Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

Tentang Penulis


Perempuan penyuka warna biru yang lahir pada tanggal 19 Maret ini adalah pemimpi besar. Lulusan Madrasah Pembangunan, SMPN 87 Pondok Pinang, SMUN 70 Bulungan Jakarta, dan Agribisnis IPB angkatan 37 yang sedari kecil suka membaca dan menulis ini, baru memulai debutnya sebagai penulis selepas kuliah saat bekerja di PT Samudera Indonesia. 

Sebuah novel cinta yang ditulisnya pada tahun 2006 berjudul ”Surat Cinta Saiful Malook” menjadi awal karirnya sebagai penulis, sebuah impian masa kecilnya. Setelah itu ada enam buku yang tercipta dari tangannya, antara lain; The Chosen Prince, Sekuntum Laila dan Haru Biru si Ibu Baru. Serta ratusan cerpen dan artikel yang tersebar di sejumlah media.

Penulis pernah menghabiskan tahun-tahun terbaiknya  di Metro TV. Hingga kemudian memilih mundur demi melanjutkan studi di New York. Sempat menjadi bagian penting dari jakartakita.com,  kemudian memilih menjadi guru mengaji di Rumah Quran Ar Rahman, sambil ikhtiar menghafalkan Quran. Dan kemudian akhirnya kembali berkarir di media.

Satu impiannya adalah, suatu saat bisa mendarma-baktikan gelar kesarjanaan yang didapat dari IPB untuk kemajuan pertanian Indonesia. Dan kini dirinya masih mengembara dalam khayal, menarikan jari-jemarinya di atas keyboard mencipta tulisan sambil terus memupuk mimpi, kelak suatu hari tulisannya akan mengguncang dunia. 

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya