Kesibukan Ramadhan Tahun Ini

Image
Masih lama dari deadline pendaftaran 1 Mei 2018. Tapi panitia sudah mulai sibuk, cetak-cetak yang perlu dicetak, video editing dan narasi sudah mulai digarap oleh tim ahli.  Karena Insya Allah, tahun ini BEDA. 
Hafalan tahun ini didukung dengan audio visual yang mumpuni untuk mempermudah proses hafalan ala metode Kauny ini. Insya Allah menggunakan 'fun theory' tapi tetap syar'i. 
Memang cuma 2 hari tapi 'full schedule'. Meski ada target hafalan, peserta juga akan mendapatkan materi lain untuk pemahaman surah Al Kahfi. Ada juga games untuk memudahkan proses hafalan dengan menggunakan flash card khusus, makanya workshop menghafal ini cocok dari anak-anak, sampai dewasa. 
Tim kami tak hanya digawangi oleh Majelis Al Kahfi, ibu-ibu yang sudah duluan menghafal Al kahfi, juga ada para profesional lulusan universitas dan pesantren ternama.
Kami sebetulnya hanya kumpulan orang fakir ilmu yang masih akan terus belajar sampai mati, sambil mentransfer sedikit ilmu kami. Kala…

Flashback: Ubeth Si Santri Kucing


Catatan harian bertanggal 30 Maret 2017:

Ubeth, kucing grey tabby itu selalu menyapa saya ketika saya menyambangi rumah keluarga engkong Ali yang sudah resmi jadi basecamp mengaji kami hampir sebulanan ini. Biasanya dia sudah duduk di teras menanti saya. 

"Assalamualaikum Ubeth!"

Dan Ubeth pun menjawab "meong". 

"Apakabar Ubeth?"

Lagi-lagi dia mengeong kegirangan. 

Setelah itu Ubeth dengan sabar menanti saya membenahi meja-meja untuk mengaji sebelum bocah-bocah datang. Mata Ubeth yang hijau kecoklatan mengamati saya sambil sesekali mengeong.

"Tenang saja Ubeth, saya bisa mengangkatnya...", Tukje pun diam.

Sebelum kelar membenahi meja biasanya bocah-bocah sudah berdatangan. Bocah-bocah mulai mengaji, Ubeth duduk di meja paling depan seperti ikut menunggu giliran mengaji.

Ketika saya mengajarkan satu demi satu ayat hafalan Quran. Ubeth duduk diam sambil mengamati saya. Hikmat sekali.

Bila bocah-bocah mulai berisik, Tukje akan mendesis kesal. Biasanya dia akan berputar-putar seakan ingin memberi tahu para bocah untuk berhenti gaduh.

Tak sehari pun, Ubeth absen menemani saya dan para bocah mengaji. Terkadang Ubeth mengajak temannya sesama kucing. Namun hanya Ubeth yang duduk tenang dan mengamati dengan hikmat.

Sore ini Ubeth datang telat. Dia tidak menyapa saya saat saya tiba di basecamp. Ubeth datang tergopoh-gopoh dan langsung duduk di depan. Para bocah sudah pulang, tinggal ibu-ibu yang ingin belajar mengaji. 

Saya pun menyuruh salah satu santri memotret Ubeth yang tekun belajar mengaji. Beginilah ekspresi Ubeth. 

Jangan-jangan Ubeth ini pangeran tampan nan soleh yang dikutuk jadi kucing. Ubeth baru akan kembali jadi manusia kalau ada gadis solehah yang mencium Ubeth  dengan penuh kasih. 

Ada yang mau coba?

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset