Baju untuk Shalat

Image
Sepekan setelah kembali dari kampung halaman. Kami memang sudah beraktifitas seperti sedia kala. Hanya saja, kenangan indah selama di kampung halaman masih belum bisa hilang dari ingatan. 
Masih segar dalam ingatan ketika sepupu saya, Aqil menjadi pemandu saya mengunjungi rumah-rumah yang masuk kategori fakir miskin di gunung. Mobil harus jalan menanjak di medan sempit yang diapit jurang dan tebing. Harus supir yang cukup mumpuni untuk bisa jalan di medan seperti itu. Saya yakin, mobil city car apalagi super car juga tak akan mampu menembus medan yang cukup curam itu.
Sore itu, selepas Ashar dengan sedikit tenaga yang tersisa jelang bedug Maghrib. Saya, Aqil dan supir berencana mengantar sembako. Aqil yang mendata keluarga mana saja yang darurat dibantu. 
Mobil pun tiba di pemberhentian terakhir, dan kami harus jalan kaki melanjutkan perjalanan dengan harus menggotong barang-barang. Tubuh kecil saya dan Aqil yang kebetulan lagi puasa agak terhoyong menahan berat, berjalan miring samb…

Flashback: Mission Impossible


Catatan harian bertanggal 4 Juli 2017:


Sehari menjelang piknik, anak-anak Rumah Quran Ar Rahman semakin 'blingsatan'. Mereka tak sabar agar hari segera berganti esok tanggal 5 Juli 2017.

Saya yang sudah dua minggu ini berlibur meninggalkan rumah pun jadi ikut sibuk membalasi pesan dan telpon anak-anak.
"Ibu kapan pulang?"
"Mami kok gak pulang-pulang?"
"Mam, piknik boleh pake baju ini gak?"
"Bu, kalo pake sendal boleh gak?"
"Bu pake jeans boleh gak?"
Dan ratusan pertanyaan lain yang membuat telepon saya tak berhenti berdering.

Sebenarnya rencana piknik ini sudah lama, hanya saja baru terlaksana sekarang. Awalnya sempat galau menentukan pilihan, apakah harus nginep dan memboyong emak-emak ataukah hanya anak-anak saja. Dan akhirnya saya memutuskan hanya mengajak 25 anak-anak yang selama Ramadhan kemarin sudah gigih menghafal untuk pergi outbound.

Aslinya hanya 21 anak yang lolos seleksi. Tapi akhirnya saya berikan hak pilih untuk 3 santri terbaik memilih temannya ikut. Dan anak ke-25 itu pilihan saya atas pertimbangan tertentu.

Selama saya liburan saya hanya memberikan instruksi tertulis seperti ini:

PENGUMUMAN!!!

Calon Agen Rahasia "Mission Impossible"
1. Bayu
2. Sakti
3. Siti
4. Shafiga
5. Chacha
6. Alika
7. Icha
8. Arba
9. Zidan
10. Dinda
11. Dina
12. Nayla
13. Nabil
14. Putra
15. Shiva
16. Cahyo
17. Najwa
18. Keenan
19. Aura
20. Laras
21. Umay
22. Fadli (rekomendasi dari Bayu)
23. Rangga (rekomendasi dari Sakti)
24. Dimas (rekomendasi dari Arba)
25. Keysha (rekomendasi ibu Risma)

Jaga kesehatan! Siapkan fisik dan mental untuk bertempur. Bagi yang ingin mundur mohon kabari paling lambat H-1 agar bisa segera cari pengganti. Karena, biaya per anak itu ratusan ribu rupiah jadi kalo ada yang mundur harus diganti orang lain.

Sebagai gambaran, kita akan berangkat jam 8 pagi Insya Allah. Sebelum berangkat wajib SARAPAN! 

Dress code:
1. perempuan: jilbab, kaos panjang+celana panjang, sepatu kets, topi
2. laki-laki: kaos pendek + celana panjang atau celana 3/4, sepatu kets, topi

dilarang keras pakai celana jeans ya! Jangan pakai baju putih! 

Setiap anak wajib membawa:
1. baju ganti 1 stel (perempuan termasuk jilbab ganti), handuk kecil, plastik kresek untuk taruh baju kotor.
2.sabun/shampo (boleh patungan)
3.slayer/sapu tangan/dasi pramuka
4.sebotol air putih.
5.snack secukupnya.
6.Kado seharga minimal Rp 15rb yang dibungkus kertas koran (untuk tukeran kado).

Sampai detik ini, kemana kami pergi masih rahasia. Hanya saya, Allah, admin di lokasi yang kita tuju, dan supir. Bahkan asisten saya pun tidak saya beritahu mau kemana.

Alhasil seharian ini saya mesti keliling ke rumah-rumah anak yang ikut piknik hanya untuk minta izin para orang tua. Dan memastikan mereka aman dan kenyang besok.

Jadi mau kemana anak-anak? Insya Allah kita mau kesini.

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset

5 Blogger Favorit Saya