Lelaki Dayuts

Image
ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya (dayuts).” (HR. Ahmad 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain) Lalu siapakah lelaki Dayuts itu? Imam adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “Dayûts adalah orang yang membenarkan keburukan pada keluarganya, yaitu tetap menganggap baik pada keluarganya (padahal ada kemungkaran yang nyata -pen), kita berlindung kepada Allâh dari hal itu. [Al-Kabâ-ir, hlm. 137] Imam Ibnul Manzhûr berkata, “Dayûts adalah orang yang tidak cemburu kepada keluarganya”. [Lisânul ‘Arab, 4/456] Sedang Imam ‘Ali al-Qâri rahimahullah berkata, “Dayûts adalah orang yang membenarkan keburukan pada keluarganya, yaitu dengan mendiamkannya. Yang masuk dalam ketagoeri keluarganya yaitu istriny…

Rindu dan Angin


Aku masih ingat bagaimana Rindu menyapaku syahdu. 

"Kamu baik-baik saja kan angin?"


Aku tersenyum jengah sambil mengalihkan pandang, "iya.... aku baik-baik saja Rindu...".

"Kamu marah padaku, angin?" tanya Rindu lagi karena melihat aku memalingkan wajah.

"Tidak Rindu... mengapa aku harus marah?" aku memandang bulu mata Rindu yang lentik sambil tersenyum.

"Aku hanya...", aku mengalihkan pandang pada rerumputan.

"Hanya apa?" Rindu penasaran.

"Hanya..." aku memandang Rindu memastikan semuanya akan baik-baik saja bila aku mengatakan yang sesungguhnya.

"Hanya apa Angin?" Rindu makin penasaran. Sejenak kami beradu pandang, kemudian aku kembali menunduk.

"Aku mencintaimu Rindu..." bibirku bergetar mengucap kata keramat. Mata Rindu membelalak.

"Cinta katamu?" Mata Rindu memandangiku seakan ingin menguliti dusta di sana. Tapi percuma, sampai kapanpun Rindu tak akan menemukan dusta akan cintaku di sana. Rindu menyerah, aku menangis haru.

"Angin.... Bila kau mencintaiku, bagaimana aku menyampaikan rinduku pada kekasihku?" tanya Rindu polos.

"Aku... aku yang akan menyampaikannya... walau sakit... sakit rasanya. Tapi aku tahu rasanya jatuh cinta. Biarlah kusampaikan rindumu padanya asal kamu bahagia".

Mata Rindu memerah, satu persatu bulir air matanya menetes. "Maaf angin..."

Aku tersenyum penuh luka, "tidak mengapa Rindu...kamu tak salah. Aku yang salah telah mencintaimu padahal aku hanya angin lalu."

"Maaf angin..." aku tahu dada Angin bergetar hebat mengucap itu.

"Aku cinta kamu Rindu", dengan gagah aku mengatakannya, membuang segala luka atas cinta yang mungkin tak pernah terbalas.

"Maaf angin..." matanya yang sendu menatapku.

"Aku cinta kamu rindu..." aku membalasnya dengan senyum yang menghangatkan hati Rindu yang merasa bersalah.

Aku cinta kamu, Rindu! meskipun aku hanya angin lalu yang harusnya menyampaikan rindumu pada siapapun yang kau anggap kekasih.

Comments

Popular posts from this blog

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019