MANUSIA: Khalifah di Muka Bumi

Image
Nama Nabi Adam Alaihisalam.disebut dalam Al-Quran sebanyak  25 kali di beberapa surah dalam Al Quran. Dalil-dalil tentang penciptaan nabi Adam bisa kita jumpai pada surah al-Baqoroh ayat (30-39) Allah berfirman "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi," Mereka berkata "Apakah Engkau akan menjadikan orang yang akan merusak dan menumpahkan darah disana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan mensucikan nama-Mu?Dia (Allah) Berfirman "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui"
Sekilas dari ayat tersebut, malaikat yang bertanya pada Allah terkesan meragukan keputusan Allah untuk menciptakan makhluk bernama manusia. Sebenarnya malaikat adalah makhluk Allah yang tak akan pernah menolak perintah Allah, pertanyaan malaikat itu lebih kepada penasaran, ingin mencari tahu dan memohon penjelasan agar dapat dijadikan hikmah bagi mereka bukan sebagai bentuk penolakan akan apa yang diciptakan oleh Alla…

Flashback: Pilu


Catatan harian bertanggal 16 Juni 2017, ini sudah merupakan tanda awal kedukaan yang memutuskan akhirnya 15 Oktober 2018 Saya mundur dari Rumah Quran Ar Rahman:


Belakangan ini saya diserang kegalauan akut. Semakin hari, terasa perpisahan saya dengan anak-anak kian dekat. 

Ketika spanduk "Rumah Quran Ar Rahman" itu terpasang di halaman basecamp kami. Saya terharu. Saya tidak membayangkan bisa seperti sekarang. Dukungan luar biasa dari banyak pihak yang membuat akhirnya kita benar-benar punya wadah.

Saya mengomentari mitra saya di rumah quran saat dia memotret spanduk kami, "berjanjilah denganku, spirit rumah quran Ar Rahman tetap menyala walau aku pergi".

Matanya mendelik, "mau kemana lo? Jangan bercanda ya bu Risma. Kamu tidak pergi secepat itu bukan?"

Saya menunduk menahan tangis. 

"Lihatlah... bukankah ini yang kita semua impikan. Anak-anak semua mencintai ibu. Juga orang tua mereka. Ibu mau pergi meninggalkan semua ini?"

Padahal saya belum bilang dengan jelas apa maksud saya. Namun dia sudah memberondongnya dengan kata-kata yang semakin mempertanyakan pilihan saya.

Lain waktu saya bilang ke sahabat setia saya bu Eko yang juga murid saya. Perempuan hampir setengah baya itu menangis saat saya bilang, "Yuk, kita atur waktu pikniknya segera. Takutnya ini sekalian farewell party".

"Apa sih? Jangan bercanda ya bu. Kamu tidak akan pergi secepat itu kan?" dia menyelidik. Saya hanya menangis dan menangis. Tanpa bisa menjelaskan.

Hingga saat selepas subuh, saat saya suruh dia mengaji, dia malah nangis sesenggukan. Air mata saya juga menetes pilu. Namun buru-buru saya hapus karena takut ibu-ibu lain melihatnya. Si ibu Eko dengan lirih berkata, "biar giliran yang lain dulu ngajinya". 

Setelah itu kami saling diam, dengan mata kami yang sama-sama sembab. Ibu-ibu yang lain hanya memandang heran.

Ah sudahlah.... Semoga ada jalan lain, agar saya tidak perlu meninggalkan semua ini.

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

Resolusi Tahun 2019