan untuk membalas luka orang yang melukai saya. Bukan! Tetapi lebih kepada untuk menyelamatkan kewarasan saya. Toh, sekuat-kuatnya cermin juga bisa retak. Bila didiamkan, mungkin akan hancur berantakan.

Untuk kamu yang melukai saya...Tolong jangan meminta lebih dari maaf saya. Izinkan saya pergi, menghapus rentetan luka, dan memulai hidup baru. 




Comments

Popular posts from this blog

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Pecak Timun Betawi