Ketika Hijrah Menjadi Pilihan

Image
Bismillah!
Ceritanya hampir 2 minggu lalu, seorang kolega di sarang elang yang kini sudah berhijrah dan rajin mengirimi saya agenda kajian-kajian sunnah di seluruh penjuru Bintaro, BSD, dan sekitarnya mengirimi saya flyer tentang kajian hijrah yang digelar hasil kerja bareng MT Khoirotunnisa, nge-Fast, dan komunitas yukngaji!
Yang menarik dari kajian ini adalah kita semacam dibantu untuk kembali menemukan hakikat hidup yang sebenarnya sebelum berhijrah. Karena terkadang kita yang terlahir Islam menganggap sepele sebuah hakikat ke-Tauhid-an. Tahu adanya kewajiban shalat lima waktu dan ibadah lainnya, tapi tak pernah paham esensinya. Tahu kalau kita harus datang ke kajian, tapi kadang kita masih tebang pilih syariat, bahkan terkadang 'tidak berani' melangkah terlalu jauh. Tahu kalau tak ada sehelai daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Allah, tapi tetap menangis meraung-raung ketika ujian datang. 
Dan di kajian sebanyak 9 kali pertemuan ini mengulas tuntas esensi hijrah, tentang mafa…

5 Barang yang Selalu Ada di Tas Saya


Akhirnya seminggu pertama tantangan dari Blogger Perempuan sudah terlewati. Saya bahkan belum mengambil opsi tema alternatif yang diberikan. Semua masih mengikuti pakem. Pada hari kedelapan ini, saya akan bongkar isi tas saya demi memenuhi tantangan #BPN30DayBlogChallenge2018. 

Saya termasuk orang yang tidak terlalu ribet soal tas. Tas besar atau kecil tak masalah, asal setidaknya 5 barang ini, terangkut semua. Jadi setidaknya butuh tas ukuran medium untuk menampung semuanya. Kecuali kalau hanya ke supermarket atau pasar yang tujuannya hanya belanja kebutuhan sehari-hari. Biasanya saya hanya bawa dompet dan ponsel. Terkadang malah tidak bawa ponsel.

Okelah, mari kita bedah, barang wajib pengisi tas saya:

1. iPhone

Yeah...ini iPhone 5C berwarna biru muda. Termasuk limited edition di zamannya. Lumayan mungil dan bisa masuk kantong. Saya termasuk setia pada satu barang, jadi kalau suatu barang belum rusak atau hilang, ya tak akan diganti. Kalau suatu hari harus ganti biasanya pakai ritual 'nangis bombay'.

Sebetulnya aslinya ponsel ini adalah ponsel pengganti dadakan ketika saya harus kehilangan iPhone 6 Plus 128 GB warna putih (Si Putih) 3,5 tahun lalu, kecopetan di commuter line. Gokilnya, sampai detik ini, si iPhone menyampaikan kabar keberadaannya. Sudah puluhan kali, hacker yang berupaya menjebol pertahanan si iPhone mengirimkan spam email dengan harapan bisa membuat saya lengah dan memberikan akses email atau akun Apple saya. Tetapi tidak!

Yeah, iPhone punya teknologi super canggih yang tak bisa dijebol siapapun kecuali pemilik asli yang sudah terdaftar di Apple. Setelah kejadian kecopetan dahulu, saya sempat mengunci iPhone saya dengan meminjam iPhone Kepala Stasiun Duri, memasukkan daftar Lost Iphone dan memberikan pesan "kembalikan iPhone saya! bla...bla...bla...". Pesan itu akan terbaca bila seseorang mencoba menyalakan iPhone. Dan bila Iphone itu tersambung ke internet, si iPhone akan memberikan kabar ke ponsel saya. 

Padahal saya sudah sempat melacak ke penadah barang curian, dan ketua geng penjebol ponsel pintar namun hasilnya nihil. Si ketua geng malah menawarkan saya uang bila saya mau menghapus iPhone saya dari data lost iPhone. 

"Loh...berarti dia tahu dong ya, iPhone saya ada dimana?"

