Ketika Hijrah Menjadi Pilihan

Image
Bismillah!
Ceritanya hampir 2 minggu lalu, seorang kolega di sarang elang yang kini sudah berhijrah dan rajin mengirimi saya agenda kajian-kajian sunnah di seluruh penjuru Bintaro, BSD, dan sekitarnya mengirimi saya flyer tentang kajian hijrah yang digelar hasil kerja bareng MT Khoirotunnisa, nge-Fast, dan komunitas yukngaji!
Yang menarik dari kajian ini adalah kita semacam dibantu untuk kembali menemukan hakikat hidup yang sebenarnya sebelum berhijrah. Karena terkadang kita yang terlahir Islam menganggap sepele sebuah hakikat ke-Tauhid-an. Tahu adanya kewajiban shalat lima waktu dan ibadah lainnya, tapi tak pernah paham esensinya. Tahu kalau kita harus datang ke kajian, tapi kadang kita masih tebang pilih syariat, bahkan terkadang 'tidak berani' melangkah terlalu jauh. Tahu kalau tak ada sehelai daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Allah, tapi tetap menangis meraung-raung ketika ujian datang. 
Dan di kajian sebanyak 9 kali pertemuan ini mengulas tuntas esensi hijrah, tentang mafa…

Flashback: RQ Ar Rahman Goes to Picnic 3

Catatan harian bertanggal 1 Juli 2018:

Dari 150 peserta Sukabakti Menghafal, akhirnya hanya 86 orang yang ikut ujian. Yah begitulah seleksi alam. Ada sejak di pertengahan sudah mengundurkan diri karena ‘tidak kuat’. Ada yang sebenarnya ikut sampai akhir program tapi tidak cukup pede untuk ikut ujian lisan dan tertulis.
Akhirnya dari sekian banyak santri, kami memilih 32 santri saja yang bakal ikut piknik kali ini. Jadi total ada 40 orang yang bakal ikut seru-seruan bareng termasuk pembimbing.
Rencananya kali ini kita mau ‘mondok’ di salah satu pesantren di Ciomas, Bogor selama 3 hari 2 malam dari hari Kamis (5 Juli 2018) hingga Sabtu (7 Juli 2018). Semuanya gratis!
Petualangan kali ini Insya Allah lebih seru dari yang sebelumnya. Menjajal hidup sederhana di desa sambil ngaji. Sengaja kami tidak ambil pesantren yang modern. Pesantren ini salah satu yang minim dana.
Bagi warga Bogor yang mau intip keseruan kami yuk! Boleh banget datang. Apalagi sambil bawa makanan, beras, dan lain-lain.
Selama kami 'mondok', giliran kami yang memasak untuk santri Rumah Quran Ar Rahman dan santri pesantren An Nuur. Ini semacam hadiah dari kami biar sesekali makannya beda. Sesekali makan enak.
Mungkin nanti saya juga bakal butuh teman jalan orang Bogor untuk belanja-belanja sembako kebutuhan pesantren. Maklum, kami berempat puluh, berpetualang ke Bogor tidak menyewa mobil/bus yang standby selama 3 hari 2 malam.
Rencananya malah naik kereta, selain ngirit juga seru. Turun di stasiun Bogor tinggal carter 3 angkot. Pulangnya bisa carter bus pusaka sampai ciputat.
Di sana kami ‘mondok’ sesekali berpetualang keliling desa. Syukur-syukur kami dapat hafalan baru, atau teknik memperbaiki bacaan Quran kami.

Masya Allah Tabarakallah!

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak