Resolusi Tahun 2020

Image
Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di awal tahun 2020. Tahun yang dulu saya pikir sangat 'sophisticated' seperti film The Matrix dan Science Fiction lainnya yang mengumbar kecanggihan tahun 2020. Atau malah awal dari apocalypse dunia.
Ternyata tahun 2020 tidak seheboh bayangan masa kecil saya, dimana dunia sudah sedemikian canggih dan penuh robot. Walau memang lebih canggih untuk beberapa inovasi, tapi ya masih tidak terlalu signifikan. 
"Yang canggih mah canggih. Yang terbelakang ya tetap terbelakang, susah listrik apalagi jaringan internet."
Lalu apa resolusi tahun barumu? Masihkah target-target dunia masuk dalam list?
Al-Qur’an surat al-Anbiyâ’ (21): 35 dan al-Ankabût (29): 57 menyebutkan bahwa semua yang bernyawa akan mati. Bahkan dalam surat al-A’râf (7): 34 ditegaskan bahwa semua umat mempunyai ajal (batas waktu) yang telah ditentukan oleh Allah. Ketika ajal tersebut sudah tiba, maka tidak bisa ditunda ataupun dipercepat barang sesaatpun. Namun demikian, kematian bu…

Flashback: RQ Ar Rahman Goes to Picnic 3

Catatan harian bertanggal 1 Juli 2018:

Dari 150 peserta Sukabakti Menghafal, akhirnya hanya 86 orang yang ikut ujian. Yah begitulah seleksi alam. Ada sejak di pertengahan sudah mengundurkan diri karena ‘tidak kuat’. Ada yang sebenarnya ikut sampai akhir program tapi tidak cukup pede untuk ikut ujian lisan dan tertulis.
Akhirnya dari sekian banyak santri, kami memilih 32 santri saja yang bakal ikut piknik kali ini. Jadi total ada 40 orang yang bakal ikut seru-seruan bareng termasuk pembimbing.
Rencananya kali ini kita mau ‘mondok’ di salah satu pesantren di Ciomas, Bogor selama 3 hari 2 malam dari hari Kamis (5 Juli 2018) hingga Sabtu (7 Juli 2018). Semuanya gratis!
Petualangan kali ini Insya Allah lebih seru dari yang sebelumnya. Menjajal hidup sederhana di desa sambil ngaji. Sengaja kami tidak ambil pesantren yang modern. Pesantren ini salah satu yang minim dana.
Bagi warga Bogor yang mau intip keseruan kami yuk! Boleh banget datang. Apalagi sambil bawa makanan, beras, dan lain-lain.
Selama kami 'mondok', giliran kami yang memasak untuk santri Rumah Quran Ar Rahman dan santri pesantren An Nuur. Ini semacam hadiah dari kami biar sesekali makannya beda. Sesekali makan enak.
Mungkin nanti saya juga bakal butuh teman jalan orang Bogor untuk belanja-belanja sembako kebutuhan pesantren. Maklum, kami berempat puluh, berpetualang ke Bogor tidak menyewa mobil/bus yang standby selama 3 hari 2 malam.
Rencananya malah naik kereta, selain ngirit juga seru. Turun di stasiun Bogor tinggal carter 3 angkot. Pulangnya bisa carter bus pusaka sampai ciputat.
Di sana kami ‘mondok’ sesekali berpetualang keliling desa. Syukur-syukur kami dapat hafalan baru, atau teknik memperbaiki bacaan Quran kami.

Masya Allah Tabarakallah!

Comments

Popular posts from this blog

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019