Anyway, saya masih sabar kok menanti. Tidak akan pernah saya hapus dari akun Apple saya. Biar tidak ada yang bisa memiliki iPhone itu kecuali saya.

Oke, balik lagi ke iPhone berwarna biru muda kesayangan saya ini. Saya bisa 'mati gaya' bila lupa membawanya. Saya lebih bisa tenang tidak bawa dompet ketimbang tidak bawa ponsel. Karena bahkan dengan satu iPhone hampir semua persoalan yang bisa diselesaikan dengan uang di dompet bisa kelar. Saya punya saldo Go-Pay yang cukup untuk kemana saja, dan beli makan kalau lapar.

2. Modem Bolt

Modem pasca bayar ini wajib ada di tas, apalagi kalau saya bawa laptop dan butuh koneksi internet. Saya lebih percaya bawa modem sendiri ketimbang, ramai-ramai pakai public wifi yang saya tidak tahu keamanannya. 

Sebagai orang yang sering bertransaksi e-banking, saya butuh koneksi internet yang terpercaya. Dan lagi pula saya pernah trauma seluruh akun saya dijebol oleh orang yang tak bertanggung jawab. Tapi beruntung, saya bukan orang bodoh. Pelakunya yang ada di belahan bumi sana, jauh dari Indonesia, saya 'meja-hijaukan'. Tapi saya akhirnya hentikan perkara dan hanya minta dia dipecat dari perusahaan Swiss itu. Salah sendiri 'main-main' dengan saya!

3. Dompet

Dompet kulit sapi yang sudah bertahun-tahun setia menemani saya ini, punya ruang yang cukup banyak untuk menampung aneka kartu, uang kertas, uang logam, dan lainnya. Terkadang, saya masukan juga modem dan iPhone. Pulpen dan notes.

4. Al Quran

Mungkin ini bukan barang yang lazim masuk di tas orang-orang. Namun saya tidak bisa kalau tidak bawa Al Quran & terjemahan kesayangan berwarna biru dongker ini. Saya memang lagi ikhtiar menghafalkan Quran yang harus setoran tiap hari, belum lagi ikut keanggotaan One Day One Juz (ODOJ).

Jadi saya usahakan untuk selalu memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk murojaah dan membaca Al Quran. Bahkan pada saat saya menstruasi sekalipun saya tidak bisa lepas dari Al Quran & terjemahan ini. Bukan untuk mengaji, biasanya untuk jaga-jaga kalau ada ayat yang lupa saat saya murojaah di jalan, kereta, bis, kapal atau bahkan pesawat. Jadi saya bisa mengintip. Dan kadang saya membaca terjemahannya saja.

Kok repot amat bawa Al Quran yang tidak enteng? Bukannya bisa pakai aplikasi ponsel? 

Saya sih ada aplikasi Al Quran di iPhone saya. Tetapi saya lebih suka menggunakan Al Quran sungguhan, jadi kekhusyukan saya membaca atau menghafal Quran tidak terganggu oleh notifikasi pesan masuk atau yang lainnya.

5. Compact Powder Wardah

Biar dibilang perempuan, bawa bedak. Tapi biasanya itu cuma buat 'ngaca' aja sih. Saya tipe yang malas dandan. Butuh lebih dari dua tahun untuk menghabiskan bedak. Apalagi lipstik!?! Alhasil, kosmetika ganti bukan karena sudah habis, tetapi karena kadaluarsa. Alhamdulillah sudah cantik alami jadi tak perlu bedakan (jangan dikeplak ya saya! hahahha).

Mengapa mesti Wardah?

Karena selain ini salah satu brand kosmetika halal terkemuka di Indonesia. Dan itu juga pemberian, kebetulan cocok di wajah. 


Comments

  1. Replies
    1. Aamiin.... Ayo mbak menjajal supaya ketagihan juga berdekatan dengan Quran

      Delete
  2. Aku juga pingin punya modem bolt mba, tapi pernah baca-baca dan nanya orang, jangkauannya belum luas

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa....Bolt hanya bagus di kota besar. Terkadang di beberapa tempat pun tak ada jaringan.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak