Kesibukan Ramadhan Tahun Ini

Image
Masih lama dari deadline pendaftaran 1 Mei 2018. Tapi panitia sudah mulai sibuk, cetak-cetak yang perlu dicetak, video editing dan narasi sudah mulai digarap oleh tim ahli.  Karena Insya Allah, tahun ini BEDA. 
Hafalan tahun ini didukung dengan audio visual yang mumpuni untuk mempermudah proses hafalan ala metode Kauny ini. Insya Allah menggunakan 'fun theory' tapi tetap syar'i. 
Memang cuma 2 hari tapi 'full schedule'. Meski ada target hafalan, peserta juga akan mendapatkan materi lain untuk pemahaman surah Al Kahfi. Ada juga games untuk memudahkan proses hafalan dengan menggunakan flash card khusus, makanya workshop menghafal ini cocok dari anak-anak, sampai dewasa. 
Tim kami tak hanya digawangi oleh Majelis Al Kahfi, ibu-ibu yang sudah duluan menghafal Al kahfi, juga ada para profesional lulusan universitas dan pesantren ternama.
Kami sebetulnya hanya kumpulan orang fakir ilmu yang masih akan terus belajar sampai mati, sambil mentransfer sedikit ilmu kami. Kala…

Flashback: Ngeliwet



Catatan harian ini bertanggal 1 Januari 2017:

Pertama kali kenal ngeliwet sewaktu KKN di Desa Bojong Cae. Makan nasi berbumbu yang dihampar di atas daun pisang lengkap dengan lauk-pauk, lalapan dan sambal. Cara makannya pun 'ngariung' berbarengan dengan berbekal tangan. Aihhh lezatnya!

Apalagi makannya di pinggir sawah. Nafsu makan bisa bertambah berkali-kali lipat. Makanya tak heran pulang dari KKN 2 bulan 14 tahun lalu, berat badan saya naik hampir 5kg. Padahal lauknya ya tidak mewah, hanya ikan asin, tahu, tempe, sambal dan lalapan hasil panen kebun sendiri. 

Kenangan 'ngeliwet' itu masih terpatri di ingatan saya dan hingga detik ini saya masih suka bernostalgia. Memasak nasi berbumbu rempah asli Indonesia yang diliwet, lauk-pauk, lalap dan sambal. Tambah jengkol balado dan pete bakar makin lezat. Ini hidangan istimewa buat saya! Apalagi buat menjamu tamu yang jumlahnya puluhan. Tak perlu banyak piring dan sendok kotor.

Dan ternyata cara makan seperti ini sunnah nabi loh...

Ilustrasi: 
Makan bersama "anak-anak" di rumah saya di hari Jumat terakhir tahun 2016. Alhamdulillah banyak anak, banyak rezeki. 

Kalau ada yang tanya kemana saja saya setengah tahun terakhir di 2016? Saya sibuk mengurus titipan Allah ini. Jadi juru masak sekaligus guru. 😉

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset