Lelaki Dayuts

Image
ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya (dayuts).” (HR. Ahmad 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain) Lalu siapakah lelaki Dayuts itu? Imam adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “Dayûts adalah orang yang membenarkan keburukan pada keluarganya, yaitu tetap menganggap baik pada keluarganya (padahal ada kemungkaran yang nyata -pen), kita berlindung kepada Allâh dari hal itu. [Al-Kabâ-ir, hlm. 137] Imam Ibnul Manzhûr berkata, “Dayûts adalah orang yang tidak cemburu kepada keluarganya”. [Lisânul ‘Arab, 4/456] Sedang Imam ‘Ali al-Qâri rahimahullah berkata, “Dayûts adalah orang yang membenarkan keburukan pada keluarganya, yaitu dengan mendiamkannya. Yang masuk dalam ketagoeri keluarganya yaitu istriny…

Tentang Penulis


Perempuan penyuka warna biru yang lahir pada tanggal 19 Maret ini adalah pemimpi besar. Lulusan Madrasah Pembangunan, SMPN 87 Pondok Pinang, SMUN 70 Bulungan Jakarta, dan Agribisnis IPB angkatan 37 yang sedari kecil suka membaca dan menulis ini, baru memulai debutnya sebagai penulis selepas kuliah saat bekerja di PT Samudera Indonesia. 

Sebuah novel cinta yang ditulisnya pada tahun 2006 berjudul ”Surat Cinta Saiful Malook” menjadi awal karirnya sebagai penulis, sebuah impian masa kecilnya. Setelah itu ada enam buku yang tercipta dari tangannya, antara lain; The Chosen Prince, Sekuntum Laila dan Haru Biru si Ibu Baru. Serta ratusan cerpen dan artikel yang tersebar di sejumlah media.

Penulis pernah menghabiskan tahun-tahun terbaiknya  di Metro TV. Hingga kemudian memilih mundur demi melanjutkan studi di New York. Sempat menjadi bagian penting dari jakartakita.com,  kemudian memilih menjadi guru mengaji di Rumah Quran Ar Rahman, sambil ikhtiar menghafalkan Quran. Dan kemudian akhirnya kembali berkarir di media.

Satu impiannya adalah, suatu saat bisa mendarma-baktikan gelar kesarjanaan yang didapat dari IPB untuk kemajuan pertanian Indonesia. Dan kini dirinya masih mengembara dalam khayal, menarikan jari-jemarinya di atas keyboard mencipta tulisan sambil terus memupuk mimpi, kelak suatu hari tulisannya akan mengguncang dunia. 

Comments

Popular posts from this blog

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019