Kesibukan Ramadhan Tahun Ini

Image
Masih lama dari deadline pendaftaran 1 Mei 2018. Tapi panitia sudah mulai sibuk, cetak-cetak yang perlu dicetak, video editing dan narasi sudah mulai digarap oleh tim ahli.  Karena Insya Allah, tahun ini BEDA. 
Hafalan tahun ini didukung dengan audio visual yang mumpuni untuk mempermudah proses hafalan ala metode Kauny ini. Insya Allah menggunakan 'fun theory' tapi tetap syar'i. 
Memang cuma 2 hari tapi 'full schedule'. Meski ada target hafalan, peserta juga akan mendapatkan materi lain untuk pemahaman surah Al Kahfi. Ada juga games untuk memudahkan proses hafalan dengan menggunakan flash card khusus, makanya workshop menghafal ini cocok dari anak-anak, sampai dewasa. 
Tim kami tak hanya digawangi oleh Majelis Al Kahfi, ibu-ibu yang sudah duluan menghafal Al kahfi, juga ada para profesional lulusan universitas dan pesantren ternama.
Kami sebetulnya hanya kumpulan orang fakir ilmu yang masih akan terus belajar sampai mati, sambil mentransfer sedikit ilmu kami. Kala…

My Books

Sebagian besar buku-buku saya adalah fiksi romantis. Namun bukan berarti saya tidak bisa menulis non-fiksi atau tulisan ilmiah. Bagi saya, tulisan fiksi itu sebagai penyeimbang dari keseharian saya yang sungguh tidak fiksi. Di kehidupan nyata, saya harus memeras otak demi membuat tulisan non-fiksi untuk mendapatkan uang. 

Makanya menulis fiksi adalah salah satu hiburan yang menyenangkan di kala suntuk atau senggang. Meskipun fiksi, saya menggabungkan pengalaman pribadi (experience), pengetahuan (knowledge) dan daya khayal (imagination) demi untuk membuat sebuah tulisan fiksi yang masuk akal.

Kalau ditanya, mana tuisan yang paling berkesan? Tentu saja 'Surat Cinta Saiful Malook', yang merupakan debut awal saya sebagai penulis. Tulisan fiksi lain yang sukses mengobrak-abrik hati saya ya 'Sekuntum Laila'. Sampai detik ini masih sulit lepas dari karakter Laila yang terpasung dalam cinta Ali dan Ramzi. 

Tapi kalau tulisan non-fiksi saya yang paling saya suka ya 'Haru Biru Si Ibu Baru'. Itu semacam surat wasiat seorang ibu kepada anaknya nanti.

Kalau bayaran paling mahal untuk tulisan saya sepertinya dari Federal Oil deh. Hanya butuh kurang dari sejam untuk menulis sebuah cerpen senilai 5 Juta Rupiah +++. 

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset