Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

My Books

Sebagian besar buku-buku saya adalah fiksi romantis. Namun bukan berarti saya tidak bisa menulis non-fiksi atau tulisan ilmiah. Bagi saya, tulisan fiksi itu sebagai penyeimbang dari keseharian saya yang sungguh tidak fiksi. Di kehidupan nyata, saya harus memeras otak demi membuat tulisan non-fiksi untuk mendapatkan uang. 

Makanya menulis fiksi adalah salah satu hiburan yang menyenangkan di kala suntuk atau senggang. Meskipun fiksi, saya menggabungkan pengalaman pribadi (experience), pengetahuan (knowledge) dan daya khayal (imagination) demi untuk membuat sebuah tulisan fiksi yang masuk akal.

Kalau ditanya, mana tuisan yang paling berkesan? Tentu saja 'Surat Cinta Saiful Malook', yang merupakan debut awal saya sebagai penulis. Tulisan fiksi lain yang sukses mengobrak-abrik hati saya ya 'Sekuntum Laila'. Sampai detik ini masih sulit lepas dari karakter Laila yang terpasung dalam cinta Ali dan Ramzi. 

Tapi kalau tulisan non-fiksi saya yang paling saya suka ya 'Haru Biru Si Ibu Baru'. Itu semacam surat wasiat seorang ibu kepada anaknya nanti.

Kalau bayaran paling mahal untuk tulisan saya sepertinya dari Federal Oil deh. Hanya butuh kurang dari sejam untuk menulis sebuah cerpen senilai 5 Juta Rupiah +++. 

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya