Perempuan itu Bernama Kartini

Image
(repost pernah dimuat di jakartakita.com)

Hari ini (21/4/2019), 140 tahun lalu lahirlah seorang Kartini yang dianggap sebagai tokoh wanita pengusung emansipasi wanita. Begitu istimewanya Raden Ajeng Kartini, hingga hari lahirnya setiap tahun selalu diperingati oleh seluruh warga Indonesia. Tak hanya sekedar dijadikan hari khusus setiap tanggal 21 April. Sejumlah seremonial simbolis pun menjadi bagian dari peringatan ini. Dari pawai keliling anak-anak yang berpakaian adat nasional, lomba kebaya, lomba memasak, dan lain-lainnya.
Seminar seputar peran serta perempuan di era modern yang katanya terinspirasi oleh perjuangan Kartini pun selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari setiap peringatan. Kartini pun menjadi simbol dari sebuah pergerakan feminisme. Entah apakah mereka tahu apa sebenarnya arti feminisme. Apakah demikian yang dicita-citakan seorang Kartini?
Raden Ajeng Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di kota Jepara. Lahir sebagai perempuan dari kalangan ningrat yang me…

Mengenal Pohon Bidara

Adakah di antara Anda yang pernah mendengar pohon bidara? Pohon ini sedang 'naik daun', setelah banyaknya pemberitaan soal beragam khasiat dari pohon bidara. Pohon ini terbilang istimewa, karena namanya di sebut-sebut dalam Al Quran dan Hadits. Pohon bidara disebut secara khusus dalam Al Quran surat Saba’:16, Surat Al – Waqi’ah: 28, Surat An-Najm:13-16.

Bidara, atau dalam bahasa arab dikenal dengan sidr ini merupakan tanaman yang berasal dari Arab, sejenis pohon kecil yang selalu hijau, penghasil buah yang tumbuh di daerah tropis serta Asia Barat dan dapat tumbuh di lembah-lembah sampai ketinggian 500 m dpl.
Terdapat beberapa jenis bidara yang banyak dikenal masyarakat yaitu Bidara Upas, Bidara Laut, Bidara Cina, Putsa/Apel India dan Bidara Arab/Sidr. Khusus bidara Arab (Ziziphus spina-christi), daunnya dapat digunakan untuk menangkal gangguan sihir/jin dalam prosesi rukyah dan keperluan lain sebagaimana sunnah nabi.

Adapun manfaat dari daun bidara Arab ini, antara lain:
  1. Mandi wanita haid
    Daun bidara ini juga disunnahkan untuk digunakan mandi junub bagi wanita haid yang hendak bersuci.
    Hadits ‘Aisyah bahwasanya Asma` bintu Syakal bertanya kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam tentang mandi Haid, maka Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam menjawab :
     “Hendaklah salah seorang di antara kalian mengambil air dan daun bidara kemudian bersuci dengan sempurna kemudian menyiram kepalanya dan menyela-nyelanya dengan keras sampai ke dasar rambutnya kemudian menyiram kepalanya dengan air. Kemudian mengambil sepotong kain (atau yang semisalnya-pent.) yang telah diberi wangi-wangian kemudian dia bersuci dengannya. Kemudian Asma` bertanya lagi : “Bagaimana saya bersuci dengannya?”. Nabi menjawab : “Subhanallah, bersuci dengannya”. Kata ‘Aisyah : “Seakan-akan Asma` tidak paham dengan yang demikian, maka ikutilah (cucilah) bekas-bekas darah (kemaluan)”. (HSR. Muslim)
  2. Memandikan jenazah
    Daun bidara ini digunakan untuk memandikan jenazah dan menghilangkan najis pada tubuh mayat, disunnahkan memandikan dengan air yang dicampur dengan daun bidara.
    Hadist yang meriwayatkan tentang hal ini yaitu dari Ummu ‘Athiyyah Rodhiyallohu ‘Anha berkata, “Nabi Shollallohu Alaihi Wa sallam pernah menemui kami sedangkan kami kala itu tengah memandikan puterinya (Zainab), lalu Beliau bersabda: ‘Mandikanlah dia tiga, lima, (atau tujuh) kali, atau lebih dari itu. Jika kalian memandang perlu, maka pergunakan air dan daun bidara. (Ummu ‘Athiyyah berkata, ‘Dengan ganjil?’ Beliau bersabda, ‘Ya.’) dan buatlah di akhir mandinya itu tumbuhan kafur atau sedikit darinya.”(H.R. al Bukhori 3/99-104, Muslim 3/47-48, Abu Dawud 2/60-61, an Nasa-i 1/266-267, at Tirmidzi 2/130-131, Ibnu Majah 1/445, Ibnul Jarud 258-259, Ahmad 5/84-85, 4076-4078, Syaikh al Albani – Hukum dan Tata Cara Mengurus Jenazah hal 130-131).
  3. Rukyah
    Daun bidara juga digunakan dalam melakukan rukyah dalam rangka menghilangkan gangguan jin dan syaitan. 
  4. Mengobati luka goresan dan luka bakar (ringan) dan membantu mempercepat proses penyembuhan nya.
  5. Penangkal dan penyembuhan dari gangguan sihir dan jin.
  6. Bahan kosmetik wajah.
  7. Anti diabetes
  8. Penghilang depresi
  9. Meningkatkan nafsu makan
  10. Mencegah bakteri dan virus, dan masih banyak lagi.

Kalau ada tanaman yang wajib ditanam di halaman, maka pohon bidara Arab adalah salah satunya. Bagi Anda yang belum punya pohon bidara Arab bisa pesan langsung ke:
Lisda +62 895-3338-49519

Rafika +62 813-1085-2086
Harga mulai dari Rp 75.000, aneka pilihan warna pot kesukaan Anda. Khusus wilayah Ciputat dan Bintaro, gratis ongkos kirim.


Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset