Lelaki Dayuts

Image
ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya (dayuts).” (HR. Ahmad 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain) Lalu siapakah lelaki Dayuts itu? Imam adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “Dayûts adalah orang yang membenarkan keburukan pada keluarganya, yaitu tetap menganggap baik pada keluarganya (padahal ada kemungkaran yang nyata -pen), kita berlindung kepada Allâh dari hal itu. [Al-Kabâ-ir, hlm. 137] Imam Ibnul Manzhûr berkata, “Dayûts adalah orang yang tidak cemburu kepada keluarganya”. [Lisânul ‘Arab, 4/456] Sedang Imam ‘Ali al-Qâri rahimahullah berkata, “Dayûts adalah orang yang membenarkan keburukan pada keluarganya, yaitu dengan mendiamkannya. Yang masuk dalam ketagoeri keluarganya yaitu istriny…

Flashback: Rumah Quran Ar Rahman On The Street


Catatan harian bertanggan 13 Mei 2018:

Hari ini adalah hari yang gembira buat kami. Pasalnya selepas ashar kami pawai berkeliling kampung untuk menyambut Ramadhan 1439 H.
Berbeda dengan pawai tahun sebelumnya, tahun ini ada agenda baru yaitu "Rumah Quran on The Street". Mengajak preman atau tukang ojek ikut menghafal bersama dengan metode menghafal quran semudah tersenyum.
Saat kami menghampiri pangkalan preman agak kecut juga hati kami. Pasalnya Bang Badai, preman yang paling ditakuti di wilayah itu sedang mangkal.
Qadarallah, dia ikut menjajal menghafal quran surah Ar Rahman. Kelar menghafal, Bang Badai dan tangan kanannya Bang Tile tak bisa menahan haru. Ia buru-buru melipir bahkan tak mau menerima hadiah yang kami tawarkan. Sampai ustadz Sobari mengejarnya. Bang Badai bilang, dia ingin anak-anaknya ikut menghafal di Rumah Quran Ar Rahman.
Pak Sobari menawarkan untuk ikut serta juga. Bang Badai, preman berbadan kekar yang paling ditakuti seantero Jombang tak bisa menahan haru. Ia mengangguk sambil melipir.
Mari kita doakan ayat-ayat Quran yang baru saja dihafalnya menjadi pintu hidayah untuk Bang Badai.
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dan singgah di lapangan tempat para tukang ojek, preman biasa mangkal. Kebetulan lagi ada acara Persija, jadi banyak orang.
Para santri duduk melingkar, saya dan tim pun beraksi. Kali ini ada 4 orang laki-laki dewasa yang biasa nongkrong di tempat itu dan 4 anak-anak.
Karena keterbatasan waktu kami pun segera beringsut sebelum Maghrib. Alhamdulillah, pawai jelang Ramadhan usai.
Kami kembali ke Rumah Quran Ar Rahman 15 menit jelang maghrib. untuk minum dan makan snack.
Alhamdulillah! Masya Allah Tabarakallahu!

Comments

Popular posts from this blog

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019