Lelaki Dayuts

Image
ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya (dayuts).” (HR. Ahmad 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain) Lalu siapakah lelaki Dayuts itu? Imam adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “Dayûts adalah orang yang membenarkan keburukan pada keluarganya, yaitu tetap menganggap baik pada keluarganya (padahal ada kemungkaran yang nyata -pen), kita berlindung kepada Allâh dari hal itu. [Al-Kabâ-ir, hlm. 137] Imam Ibnul Manzhûr berkata, “Dayûts adalah orang yang tidak cemburu kepada keluarganya”. [Lisânul ‘Arab, 4/456] Sedang Imam ‘Ali al-Qâri rahimahullah berkata, “Dayûts adalah orang yang membenarkan keburukan pada keluarganya, yaitu dengan mendiamkannya. Yang masuk dalam ketagoeri keluarganya yaitu istriny…

Flashback: Si Joni

Catatan harian bertanggal 16 Juni 2017:


Namanya Joni, dia salah satu murid saya yang sudah ABG. Perawakannya tinggi besar dengan suara yang ngebas maksimal. Awal dia masuk, wajahnya terbilang menyeramkan bagi saya. 

Saya selalu membayangkan yang tidak-tidak tentang dia. Apalagi gayanya benar-benar seperti kebanyakan preman yang terbiasa mabuk miras atau koplo. Terus-terang saya takut.

Setiap dia datang ke kelas, saya tidak berharap banyak. Apalagi dia berteman dengan salah seorang murid yang dahulu terpaksa saya keluarkan karena sudah keterlaluan. 

Ketika saya memulai hafalan An Naba pun dia masih acuh. Ketika anak-anak lain sudah di ayat 20. Dia masih setia dengan ayat 8. Hingga akhirnya Ramadhan saya dan tim guru sepakat akan memberikan hadiah piknik bareng bagi yang sudah hafal An Naba, hadiah THR buat yang hafalannya paling oke, bahkan bisa melafalkan Arab dan artinya bolak-balik di luar kepala.

Saya pikir Joni acuh dengan challenge itu. Tidak! Joni gigih menghafal. Dia datang di kelas Subuh, mencuri waktu di siang dn sore untuk setoran hafalan di rumah saya. Bolak-balik pula dia saya suruh pulang untuk hafalkan lagi. 

Pada yang ke sekian kalinya dengan wajah memelas setelah saya bilang, hafalannya belum lulus. Dia bilang, "bu saya kok susah hafal..."

Saya tersenyum, "sering-sering bilang Astaghfirullahaladzim!"

Hingga akhirnya pada kali ke enam dia setoran, dia akhirnya lulus. Mata-matanya berkaca-kaca, "Jadi saya boleh ikut piknik bu?"

Saya tersenyum dan mengangguk. 

"Alhamdulillah", dia kegirangan.

Bagi Joni yang penting dia ikut piknik. Joni memahami kekurangannya yang susah hafal. Dia tak bermimpi berebut THR bagi penghafal terbaik.

Comments

Popular posts from this blog

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019