Resolusi Tahun 2020

Image
Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di awal tahun 2020. Tahun yang dulu saya pikir sangat 'sophisticated' seperti film The Matrix dan Science Fiction lainnya yang mengumbar kecanggihan tahun 2020. Atau malah awal dari apocalypse dunia.
Ternyata tahun 2020 tidak seheboh bayangan masa kecil saya, dimana dunia sudah sedemikian canggih dan penuh robot. Walau memang lebih canggih untuk beberapa inovasi, tapi ya masih tidak terlalu signifikan. 
"Yang canggih mah canggih. Yang terbelakang ya tetap terbelakang, susah listrik apalagi jaringan internet."
Lalu apa resolusi tahun barumu? Masihkah target-target dunia masuk dalam list?
Al-Qur’an surat al-Anbiyâ’ (21): 35 dan al-Ankabût (29): 57 menyebutkan bahwa semua yang bernyawa akan mati. Bahkan dalam surat al-A’râf (7): 34 ditegaskan bahwa semua umat mempunyai ajal (batas waktu) yang telah ditentukan oleh Allah. Ketika ajal tersebut sudah tiba, maka tidak bisa ditunda ataupun dipercepat barang sesaatpun. Namun demikian, kematian bu…

Tentang Angin Rindu

Angin Rindu
Pasti banyak yang bertanya, sebetulnya apa sih Angin-Rindu? Sebenarnya ini awalnya adalah ide untuk sebuah bakal novel. Kisah tentang petualangan ibu guru Rindu di Kampung Sukabakti bersama Angin dan murid-muridnya di Rumah Quran Ar Rahman, menghadapi beragam konflik hingga akhirnya Rindu harus memilih bahagianya sendiri.

Sama dengan novel-novel sebelumnya, novel ini juga ditulis dengan penuh emosional. Kehadiran anak-anak Rumah Quran Ar Rahman di Sukabakti dalam hidup saya yang penuh drama semacam menjadi oase dalam padang pasir yang gersang. Saya yakin episode hidup ini juga jawaban dari doa-doa panjang yang pernah saya panjatkan.

Kalau ada yang bertanya, apakah novel ini adalah sebuah kisah nyata. Saya pasti akan menjawab lantang dengan mengakuinya bahwa saya menggabungkan pengalaman, pengetahuan dan imajinasi liar saya dalam merangkai cerita. Tentu saja tak semua tokoh di novel ini nyata. Ada beberapa yang meminjam nama agar membuat tulisan ini terasa lebih hidup dan berwarna.

Novel sepanjang 700 halaman sudah kelar, menunggu diterbitkan. Namun kemudian judul 'Angin Rindu' sudah keburu diambil orang. Nah, sebelum benar-benar 'kalah set' maka saya pun segera membeli domain anginrindu.com 

Nantinya blog ini akan dikelola secara profesional di sela-sela kesibukan saya di kehidupan yang baru pasca 'move on' dari kisah mengharu biru di 'Angin Rindu'. Ibu guru Rindu yang dahulu sempat terpikir akan menahbiskan hidupnya menjadi guru ngaji sepanjang hidup, akhirnya harus kembali berkarir untuk meraih cita-cita, sekaligus memunguti serpihan asa yang nyaris luluh lantak.

Ada hampir seratus catatan harian yang saya tulis sepenuh hati sepanjang saya di Sukabakti, ini di luar draft novel sepanjang 700 halaman, yang akan saya bagikan di sini. Semoga bisa menjadi pelipur lara untuk para santri bila rindu melanda. Dan semoga, orang-orang baru di hidup saya nanti mengetahui bahwa pada satu masa saya pernah jatuh cinta pada mereka dan berharap Allah menghentikan waktu agar saya tetap di sana selamanya.

Dan tentu saja, saya juga akan bercerita banyak hal yang Insya Allah tidak hanya enak dibaca tetapi juga akan meninggalkan hal-hal positif untuk pembaca.

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

Pecak Timun Betawi