Resolusi Tahun 2020

Image
Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di awal tahun 2020. Tahun yang dulu saya pikir sangat 'sophisticated' seperti film The Matrix dan Science Fiction lainnya yang mengumbar kecanggihan tahun 2020. Atau malah awal dari apocalypse dunia.
Ternyata tahun 2020 tidak seheboh bayangan masa kecil saya, dimana dunia sudah sedemikian canggih dan penuh robot. Walau memang lebih canggih untuk beberapa inovasi, tapi ya masih tidak terlalu signifikan. 
"Yang canggih mah canggih. Yang terbelakang ya tetap terbelakang, susah listrik apalagi jaringan internet."
Lalu apa resolusi tahun barumu? Masihkah target-target dunia masuk dalam list?
Al-Qur’an surat al-Anbiyâ’ (21): 35 dan al-Ankabût (29): 57 menyebutkan bahwa semua yang bernyawa akan mati. Bahkan dalam surat al-A’râf (7): 34 ditegaskan bahwa semua umat mempunyai ajal (batas waktu) yang telah ditentukan oleh Allah. Ketika ajal tersebut sudah tiba, maka tidak bisa ditunda ataupun dipercepat barang sesaatpun. Namun demikian, kematian bu…

Flashback: Preman Belajar Ngaji


Catatan harian bertanggal 19 Mei 2018:

Sore ini kami kembali menyambangi pangkalan preman dan ojek untuk mengajarkan hafalan quran. Tak lupa membawa aneka takjil untuk dibagikan kemasyarakat.
Kami tak melihat bang Badai, tapi ada Bang Tile yang sedang sibuk jadi pengatur jalan raya yang macet jelang maghrib.
Kami melanjutkan hafalan surah Ar Rahman. Alhamdulillah kali ini kami menghafal sampai ayat 6 beserta arti selama hampir 1 jam.
Sebenarnya mereka ingin menambah sampai ayat 10, tetapi waktu yang sudah tidak memungkinkan.
Dengarkan bacaan qurannya deh...! Baguskan? Insya Allah jadi pintu hidayah buat mereka.
Kami sudah kepikiran sih membuat platform bisnis halal untuk para preman insaf yang ingin memulai hidup baru yang 'lurus'. Hal paling masuk akal yang bisa dilakukan dalam waktu dekat sih kayaknya, memberikan modal dagang. Tidak dalam bentuk uang, tapi barang dagangan. Tentu saja harus diseleksi dahulu. Wallahu'alam bisshawab
Saya sebagai penanggung jawab program, iseng bertanya pada bendahara di perjalanan pulang menuju Rumah Quran Ar Rahman. "Uang kita tinggal berapa?"
maklum kemarinan kita sempat deg-degan karena budget ifthar jadi 3 kali budget. Jadi amplop-amplop yang sudah disiapkan untuk perhari sepanjang Ramadhan "maju terus". Hari pertama ambil 3 amplop, begitu selanjutnya.
pak ustadz Ahmad Sobari bilang, "tenang aja, tar juga diganti Allah."
Baru bilang aamiin, whatsapp saya berbunyi, seorang teman mantan Metro TV yang suka membaca postingan ini mengirim pesan, "titip ya buat Rumah Quran". Alhamdulillah!!! Terharu sambil lonjak-lonjak kegirangan.
Insya Allah sebagian sembako, parsel alat sholat sudah dibeli. Saking banyaknya sampai ruang tamu rumah saya sesak. Bahkan uang untuk santunan anak yatim dan dhuafa sudah disiapkan. Dan sepertinya akan terus bertambah jumlahnya hingga mendekati lebaran.
terima kasih ya seksi repot yang rela bercapek-capek meski tidak dibayar, bahkan kadang kena omelan ☺️🤦🏻‍♀️

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

Pecak Timun Betawi