Resolusi Tahun 2020

Image
Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di awal tahun 2020. Tahun yang dulu saya pikir sangat 'sophisticated' seperti film The Matrix dan Science Fiction lainnya yang mengumbar kecanggihan tahun 2020. Atau malah awal dari apocalypse dunia.
Ternyata tahun 2020 tidak seheboh bayangan masa kecil saya, dimana dunia sudah sedemikian canggih dan penuh robot. Walau memang lebih canggih untuk beberapa inovasi, tapi ya masih tidak terlalu signifikan. 
"Yang canggih mah canggih. Yang terbelakang ya tetap terbelakang, susah listrik apalagi jaringan internet."
Lalu apa resolusi tahun barumu? Masihkah target-target dunia masuk dalam list?
Al-Qur’an surat al-Anbiyâ’ (21): 35 dan al-Ankabût (29): 57 menyebutkan bahwa semua yang bernyawa akan mati. Bahkan dalam surat al-A’râf (7): 34 ditegaskan bahwa semua umat mempunyai ajal (batas waktu) yang telah ditentukan oleh Allah. Ketika ajal tersebut sudah tiba, maka tidak bisa ditunda ataupun dipercepat barang sesaatpun. Namun demikian, kematian bu…

Flashback: Ngeliwet



Catatan harian ini bertanggal 1 Januari 2017:

Pertama kali kenal ngeliwet sewaktu KKN di Desa Bojong Cae. Makan nasi berbumbu yang dihampar di atas daun pisang lengkap dengan lauk-pauk, lalapan dan sambal. Cara makannya pun 'ngariung' berbarengan dengan berbekal tangan. Aihhh lezatnya!

Apalagi makannya di pinggir sawah. Nafsu makan bisa bertambah berkali-kali lipat. Makanya tak heran pulang dari KKN 2 bulan 14 tahun lalu, berat badan saya naik hampir 5kg. Padahal lauknya ya tidak mewah, hanya ikan asin, tahu, tempe, sambal dan lalapan hasil panen kebun sendiri. 

Kenangan 'ngeliwet' itu masih terpatri di ingatan saya dan hingga detik ini saya masih suka bernostalgia. Memasak nasi berbumbu rempah asli Indonesia yang diliwet, lauk-pauk, lalap dan sambal. Tambah jengkol balado dan pete bakar makin lezat. Ini hidangan istimewa buat saya! Apalagi buat menjamu tamu yang jumlahnya puluhan. Tak perlu banyak piring dan sendok kotor.

Dan ternyata cara makan seperti ini sunnah nabi loh...

Ilustrasi: 
Makan bersama "anak-anak" di rumah saya di hari Jumat terakhir tahun 2016. Alhamdulillah banyak anak, banyak rezeki. 

Kalau ada yang tanya kemana saja saya setengah tahun terakhir di 2016? Saya sibuk mengurus titipan Allah ini. Jadi juru masak sekaligus guru. 😉

Comments

Popular posts from this blog

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Pecak Timun Betawi