Berburu Dokter Spesialis Anak

Image
Sebelumnya, saya hampir tidak punya dokter spesialis anak favorit untuk anak saya Sydney. Semua terjadi begitu saja dan saya sama sekali tidak sempat survey untuk memilih rekanan dokter spesialis untuk anak. 
Sydney lahir prematur dengan beragam riwayat kesehatan yang mengharuskan dia mendapatkan perawatan khusus di salah satu rumah sakit swasta ternama di Bintaro. Dan Qadarallah, Sydney ditangani oleh dokter spesialis anak-anak prematur yang akhirnya menjadi dokter Sydney sampai dia usia hampir dua tahun. 
Setelah itu Sydney lebih banyak ditangani oleh dokter-dokter di Hermina Ciputat. Dua kali dirawat inap untuk kasus yang hampir sama yaitu diare. Selebihnya hanya penyakit biasa, yang terngeri ya flu Hongkong, gejala demam ala flu tapi muncul bintik-bintik seperti cacar.
Hanya saja sejak pertengahan tahun lalu, Qadarallah Sydney tetiba batuk tak sembuh-sembuh. Batuknya sih tidak parah hanya seperti berdehem, tapi cukup mengganggu buat saya orang tuanya. Sebelumnya memang Sydney rad…

Tentang Penulis


Perempuan penyuka warna biru yang lahir pada tanggal 19 Maret ini adalah pemimpi besar. Lulusan Madrasah Pembangunan, SMPN 87 Pondok Pinang, SMUN 70 Bulungan Jakarta, dan Agribisnis IPB angkatan 37 yang sedari kecil suka membaca dan menulis ini, baru memulai debutnya sebagai penulis selepas kuliah saat bekerja di PT Samudera Indonesia. 

Sebuah novel cinta yang ditulisnya pada tahun 2006 berjudul ”Surat Cinta Saiful Malook” menjadi awal karirnya sebagai penulis, sebuah impian masa kecilnya. Setelah itu ada enam buku yang tercipta dari tangannya, antara lain; The Chosen Prince, Sekuntum Laila dan Haru Biru si Ibu Baru. Serta ratusan cerpen dan artikel yang tersebar di sejumlah media.

Penulis pernah menghabiskan tahun-tahun terbaiknya  di Metro TV. Hingga kemudian memilih mundur demi melanjutkan studi di New York. Sempat menjadi bagian penting dari jakartakita.com,  kemudian memilih menjadi guru mengaji di Rumah Quran Ar Rahman, sambil ikhtiar menghafalkan Quran. Dan kemudian akhirnya kembali berkarir di media.

Satu impiannya adalah, suatu saat bisa mendarma-baktikan gelar kesarjanaan yang didapat dari IPB untuk kemajuan pertanian Indonesia. Dan kini dirinya masih mengembara dalam khayal, menarikan jari-jemarinya di atas keyboard mencipta tulisan sambil terus memupuk mimpi, kelak suatu hari tulisannya akan mengguncang dunia. 

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset