Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

Serunya Pakai Go-pay!


Zaman sekarang, lupa bawa dompet itu tidak masalah. Asalkan smartphone 'full kuota' dan 'full charging'. Dengan catatan, kamu punya cukup saldo dompet elektronik di dalamnya.

Salah satu andalan saya dalam bertransaksi itu Go-pay. Awalnya 'menabung' saldo Go-pay, karena saya adalah pengguna garis kelas layanan transportasi Go-ride dan Go-car. Kebetulan saya juga tipe yang kurang suka 'menimbun' uang tunai di dompet. Lebih suka 'gesek' atau malah pakai Go-pay. Karena biasanya untuk transaksi semisal Rp 51.000 dengan uang tunai pecahan Rp 100.000, biasanya kembalian yang Rp 49.000 sering ludes entah kemana. Dengan transaksi elektronik, maka saya malah jauh lebih hemat.

Naik turun Go-ride dan Go-car tak perlu lagi ribet cari uang tunai untuk bayar. Toh uang tips juga bisa menggunakan saldo Go-pay. Jadi menghemat waktu, turun dari ojek motor atau mobil, cukup bilang terima kasih dan segera bergegas menuju tempat tujuan.

Punya saldo Go-pay yang cukup juga sangat membantu buat saya yang sering di rumah, tak punya uang tunai cukup, 'mager', tapi lapar, butuh belanja sesuatu atau malah butuh kirim sesuatu. Cukup klik di aplikasi Go-jek untuk layanan Go-Food, Go-Shop, Go-Mart, Go-send dan lainnya dengan mengandalkan saldo Go-pay. Semua beres!

Makanya setiap saat saya menggunakan jasa Go-jek, hal yang pertama saya tanyakan, "Bang, ada saldo Go-pay nganggur gak? Saya mau dong!" 

Sebetulnya bisa saja saya top up dari mobile banking tetapi top up dari driver langsung itu lebih seru. Meski cuma top up Rp 25.000 itu sudah sangat membantu driver untuk mendapatkan 2 poin tambahan hari itu. Istilahnya sekalian bagi-bagi rezeki. Jadi kalau sehari saja top up Go-pay di driver dengan nominal masing-masing Rp 25.000. Itu berarti sudah membantu 2 driver untuk dapat tambahan masing-masing 2 poin. Dan poin itu berharga bagi para driver untuk mendapatkan bonus uang apabila dalam sehari mereka berhasil tutup poin.

Serunya lagi, semakin hari, semakin banyak 'merchant' di mall yang menerima pembayaran Go-pay. Bahkan saat musim promo, saya cukup membayar 50 % dari harga normal. Itu keren!

Go-pay memang bukan satu-satunya dompet elektronik yang diterima di Indonesia. Meski saya juga punya aplikasi OVO, tetapi saya lebih suka 'menabung' saldo Go-pay, pasalnya saya konsumen garis keras layanan Go-jek. 

"Seberapa greget saya pakai saldo Go-pay?"

Saya beli pulsa ponsel dan listrik, iuran BPJS juga pakai Go-pay!!! Mungkin, lain kali Go-jek juga perlu bekerja sama dengan maskapai penerbangan, kereta api, bus bahkan kapal laut untuk memudahkan pesan dan bayar tiket menggunakan Go-pay. 

Kalau perlu biar makin greget, suatu hari gajian juga dibedakan mana yang dalam bentuk transferan ke rekening, dan saldo Go-pay. 

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya