Berburu Dokter Spesialis Anak

Image
Sebelumnya, saya hampir tidak punya dokter spesialis anak favorit untuk anak saya Sydney. Semua terjadi begitu saja dan saya sama sekali tidak sempat survey untuk memilih rekanan dokter spesialis untuk anak. 
Sydney lahir prematur dengan beragam riwayat kesehatan yang mengharuskan dia mendapatkan perawatan khusus di salah satu rumah sakit swasta ternama di Bintaro. Dan Qadarallah, Sydney ditangani oleh dokter spesialis anak-anak prematur yang akhirnya menjadi dokter Sydney sampai dia usia hampir dua tahun. 
Setelah itu Sydney lebih banyak ditangani oleh dokter-dokter di Hermina Ciputat. Dua kali dirawat inap untuk kasus yang hampir sama yaitu diare. Selebihnya hanya penyakit biasa, yang terngeri ya flu Hongkong, gejala demam ala flu tapi muncul bintik-bintik seperti cacar.
Hanya saja sejak pertengahan tahun lalu, Qadarallah Sydney tetiba batuk tak sembuh-sembuh. Batuknya sih tidak parah hanya seperti berdehem, tapi cukup mengganggu buat saya orang tuanya. Sebelumnya memang Sydney rad…

Flashback: Rumah Quran Ar Rahman On The Street


Catatan harian bertanggan 13 Mei 2018:

Hari ini adalah hari yang gembira buat kami. Pasalnya selepas ashar kami pawai berkeliling kampung untuk menyambut Ramadhan 1439 H.
Berbeda dengan pawai tahun sebelumnya, tahun ini ada agenda baru yaitu "Rumah Quran on The Street". Mengajak preman atau tukang ojek ikut menghafal bersama dengan metode menghafal quran semudah tersenyum.
Saat kami menghampiri pangkalan preman agak kecut juga hati kami. Pasalnya Bang Badai, preman yang paling ditakuti di wilayah itu sedang mangkal.
Qadarallah, dia ikut menjajal menghafal quran surah Ar Rahman. Kelar menghafal, Bang Badai dan tangan kanannya Bang Tile tak bisa menahan haru. Ia buru-buru melipir bahkan tak mau menerima hadiah yang kami tawarkan. Sampai ustadz Sobari mengejarnya. Bang Badai bilang, dia ingin anak-anaknya ikut menghafal di Rumah Quran Ar Rahman.
Pak Sobari menawarkan untuk ikut serta juga. Bang Badai, preman berbadan kekar yang paling ditakuti seantero Jombang tak bisa menahan haru. Ia mengangguk sambil melipir.
Mari kita doakan ayat-ayat Quran yang baru saja dihafalnya menjadi pintu hidayah untuk Bang Badai.
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dan singgah di lapangan tempat para tukang ojek, preman biasa mangkal. Kebetulan lagi ada acara Persija, jadi banyak orang.
Para santri duduk melingkar, saya dan tim pun beraksi. Kali ini ada 4 orang laki-laki dewasa yang biasa nongkrong di tempat itu dan 4 anak-anak.
Karena keterbatasan waktu kami pun segera beringsut sebelum Maghrib. Alhamdulillah, pawai jelang Ramadhan usai.
Kami kembali ke Rumah Quran Ar Rahman 15 menit jelang maghrib. untuk minum dan makan snack.
Alhamdulillah! Masya Allah Tabarakallahu!

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset