Berburu Dokter Spesialis Anak

Image
Sebelumnya, saya hampir tidak punya dokter spesialis anak favorit untuk anak saya Sydney. Semua terjadi begitu saja dan saya sama sekali tidak sempat survey untuk memilih rekanan dokter spesialis untuk anak. 
Sydney lahir prematur dengan beragam riwayat kesehatan yang mengharuskan dia mendapatkan perawatan khusus di salah satu rumah sakit swasta ternama di Bintaro. Dan Qadarallah, Sydney ditangani oleh dokter spesialis anak-anak prematur yang akhirnya menjadi dokter Sydney sampai dia usia hampir dua tahun. 
Setelah itu Sydney lebih banyak ditangani oleh dokter-dokter di Hermina Ciputat. Dua kali dirawat inap untuk kasus yang hampir sama yaitu diare. Selebihnya hanya penyakit biasa, yang terngeri ya flu Hongkong, gejala demam ala flu tapi muncul bintik-bintik seperti cacar.
Hanya saja sejak pertengahan tahun lalu, Qadarallah Sydney tetiba batuk tak sembuh-sembuh. Batuknya sih tidak parah hanya seperti berdehem, tapi cukup mengganggu buat saya orang tuanya. Sebelumnya memang Sydney rad…

My Books

Sebagian besar buku-buku saya adalah fiksi romantis. Namun bukan berarti saya tidak bisa menulis non-fiksi atau tulisan ilmiah. Bagi saya, tulisan fiksi itu sebagai penyeimbang dari keseharian saya yang sungguh tidak fiksi. Di kehidupan nyata, saya harus memeras otak demi membuat tulisan non-fiksi untuk mendapatkan uang. 

Makanya menulis fiksi adalah salah satu hiburan yang menyenangkan di kala suntuk atau senggang. Meskipun fiksi, saya menggabungkan pengalaman pribadi (experience), pengetahuan (knowledge) dan daya khayal (imagination) demi untuk membuat sebuah tulisan fiksi yang masuk akal.

Kalau ditanya, mana tuisan yang paling berkesan? Tentu saja 'Surat Cinta Saiful Malook', yang merupakan debut awal saya sebagai penulis. Tulisan fiksi lain yang sukses mengobrak-abrik hati saya ya 'Sekuntum Laila'. Sampai detik ini masih sulit lepas dari karakter Laila yang terpasung dalam cinta Ali dan Ramzi. 

Tapi kalau tulisan non-fiksi saya yang paling saya suka ya 'Haru Biru Si Ibu Baru'. Itu semacam surat wasiat seorang ibu kepada anaknya nanti.

Kalau bayaran paling mahal untuk tulisan saya sepertinya dari Federal Oil deh. Hanya butuh kurang dari sejam untuk menulis sebuah cerpen senilai 5 Juta Rupiah +++. 

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset