Lelaki Dayuts

Image
ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya (dayuts).” (HR. Ahmad 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain) Lalu siapakah lelaki Dayuts itu? Imam adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “Dayûts adalah orang yang membenarkan keburukan pada keluarganya, yaitu tetap menganggap baik pada keluarganya (padahal ada kemungkaran yang nyata -pen), kita berlindung kepada Allâh dari hal itu. [Al-Kabâ-ir, hlm. 137] Imam Ibnul Manzhûr berkata, “Dayûts adalah orang yang tidak cemburu kepada keluarganya”. [Lisânul ‘Arab, 4/456] Sedang Imam ‘Ali al-Qâri rahimahullah berkata, “Dayûts adalah orang yang membenarkan keburukan pada keluarganya, yaitu dengan mendiamkannya. Yang masuk dalam ketagoeri keluarganya yaitu istriny…

Ketika Angin dan Rindu, Saling Merindu



Angin berdiri terpekur memandang rinai hujan. 

"Pergilah angin...tinggalkan aku sendiri!" ujar hujan pada angin.

"Tolonglah hujan beri aku satu kesempatan lagi!"

"Tidak angin, kesempatan itu tak pernah ada. Sudah kubilang aku menanti surya bukan kamu!"

"Apa yang kau nanti darinya?" Angin mulai kesal.

"Kehangatan yang memberi kehidupan", jawab hujan sekenanya.

"Arggh! Ini semua tak adil. Bahkan aku tak pernah bisa memiliki Rindu yang telah melabuhkan cinta pada kekasihnya. Dan kini hujan pun hendak menyeretku dari labirin kehidupan".

"Apa salahku? apa?" Angin kesal dia menangis sesenggukan menahan amarah.

Hujan mulai iba, "pergilah angin! Temui api! Siapa tahu dia mampu membakar nestapa".

"Hujan...jika aku pergi menemui api, siapa yang bisa memastikan rindu baik-baik saja tidak ada angin lalu yang membuatnya melupakan pedih?" Angin memelas.

"Waktu yang akan memastikan rindu baik-baik saja. Berapa lama rindu akan bertahan?" ujar Hujan. 

Sementara Angin patah arang, di belahan bumi sana, rindu sekuat tenaga menepis sepi. Rindu mulai kehilangan angin. Ternyata tanpa angin di sisinya, Rindu tersiksa.

Comments

Popular posts from this blog

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019