Berburu Dokter Spesialis Anak

Image
Sebelumnya, saya hampir tidak punya dokter spesialis anak favorit untuk anak saya Sydney. Semua terjadi begitu saja dan saya sama sekali tidak sempat survey untuk memilih rekanan dokter spesialis untuk anak. 
Sydney lahir prematur dengan beragam riwayat kesehatan yang mengharuskan dia mendapatkan perawatan khusus di salah satu rumah sakit swasta ternama di Bintaro. Dan Qadarallah, Sydney ditangani oleh dokter spesialis anak-anak prematur yang akhirnya menjadi dokter Sydney sampai dia usia hampir dua tahun. 
Setelah itu Sydney lebih banyak ditangani oleh dokter-dokter di Hermina Ciputat. Dua kali dirawat inap untuk kasus yang hampir sama yaitu diare. Selebihnya hanya penyakit biasa, yang terngeri ya flu Hongkong, gejala demam ala flu tapi muncul bintik-bintik seperti cacar.
Hanya saja sejak pertengahan tahun lalu, Qadarallah Sydney tetiba batuk tak sembuh-sembuh. Batuknya sih tidak parah hanya seperti berdehem, tapi cukup mengganggu buat saya orang tuanya. Sebelumnya memang Sydney rad…

Ketika Angin dan Rindu, Saling Merindu



Angin berdiri terpekur memandang rinai hujan. 

"Pergilah angin...tinggalkan aku sendiri!" ujar hujan pada angin.

"Tolonglah hujan beri aku satu kesempatan lagi!"

"Tidak angin, kesempatan itu tak pernah ada. Sudah kubilang aku menanti surya bukan kamu!"

"Apa yang kau nanti darinya?" Angin mulai kesal.

"Kehangatan yang memberi kehidupan", jawab hujan sekenanya.

"Arggh! Ini semua tak adil. Bahkan aku tak pernah bisa memiliki Rindu yang telah melabuhkan cinta pada kekasihnya. Dan kini hujan pun hendak menyeretku dari labirin kehidupan".

"Apa salahku? apa?" Angin kesal dia menangis sesenggukan menahan amarah.

Hujan mulai iba, "pergilah angin! Temui api! Siapa tahu dia mampu membakar nestapa".

"Hujan...jika aku pergi menemui api, siapa yang bisa memastikan rindu baik-baik saja tidak ada angin lalu yang membuatnya melupakan pedih?" Angin memelas.

"Waktu yang akan memastikan rindu baik-baik saja. Berapa lama rindu akan bertahan?" ujar Hujan. 

Sementara Angin patah arang, di belahan bumi sana, rindu sekuat tenaga menepis sepi. Rindu mulai kehilangan angin. Ternyata tanpa angin di sisinya, Rindu tersiksa.

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset