Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

Flashback: Yang Tersisa dari Piknik di D'Kandang

Catatan harian 5 Juli 2017:

Syifa, Alika, Icha, Cacha, Nayla dan Najwa bergaya sebelum flying fox

Sultan, Zidane, Keenan bersiap-siap untuk flying fox

Mencari ikan

Ikannya sudah banyak

Menaklukan kebo bule

Menaklukan kebo bule

Si cantik Lala menaiki kebo bule

Girl's Squad pimpinan Faras
Keseruan bermain lumpur dengan kebo bule, sampai kaki Najwa terinjak


Masih berupaya mengumpulkan ikan

Tukeran kado

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya