MANUSIA: Khalifah di Muka Bumi

Image
Nama Nabi Adam Alaihisalam.disebut dalam Al-Quran sebanyak  25 kali di beberapa surah dalam Al Quran. Dalil-dalil tentang penciptaan nabi Adam bisa kita jumpai pada surah al-Baqoroh ayat (30-39) Allah berfirman "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi," Mereka berkata "Apakah Engkau akan menjadikan orang yang akan merusak dan menumpahkan darah disana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan mensucikan nama-Mu?Dia (Allah) Berfirman "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"
Sekilas dari ayat tersebut, malaikat yang bertanya pada Allah terkesan meragukan keputusan Allah untuk menciptakan makhluk bernama manusia. Sebenarnya malaikat adalah makhluk Allah yang tak akan pernah menolak perintah Allah, pertanyaan malaikat itu lebih kepada penasaran, ingin mencari tahu dan memohon penjelasan agar dapat dijadikan hikmah bagi mereka bukan sebagai bentuk penolakan akan apa yang diciptakan oleh Alla…

Rindu dan Angin


Aku masih ingat bagaimana Rindu menyapaku syahdu. 

"Kamu baik-baik saja kan angin?"


Aku tersenyum jengah sambil mengalihkan pandang, "iya.... aku baik-baik saja Rindu...".

"Kamu marah padaku, angin?" tanya Rindu lagi karena melihat aku memalingkan wajah.

"Tidak Rindu... mengapa aku harus marah?" aku memandang bulu mata Rindu yang lentik sambil tersenyum.

"Aku hanya...", aku mengalihkan pandang pada rerumputan.

"Hanya apa?" Rindu penasaran.

"Hanya..." aku memandang Rindu memastikan semuanya akan baik-baik saja bila aku mengatakan yang sesungguhnya.

"Hanya apa Angin?" Rindu makin penasaran. Sejenak kami beradu pandang, kemudian aku kembali menunduk.

"Aku mencintaimu Rindu..." bibirku bergetar mengucap kata keramat. Mata Rindu membelalak.

"Cinta katamu?" Mata Rindu memandangiku seakan ingin menguliti dusta di sana. Tapi percuma, sampai kapanpun Rindu tak akan menemukan dusta akan cintaku di sana. Rindu menyerah, aku menangis haru.

"Angin.... Bila kau mencintaiku, bagaimana aku menyampaikan rinduku pada kekasihku?" tanya Rindu polos.

"Aku... aku yang akan menyampaikannya... walau sakit... sakit rasanya. Tapi aku tahu rasanya jatuh cinta. Biarlah kusampaikan rindumu padanya asal kamu bahagia".

Mata Rindu memerah, satu persatu bulir air matanya menetes. "Maaf angin..."

Aku tersenyum penuh luka, "tidak mengapa Rindu...kamu tak salah. Aku yang salah telah mencintaimu padahal aku hanya angin lalu."

"Maaf angin..." aku tahu dada Angin bergetar hebat mengucap itu.

"Aku cinta kamu Rindu", dengan gagah aku mengatakannya, membuang segala luka atas cinta yang mungkin tak pernah terbalas.

"Maaf angin..." matanya yang sendu menatapku.

"Aku cinta kamu rindu..." aku membalasnya dengan senyum yang menghangatkan hati Rindu yang merasa bersalah.

Aku cinta kamu, Rindu! meskipun aku hanya angin lalu yang harusnya menyampaikan rindumu pada siapapun yang kau anggap kekasih.

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

Resolusi Tahun 2019