Berburu Dokter Spesialis Anak

Image
Sebelumnya, saya hampir tidak punya dokter spesialis anak favorit untuk anak saya Sydney. Semua terjadi begitu saja dan saya sama sekali tidak sempat survey untuk memilih rekanan dokter spesialis untuk anak. 
Sydney lahir prematur dengan beragam riwayat kesehatan yang mengharuskan dia mendapatkan perawatan khusus di salah satu rumah sakit swasta ternama di Bintaro. Dan Qadarallah, Sydney ditangani oleh dokter spesialis anak-anak prematur yang akhirnya menjadi dokter Sydney sampai dia usia hampir dua tahun. 
Setelah itu Sydney lebih banyak ditangani oleh dokter-dokter di Hermina Ciputat. Dua kali dirawat inap untuk kasus yang hampir sama yaitu diare. Selebihnya hanya penyakit biasa, yang terngeri ya flu Hongkong, gejala demam ala flu tapi muncul bintik-bintik seperti cacar.
Hanya saja sejak pertengahan tahun lalu, Qadarallah Sydney tetiba batuk tak sembuh-sembuh. Batuknya sih tidak parah hanya seperti berdehem, tapi cukup mengganggu buat saya orang tuanya. Sebelumnya memang Sydney rad…

Flashback: Ngeliwet



Catatan harian ini bertanggal 1 Januari 2017:

Pertama kali kenal ngeliwet sewaktu KKN di Desa Bojong Cae. Makan nasi berbumbu yang dihampar di atas daun pisang lengkap dengan lauk-pauk, lalapan dan sambal. Cara makannya pun 'ngariung' berbarengan dengan berbekal tangan. Aihhh lezatnya!

Apalagi makannya di pinggir sawah. Nafsu makan bisa bertambah berkali-kali lipat. Makanya tak heran pulang dari KKN 2 bulan 14 tahun lalu, berat badan saya naik hampir 5kg. Padahal lauknya ya tidak mewah, hanya ikan asin, tahu, tempe, sambal dan lalapan hasil panen kebun sendiri. 

Kenangan 'ngeliwet' itu masih terpatri di ingatan saya dan hingga detik ini saya masih suka bernostalgia. Memasak nasi berbumbu rempah asli Indonesia yang diliwet, lauk-pauk, lalap dan sambal. Tambah jengkol balado dan pete bakar makin lezat. Ini hidangan istimewa buat saya! Apalagi buat menjamu tamu yang jumlahnya puluhan. Tak perlu banyak piring dan sendok kotor.

Dan ternyata cara makan seperti ini sunnah nabi loh...

Ilustrasi: 
Makan bersama "anak-anak" di rumah saya di hari Jumat terakhir tahun 2016. Alhamdulillah banyak anak, banyak rezeki. 

Kalau ada yang tanya kemana saja saya setengah tahun terakhir di 2016? Saya sibuk mengurus titipan Allah ini. Jadi juru masak sekaligus guru. 😉

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset