Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

Flashback: Ngeliwet



Catatan harian ini bertanggal 1 Januari 2017:

Pertama kali kenal ngeliwet sewaktu KKN di Desa Bojong Cae. Makan nasi berbumbu yang dihampar di atas daun pisang lengkap dengan lauk-pauk, lalapan dan sambal. Cara makannya pun 'ngariung' berbarengan dengan berbekal tangan. Aihhh lezatnya!

Apalagi makannya di pinggir sawah. Nafsu makan bisa bertambah berkali-kali lipat. Makanya tak heran pulang dari KKN 2 bulan 14 tahun lalu, berat badan saya naik hampir 5kg. Padahal lauknya ya tidak mewah, hanya ikan asin, tahu, tempe, sambal dan lalapan hasil panen kebun sendiri. 

Kenangan 'ngeliwet' itu masih terpatri di ingatan saya dan hingga detik ini saya masih suka bernostalgia. Memasak nasi berbumbu rempah asli Indonesia yang diliwet, lauk-pauk, lalap dan sambal. Tambah jengkol balado dan pete bakar makin lezat. Ini hidangan istimewa buat saya! Apalagi buat menjamu tamu yang jumlahnya puluhan. Tak perlu banyak piring dan sendok kotor.

Dan ternyata cara makan seperti ini sunnah nabi loh...

Ilustrasi: 
Makan bersama "anak-anak" di rumah saya di hari Jumat terakhir tahun 2016. Alhamdulillah banyak anak, banyak rezeki. 

Kalau ada yang tanya kemana saja saya setengah tahun terakhir di 2016? Saya sibuk mengurus titipan Allah ini. Jadi juru masak sekaligus guru. 😉

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya