Kesibukan Ramadhan Tahun Ini

Image
Masih lama dari deadline pendaftaran 1 Mei 2018. Tapi panitia sudah mulai sibuk, cetak-cetak yang perlu dicetak, video editing dan narasi sudah mulai digarap oleh tim ahli.  Karena Insya Allah, tahun ini BEDA. 
Hafalan tahun ini didukung dengan audio visual yang mumpuni untuk mempermudah proses hafalan ala metode Kauny ini. Insya Allah menggunakan 'fun theory' tapi tetap syar'i. 
Memang cuma 2 hari tapi 'full schedule'. Meski ada target hafalan, peserta juga akan mendapatkan materi lain untuk pemahaman surah Al Kahfi. Ada juga games untuk memudahkan proses hafalan dengan menggunakan flash card khusus, makanya workshop menghafal ini cocok dari anak-anak, sampai dewasa. 
Tim kami tak hanya digawangi oleh Majelis Al Kahfi, ibu-ibu yang sudah duluan menghafal Al kahfi, juga ada para profesional lulusan universitas dan pesantren ternama.
Kami sebetulnya hanya kumpulan orang fakir ilmu yang masih akan terus belajar sampai mati, sambil mentransfer sedikit ilmu kami. Kala…

Flashback: Sopan


Catatan harian bertanggal 20 Juli 2018:

"Bu risma makasih ya bu telah mengajak saya jalan-jalan. Jalan-jalan kali ini memberi memberi banyak pelajaran untuk saya dan teman-teman yang lain..." Saya terpana menatap layar ponsel di whatsapp saya.
Baru saja saya mau bertanya siapa dia. Sebuah nama muncul di situ.
Saya tersenyum. Masya Allah...Anak muda itu.
Saya mengenalnya di program Sukabakti Menghafal. Bocah ABG dengan tatapan mata berbinar-binar setiap mengikuti kelas saya. Binar matanya memperlihatkan betapa dia sangat fokus dan konsentrasi menghafal.
Kelebihan lainnya. Dia salah satu santri paling sopan yang saya tahu. Tata bahasanya pun tersusun rapih, meski bukan basa-basi.
Saya pikir hubungan kami bakal kelar saat program Sukabakti Menghafal usai. Tetapi tidak, selepas jalan-jalan untuk para santri tergigih di Sukabakti Menghafal. Dia memutuskan untuk bergabung.
"Bu risma..... Insya allah nanti saya ikut mengaji bareng ya bu"
Saya jawab, "ok... semoga betah..."
Dan seperti waktu program Ramadhan. Bocah itu tetap dengan tekun memperhatikan saya. Dia bahkan tak mengobrol.
Di luar Rumah Quran pun dia tetap sopan. Dan saya tahu, dia tak hanya berlaku sopan kepada saya tetapi juga orang lain. Saya penasaran bagaimana sang ayah dan ibunya mendidiknya dengan baik di rumah.
Dan siang tadi, saat kami kerepotan membagikan makanan dan minuman karena kekurangan kru. Dia tak sungkan menawarkan bantuan, "boleh saya bantu ibu?"
Tentu saja dengan suka cita saya menyodorkan keranjang berisi makanan dan minuman. Dan masih banyak cerita lain tentang dia.
Sampai saya tulis di memoar, "Kamu sopan... Tapi saya belum jatuh cinta, gak tahu nanti sore atau besok."
Mengingat semakin kesini, kita semacam kehilangan generasi yang punya sopan-santun. Dan perilaku 'tak sopan' seseorang itu bisa menular seperti virus. Apalagi zaman sekarang seseorang yang sopan dibilang tidak gaul.
Mari kita doakan yang sopan menularkan kesopanannya kepada orang lain.

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset