Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

Ketika Angin dan Rindu, Saling Merindu



Angin berdiri terpekur memandang rinai hujan. 

"Pergilah angin...tinggalkan aku sendiri!" ujar hujan pada angin.

"Tolonglah hujan beri aku satu kesempatan lagi!"

"Tidak angin, kesempatan itu tak pernah ada. Sudah kubilang aku menanti surya bukan kamu!"

"Apa yang kau nanti darinya?" Angin mulai kesal.

"Kehangatan yang memberi kehidupan", jawab hujan sekenanya.

"Arggh! Ini semua tak adil. Bahkan aku tak pernah bisa memiliki Rindu yang telah melabuhkan cinta pada kekasihnya. Dan kini hujan pun hendak menyeretku dari labirin kehidupan".

"Apa salahku? apa?" Angin kesal dia menangis sesenggukan menahan amarah.

Hujan mulai iba, "pergilah angin! Temui api! Siapa tahu dia mampu membakar nestapa".

"Hujan...jika aku pergi menemui api, siapa yang bisa memastikan rindu baik-baik saja tidak ada angin lalu yang membuatnya melupakan pedih?" Angin memelas.

"Waktu yang akan memastikan rindu baik-baik saja. Berapa lama rindu akan bertahan?" ujar Hujan. 

Sementara Angin patah arang, di belahan bumi sana, rindu sekuat tenaga menepis sepi. Rindu mulai kehilangan angin. Ternyata tanpa angin di sisinya, Rindu tersiksa.

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya