Resolusi Tahun 2020

Image
Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di awal tahun 2020. Tahun yang dulu saya pikir sangat 'sophisticated' seperti film The Matrix dan Science Fiction lainnya yang mengumbar kecanggihan tahun 2020. Atau malah awal dari apocalypse dunia.
Ternyata tahun 2020 tidak seheboh bayangan masa kecil saya, dimana dunia sudah sedemikian canggih dan penuh robot. Walau memang lebih canggih untuk beberapa inovasi, tapi ya masih tidak terlalu signifikan. 
"Yang canggih mah canggih. Yang terbelakang ya tetap terbelakang, susah listrik apalagi jaringan internet."
Lalu apa resolusi tahun barumu? Masihkah target-target dunia masuk dalam list?
Al-Qur’an surat al-Anbiyâ’ (21): 35 dan al-Ankabût (29): 57 menyebutkan bahwa semua yang bernyawa akan mati. Bahkan dalam surat al-A’râf (7): 34 ditegaskan bahwa semua umat mempunyai ajal (batas waktu) yang telah ditentukan oleh Allah. Ketika ajal tersebut sudah tiba, maka tidak bisa ditunda ataupun dipercepat barang sesaatpun. Namun demikian, kematian bu…

Flashback: Ubeth Si Santri Kucing


Catatan harian bertanggal 30 Maret 2017:

Ubeth, kucing grey tabby itu selalu menyapa saya ketika saya menyambangi rumah keluarga engkong Ali yang sudah resmi jadi basecamp mengaji kami hampir sebulanan ini. Biasanya dia sudah duduk di teras menanti saya. 

"Assalamualaikum Ubeth!"

Dan Ubeth pun menjawab "meong". 

"Apakabar Ubeth?"

Lagi-lagi dia mengeong kegirangan. 

Setelah itu Ubeth dengan sabar menanti saya membenahi meja-meja untuk mengaji sebelum bocah-bocah datang. Mata Ubeth yang hijau kecoklatan mengamati saya sambil sesekali mengeong.

"Tenang saja Ubeth, saya bisa mengangkatnya...", Tukje pun diam.

Sebelum kelar membenahi meja biasanya bocah-bocah sudah berdatangan. Bocah-bocah mulai mengaji, Ubeth duduk di meja paling depan seperti ikut menunggu giliran mengaji.

Ketika saya mengajarkan satu demi satu ayat hafalan Quran. Ubeth duduk diam sambil mengamati saya. Hikmat sekali.

Bila bocah-bocah mulai berisik, Tukje akan mendesis kesal. Biasanya dia akan berputar-putar seakan ingin memberi tahu para bocah untuk berhenti gaduh.

Tak sehari pun, Ubeth absen menemani saya dan para bocah mengaji. Terkadang Ubeth mengajak temannya sesama kucing. Namun hanya Ubeth yang duduk tenang dan mengamati dengan hikmat.

Sore ini Ubeth datang telat. Dia tidak menyapa saya saat saya tiba di basecamp. Ubeth datang tergopoh-gopoh dan langsung duduk di depan. Para bocah sudah pulang, tinggal ibu-ibu yang ingin belajar mengaji. 

Saya pun menyuruh salah satu santri memotret Ubeth yang tekun belajar mengaji. Beginilah ekspresi Ubeth. 

Jangan-jangan Ubeth ini pangeran tampan nan soleh yang dikutuk jadi kucing. Ubeth baru akan kembali jadi manusia kalau ada gadis solehah yang mencium Ubeth  dengan penuh kasih. 

Ada yang mau coba?

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

Pecak Timun Betawi