Ketika Hijrah Menjadi Pilihan

Image
Bismillah!
Ceritanya hampir 2 minggu lalu, seorang kolega di sarang elang yang kini sudah berhijrah dan rajin mengirimi saya agenda kajian-kajian sunnah di seluruh penjuru Bintaro, BSD, dan sekitarnya mengirimi saya flyer tentang kajian hijrah yang digelar hasil kerja bareng MT Khoirotunnisa, nge-Fast, dan komunitas yukngaji!
Yang menarik dari kajian ini adalah kita semacam dibantu untuk kembali menemukan hakikat hidup yang sebenarnya sebelum berhijrah. Karena terkadang kita yang terlahir Islam menganggap sepele sebuah hakikat ke-Tauhid-an. Tahu adanya kewajiban shalat lima waktu dan ibadah lainnya, tapi tak pernah paham esensinya. Tahu kalau kita harus datang ke kajian, tapi kadang kita masih tebang pilih syariat, bahkan terkadang 'tidak berani' melangkah terlalu jauh. Tahu kalau tak ada sehelai daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Allah, tapi tetap menangis meraung-raung ketika ujian datang. 
Dan di kajian sebanyak 9 kali pertemuan ini mengulas tuntas esensi hijrah, tentang mafa…

Tentang Angin Rindu

Angin Rindu
Pasti banyak yang bertanya, sebetulnya apa sih Angin-Rindu? Sebenarnya ini awalnya adalah ide untuk sebuah bakal novel. Kisah tentang petualangan ibu guru Rindu di Kampung Sukabakti bersama Angin dan murid-muridnya di Rumah Quran Ar Rahman, menghadapi beragam konflik hingga akhirnya Rindu harus memilih bahagianya sendiri.

Sama dengan novel-novel sebelumnya, novel ini juga ditulis dengan penuh emosional. Kehadiran anak-anak Rumah Quran Ar Rahman di Sukabakti dalam hidup saya yang penuh drama semacam menjadi oase dalam padang pasir yang gersang. Saya yakin episode hidup ini juga jawaban dari doa-doa panjang yang pernah saya panjatkan.

Kalau ada yang bertanya, apakah novel ini adalah sebuah kisah nyata. Saya pasti akan menjawab lantang dengan mengakuinya bahwa saya menggabungkan pengalaman, pengetahuan dan imajinasi liar saya dalam merangkai cerita. Tentu saja tak semua tokoh di novel ini nyata. Ada beberapa yang meminjam nama agar membuat tulisan ini terasa lebih hidup dan berwarna.

Novel sepanjang 700 halaman sudah kelar, menunggu diterbitkan. Namun kemudian judul 'Angin Rindu' sudah keburu diambil orang. Nah, sebelum benar-benar 'kalah set' maka saya pun segera membeli domain anginrindu.com 

Nantinya blog ini akan dikelola secara profesional di sela-sela kesibukan saya di kehidupan yang baru pasca 'move on' dari kisah mengharu biru di 'Angin Rindu'. Ibu guru Rindu yang dahulu sempat terpikir akan menahbiskan hidupnya menjadi guru ngaji sepanjang hidup, akhirnya harus kembali berkarir untuk meraih cita-cita, sekaligus memunguti serpihan asa yang nyaris luluh lantak.

Ada hampir seratus catatan harian yang saya tulis sepenuh hati sepanjang saya di Sukabakti, ini di luar draft novel sepanjang 700 halaman, yang akan saya bagikan di sini. Semoga bisa menjadi pelipur lara untuk para santri bila rindu melanda. Dan semoga, orang-orang baru di hidup saya nanti mengetahui bahwa pada satu masa saya pernah jatuh cinta pada mereka dan berharap Allah menghentikan waktu agar saya tetap di sana selamanya.

Dan tentu saja, saya juga akan bercerita banyak hal yang Insya Allah tidak hanya enak dibaca tetapi juga akan meninggalkan hal-hal positif untuk pembaca.

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak