Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

Flashback: Sumbangan Al Quran


Catatan harian bertanggal 10 April 2018:

H-34 sebelum Ramadhan....
Insya Allah kita sudah siap! Semingggu lalu masih pusing bagaimana mewujudkan program Ramadhan Rumah Quran Ramadhan dengan konsep 'sesempurna' itu. Bingung duitnya. Walau biasanya kita juga udah sering gak punya duit sepeserpun untuk membuat acara megah.
Sampai kemarin mau pesen spanduk, akadnya "boleh gak dibayar pake doa?" 
Karena memang belum ada donatur, jadi ya duitnya disimpan dulu sesuai skala prioritas sampe H-14 deh.

Alhamdulillah, hari ini dikirimin sama Mas Andhika Pratama dan Mbak Ussy Sulistyowati 100 Al quran terjemah perkata. Sedikit demi sedikit Allah kasih jalan.😍
Tinggal nunggu keajaiban berikutnya.
Makasih ya Yulia Febriyanti mamanya Garra, Ken, Ryu dan Mehwa

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya