Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset



Bagi saya, perjalanan paling romantis adalah perjalanan menggunakan kereta api seorang diri. Dan perjalanan paling sempurna bagi para pencinta kereta api adalah siang hari. Sepanjang perjalanan rasanya tak bosan mengedarkan pandang jauh ke luar jendela kereta, pada hamparan sawah, gunung, bahkan laut dan anak sungai. Seru! Apalagi sambil menikmati secangkir coklat hangat.

Siapa bilang, perjalanan menggunakan kereta tidak nyaman untuk perjalanan jauh? Siapa bilang, naik kereta hanya cocok untuk liburan ala backpacker yang minim budget? Now way!

Bagi kamu yang terbiasa bolak-balik naik pesawat untuk 'short escapes' mungkin bisa menjajal naik kereta saat berlibur. Ingin nyaman saat naik kereta? Mungkin Anda harus menjajal sensasi naik kereta Priority Class.

Harga? Memang agak lebih mahal dari pesawat. Tapi cukup terbayar dengan kenyamanan di dalamnya. Untuk perjalanan dari Stasiun Gambir menuju Kutoarjo (Purworejo) pada hari Jumat (5/10/2018) lalu saat saya booking tiket untuk 'sweet escape' ke Magelang. Kereta Taksaka Priority dan Kereta Argo Dwipangga dengan jam keberangkatan 20.15 adalah Rp 800.000. 


Seluruh interior gerbong dirancang mewah dengan dominasi material bahan kayu jati. Warna coklat, krem dan emas yang menghiasi ruangan memperlihatkan kesan eksklusif dan elegan.

Kursi penumpang yang sekilas mirip kursi pesawat, berukuran lebar dengan ruang kaki lapang dan bisa dimundurkan. Jarak antara satu kursi dengan kursi lainnya juga cukup luas sehingga penumpang bisa cukup leluasa bergerak.

Di tiap kursi, tersedia Audio Video On Demand (AVOD) dengan LCD TV layar sentuh untuk menonton film dan mendengar musik. Ada juga air putih, bantal, selimut--tergantung permintaan, termasuk meja portable dengan power socket di sebelah kursi sehingga Anda bisa mengecas gawai. Di bagian atas kursi, tersedia kompartemen untuk menyimpan barang.

Toilet kering yang disediakan juga berdesain mewah, bersih dan nyaman. Di dalamnya terdapat wastafel dengan kaca besar dan pengering, juga kloset duduk dan pancuran air.

Keren kan?

Sebenarnya ini adalah pengembangan dari kereta wisata yang dulu di banderol per gerbong 25-an juta rupiah. Hanya saja dengan sedikit penyesuaian karena sekarang bisa dibeli tiketnya secara individu. 

Makanan yang tadinya tersaji prasmanan berubah jadi ala carte. Sofa ditiadakan agar tidak menimbulkan rasa canggung bagi penumpang yang tidak kenal satu sama lain. Tidak ada lagi kamar khusus dengan ranjang. Begitu pula dengan ruang tunggu keberangkatan. Pada KA priority tidak tersedia fasilitas executive lounge.

Walau fasilitas karaoke ditiadakan, terdapat TV layar datar 52 inci yang tetap bisa menghibur. Ada pula mini bar yang menyediakan makanan dan minuman ringan.
Dan tentu saja ada pramugari kereta yang selalu siap melayani dengan senyum. 

Masih kurang puas dengan fasilitas kereta priority  itu. Cobalah kereta 'sleeper'. Ini mirip kabin pesawat business class, yang memiliki semacam sekat ruang khusus. Tidur pun bisa rebahan seperti di rumah lengkap dengan aneka hiburan audiovisual.
Dengan fasilitas semewah ini, saya pikir Anda tak perlu menyewa hotel untuk perjalanan singkat. Cukup tidur di kereta, mandi di kamar mandi kereta, seperti yang saya lakukan. Perjalanan 2 hari 2 malam, hanya membawa ransel sedang berisi pakaian. Mandi dua kali di fasilitas kereta.
Mungkin itu yang disebut liburan 'backpacker' kaum jetset.


Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya