Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

Flashback: Mondok

Catatan harian bertanggal 2 Juli 2018:

Belakangan saya mulai bermimpi ingin 'mondok' sungguhan. Namun apa daya, dengan status saya saat ini rada susah untuk melarikan berbulan-bulan apalagi bertahun-tahun dari dunia nyata.
Dan Allah lah yang akhirnya menuntun saya ke Pondok Pesantren Ummul Quran An Nuur pimpinan Abi Hidayatullah yang terkenal sebagai macan Bogor. Anak didikannya adalah qori-qori hebat.
Santri Abi ada 80, dan hanya 20 orang yang bayar uang makan sebulan 350ribu. Padahal kedelapan puluh anak yang mondok, makan, minum dan tidur di sana. Darimana Abi dan istri punya uang untuk membiayai pesantren?
"Dari Allah..." ucap Abi pelan yang mantan santri-santrinya bahkan sudah punya pesantren masing-masing.
Abi masih mengajar di tempat lain. Dan bahkan kini Abi punya jadwal tetap memberikan taushiyah di Bank Syariah Mandiri Bogor, itulah sumber penghasilan utama.
Rencananya Rumah Quran Ar Rahman akan 'mondok' dari Kamis-Sabtu (5-7 Juli 2018) di pesantren ini. Makanya hari ini, saya dan ustadz Rumah Quran Ar Rahman survey lokasi.
Ini pondok sangat sederhana yang saban hari makan tahu tempe. Makanya ketika kami menawarkan untuk berbelanja dan memasak untuk seluruh santri selama kami 'mondok' mata Abi dan istri berbinar-binar. Rencananya kita mau masak yang sedikit enak dan bergizi walau tidak mewah.
"Sungguhan?" tanya umi. Saya mengangguk pasti
"Seluruh anak pondok juga?" umi masih bingung tak percaya.
"Iya..." Saya lagi.
"Alhamdulillah..." umi senang seperti ada sedikit beban yang berkurang.
Rencananya hari Kamis (5 Juli 2018) kami berangkat dari Rumah Quran Ar Rahman pagi selepas sarapan. Diperkirakan tiba sekitar dzuhur. Otomatis kami tak sempat masak.
Beruntung saya punya sepupu kesayangan yang juga sahabat saya dari dulu Cahyani Yuli Safitri Dia tahu persis tentang Rumah Quran Ar Rahman. Dia bahkan pernah membantu saya mempersiapkan jumat berkah untuk ratusan orang.
Setelah menjelaskan sedikit rencana kami, saya bilang, "mbak Kamis siang kami makan apa?"
Dan mbakku dan teman-teman kantornya malah menawarkan nasi liwet dan lauk-lauknya untuk 100-an orang. Alhamdulillah!
Kamis siang saya harus belanja untuk makan malam dan sarapan Jumat pagi. Masih belum tahu mau kemana dan mengajak siapa. Begitu juga Jumat pagi yang harus belanja untuk makan siang dan malam di hari Jumat plus makan pagi di hari Sabtu. Makanya saya bilang butuh teman di Bogor yang bisa membantu saya.
Setelah survey, saya pikir donasi yang paling tepat untuk pesantren ini adalah sembako, sabun mandi/shampo/odol/sikat gigi. Alas tidur, bantal, selimut.
Bagi yang mau ikut membantu pesantren ini, yuk japri! Atau kita ketemuan di pondok pesantren tanggal 5-7 Juli 2018.
Ini pesantren yatim dhuafa penghafal quran dan qori. Kebayangkan pahalanya menyantuni anak yatim, apalagi penghafal quran. Setiap ayat yang mereka hafalkan pahalanya akan mengalir ke kamu juga.
Pondok Pesantren Ummul Quran An Nuur
Jl. H. Abdullah Kp. Silih Asih RT 002/002 Desa parakan kec. ciomas kab. Bogor

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya