Ketika Hijrah Menjadi Pilihan

Image
Bismillah!
Ceritanya hampir 2 minggu lalu, seorang kolega di sarang elang yang kini sudah berhijrah dan rajin mengirimi saya agenda kajian-kajian sunnah di seluruh penjuru Bintaro, BSD, dan sekitarnya mengirimi saya flyer tentang kajian hijrah yang digelar hasil kerja bareng MT Khoirotunnisa, nge-Fast, dan komunitas yukngaji!
Yang menarik dari kajian ini adalah kita semacam dibantu untuk kembali menemukan hakikat hidup yang sebenarnya sebelum berhijrah. Karena terkadang kita yang terlahir Islam menganggap sepele sebuah hakikat ke-Tauhid-an. Tahu adanya kewajiban shalat lima waktu dan ibadah lainnya, tapi tak pernah paham esensinya. Tahu kalau kita harus datang ke kajian, tapi kadang kita masih tebang pilih syariat, bahkan terkadang 'tidak berani' melangkah terlalu jauh. Tahu kalau tak ada sehelai daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Allah, tapi tetap menangis meraung-raung ketika ujian datang. 
Dan di kajian sebanyak 9 kali pertemuan ini mengulas tuntas esensi hijrah, tentang mafa…

Flashback: Preman Belajar Ngaji


Catatan harian bertanggal 19 Mei 2018:

Sore ini kami kembali menyambangi pangkalan preman dan ojek untuk mengajarkan hafalan quran. Tak lupa membawa aneka takjil untuk dibagikan kemasyarakat.
Kami tak melihat bang Badai, tapi ada Bang Tile yang sedang sibuk jadi pengatur jalan raya yang macet jelang maghrib.
Kami melanjutkan hafalan surah Ar Rahman. Alhamdulillah kali ini kami menghafal sampai ayat 6 beserta arti selama hampir 1 jam.
Sebenarnya mereka ingin menambah sampai ayat 10, tetapi waktu yang sudah tidak memungkinkan.
Dengarkan bacaan qurannya deh...! Baguskan? Insya Allah jadi pintu hidayah buat mereka.
Kami sudah kepikiran sih membuat platform bisnis halal untuk para preman insaf yang ingin memulai hidup baru yang 'lurus'. Hal paling masuk akal yang bisa dilakukan dalam waktu dekat sih kayaknya, memberikan modal dagang. Tidak dalam bentuk uang, tapi barang dagangan. Tentu saja harus diseleksi dahulu. Wallahu'alam bisshawab
Saya sebagai penanggung jawab program, iseng bertanya pada bendahara di perjalanan pulang menuju Rumah Quran Ar Rahman. "Uang kita tinggal berapa?"
maklum kemarinan kita sempat deg-degan karena budget ifthar jadi 3 kali budget. Jadi amplop-amplop yang sudah disiapkan untuk perhari sepanjang Ramadhan "maju terus". Hari pertama ambil 3 amplop, begitu selanjutnya.
pak ustadz Ahmad Sobari bilang, "tenang aja, tar juga diganti Allah."
Baru bilang aamiin, whatsapp saya berbunyi, seorang teman mantan Metro TV yang suka membaca postingan ini mengirim pesan, "titip ya buat Rumah Quran". Alhamdulillah!!! Terharu sambil lonjak-lonjak kegirangan.
Insya Allah sebagian sembako, parsel alat sholat sudah dibeli. Saking banyaknya sampai ruang tamu rumah saya sesak. Bahkan uang untuk santunan anak yatim dan dhuafa sudah disiapkan. Dan sepertinya akan terus bertambah jumlahnya hingga mendekati lebaran.
terima kasih ya seksi repot yang rela bercapek-capek meski tidak dibayar, bahkan kadang kena omelan ☺️🤦🏻‍♀️

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak