Ketika Hijrah Menjadi Pilihan

Image
Bismillah!
Ceritanya hampir 2 minggu lalu, seorang kolega di sarang elang yang kini sudah berhijrah dan rajin mengirimi saya agenda kajian-kajian sunnah di seluruh penjuru Bintaro, BSD, dan sekitarnya mengirimi saya flyer tentang kajian hijrah yang digelar hasil kerja bareng MT Khoirotunnisa, nge-Fast, dan komunitas yukngaji!
Yang menarik dari kajian ini adalah kita semacam dibantu untuk kembali menemukan hakikat hidup yang sebenarnya sebelum berhijrah. Karena terkadang kita yang terlahir Islam menganggap sepele sebuah hakikat ke-Tauhid-an. Tahu adanya kewajiban shalat lima waktu dan ibadah lainnya, tapi tak pernah paham esensinya. Tahu kalau kita harus datang ke kajian, tapi kadang kita masih tebang pilih syariat, bahkan terkadang 'tidak berani' melangkah terlalu jauh. Tahu kalau tak ada sehelai daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Allah, tapi tetap menangis meraung-raung ketika ujian datang. 
Dan di kajian sebanyak 9 kali pertemuan ini mengulas tuntas esensi hijrah, tentang mafa…

Flashback: Ubeth Si Santri Kucing


Catatan harian bertanggal 30 Maret 2017:

Ubeth, kucing grey tabby itu selalu menyapa saya ketika saya menyambangi rumah keluarga engkong Ali yang sudah resmi jadi basecamp mengaji kami hampir sebulanan ini. Biasanya dia sudah duduk di teras menanti saya. 

"Assalamualaikum Ubeth!"

Dan Ubeth pun menjawab "meong". 

"Apakabar Ubeth?"

Lagi-lagi dia mengeong kegirangan. 

Setelah itu Ubeth dengan sabar menanti saya membenahi meja-meja untuk mengaji sebelum bocah-bocah datang. Mata Ubeth yang hijau kecoklatan mengamati saya sambil sesekali mengeong.

"Tenang saja Ubeth, saya bisa mengangkatnya...", Tukje pun diam.

Sebelum kelar membenahi meja biasanya bocah-bocah sudah berdatangan. Bocah-bocah mulai mengaji, Ubeth duduk di meja paling depan seperti ikut menunggu giliran mengaji.

Ketika saya mengajarkan satu demi satu ayat hafalan Quran. Ubeth duduk diam sambil mengamati saya. Hikmat sekali.

Bila bocah-bocah mulai berisik, Tukje akan mendesis kesal. Biasanya dia akan berputar-putar seakan ingin memberi tahu para bocah untuk berhenti gaduh.

Tak sehari pun, Ubeth absen menemani saya dan para bocah mengaji. Terkadang Ubeth mengajak temannya sesama kucing. Namun hanya Ubeth yang duduk tenang dan mengamati dengan hikmat.

Sore ini Ubeth datang telat. Dia tidak menyapa saya saat saya tiba di basecamp. Ubeth datang tergopoh-gopoh dan langsung duduk di depan. Para bocah sudah pulang, tinggal ibu-ibu yang ingin belajar mengaji. 

Saya pun menyuruh salah satu santri memotret Ubeth yang tekun belajar mengaji. Beginilah ekspresi Ubeth. 

Jangan-jangan Ubeth ini pangeran tampan nan soleh yang dikutuk jadi kucing. Ubeth baru akan kembali jadi manusia kalau ada gadis solehah yang mencium Ubeth  dengan penuh kasih. 

Ada yang mau coba?

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak