Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

Flashback: RQ Ar Rahman Goes to Picnic 3

Catatan harian bertanggal 1 Juli 2018:

Dari 150 peserta Sukabakti Menghafal, akhirnya hanya 86 orang yang ikut ujian. Yah begitulah seleksi alam. Ada sejak di pertengahan sudah mengundurkan diri karena ‘tidak kuat’. Ada yang sebenarnya ikut sampai akhir program tapi tidak cukup pede untuk ikut ujian lisan dan tertulis.
Akhirnya dari sekian banyak santri, kami memilih 32 santri saja yang bakal ikut piknik kali ini. Jadi total ada 40 orang yang bakal ikut seru-seruan bareng termasuk pembimbing.
Rencananya kali ini kita mau ‘mondok’ di salah satu pesantren di Ciomas, Bogor selama 3 hari 2 malam dari hari Kamis (5 Juli 2018) hingga Sabtu (7 Juli 2018). Semuanya gratis!
Petualangan kali ini Insya Allah lebih seru dari yang sebelumnya. Menjajal hidup sederhana di desa sambil ngaji. Sengaja kami tidak ambil pesantren yang modern. Pesantren ini salah satu yang minim dana.
Bagi warga Bogor yang mau intip keseruan kami yuk! Boleh banget datang. Apalagi sambil bawa makanan, beras, dan lain-lain.
Selama kami 'mondok', giliran kami yang memasak untuk santri Rumah Quran Ar Rahman dan santri pesantren An Nuur. Ini semacam hadiah dari kami biar sesekali makannya beda. Sesekali makan enak.
Mungkin nanti saya juga bakal butuh teman jalan orang Bogor untuk belanja-belanja sembako kebutuhan pesantren. Maklum, kami berempat puluh, berpetualang ke Bogor tidak menyewa mobil/bus yang standby selama 3 hari 2 malam.
Rencananya malah naik kereta, selain ngirit juga seru. Turun di stasiun Bogor tinggal carter 3 angkot. Pulangnya bisa carter bus pusaka sampai ciputat.
Di sana kami ‘mondok’ sesekali berpetualang keliling desa. Syukur-syukur kami dapat hafalan baru, atau teknik memperbaiki bacaan Quran kami.

Masya Allah Tabarakallah!

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya