Berburu Dokter Spesialis Anak

Image
Sebelumnya, saya hampir tidak punya dokter spesialis anak favorit untuk anak saya Sydney. Semua terjadi begitu saja dan saya sama sekali tidak sempat survey untuk memilih rekanan dokter spesialis untuk anak. 
Sydney lahir prematur dengan beragam riwayat kesehatan yang mengharuskan dia mendapatkan perawatan khusus di salah satu rumah sakit swasta ternama di Bintaro. Dan Qadarallah, Sydney ditangani oleh dokter spesialis anak-anak prematur yang akhirnya menjadi dokter Sydney sampai dia usia hampir dua tahun. 
Setelah itu Sydney lebih banyak ditangani oleh dokter-dokter di Hermina Ciputat. Dua kali dirawat inap untuk kasus yang hampir sama yaitu diare. Selebihnya hanya penyakit biasa, yang terngeri ya flu Hongkong, gejala demam ala flu tapi muncul bintik-bintik seperti cacar.
Hanya saja sejak pertengahan tahun lalu, Qadarallah Sydney tetiba batuk tak sembuh-sembuh. Batuknya sih tidak parah hanya seperti berdehem, tapi cukup mengganggu buat saya orang tuanya. Sebelumnya memang Sydney rad…

Flashback: Mission Impossible


Catatan harian bertanggal 4 Juli 2017:


Sehari menjelang piknik, anak-anak Rumah Quran Ar Rahman semakin 'blingsatan'. Mereka tak sabar agar hari segera berganti esok tanggal 5 Juli 2017.

Saya yang sudah dua minggu ini berlibur meninggalkan rumah pun jadi ikut sibuk membalasi pesan dan telpon anak-anak.
"Ibu kapan pulang?"
"Mami kok gak pulang-pulang?"
"Mam, piknik boleh pake baju ini gak?"
"Bu, kalo pake sendal boleh gak?"
"Bu pake jeans boleh gak?"
Dan ratusan pertanyaan lain yang membuat telepon saya tak berhenti berdering.

Sebenarnya rencana piknik ini sudah lama, hanya saja baru terlaksana sekarang. Awalnya sempat galau menentukan pilihan, apakah harus nginep dan memboyong emak-emak ataukah hanya anak-anak saja. Dan akhirnya saya memutuskan hanya mengajak 25 anak-anak yang selama Ramadhan kemarin sudah gigih menghafal untuk pergi outbound.

Aslinya hanya 21 anak yang lolos seleksi. Tapi akhirnya saya berikan hak pilih untuk 3 santri terbaik memilih temannya ikut. Dan anak ke-25 itu pilihan saya atas pertimbangan tertentu.

Selama saya liburan saya hanya memberikan instruksi tertulis seperti ini:

PENGUMUMAN!!!

Calon Agen Rahasia "Mission Impossible"
1. Bayu
2. Sakti
3. Siti
4. Shafiga
5. Chacha
6. Alika
7. Icha
8. Arba
9. Zidan
10. Dinda
11. Dina
12. Nayla
13. Nabil
14. Putra
15. Shiva
16. Cahyo
17. Najwa
18. Keenan
19. Aura
20. Laras
21. Umay
22. Fadli (rekomendasi dari Bayu)
23. Rangga (rekomendasi dari Sakti)
24. Dimas (rekomendasi dari Arba)
25. Keysha (rekomendasi ibu Risma)

Jaga kesehatan! Siapkan fisik dan mental untuk bertempur. Bagi yang ingin mundur mohon kabari paling lambat H-1 agar bisa segera cari pengganti. Karena, biaya per anak itu ratusan ribu rupiah jadi kalo ada yang mundur harus diganti orang lain.

Sebagai gambaran, kita akan berangkat jam 8 pagi Insya Allah. Sebelum berangkat wajib SARAPAN! 

Dress code:
1. perempuan: jilbab, kaos panjang+celana panjang, sepatu kets, topi
2. laki-laki: kaos pendek + celana panjang atau celana 3/4, sepatu kets, topi

dilarang keras pakai celana jeans ya! Jangan pakai baju putih! 

Setiap anak wajib membawa:
1. baju ganti 1 stel (perempuan termasuk jilbab ganti), handuk kecil, plastik kresek untuk taruh baju kotor.
2.sabun/shampo (boleh patungan)
3.slayer/sapu tangan/dasi pramuka
4.sebotol air putih.
5.snack secukupnya.
6.Kado seharga minimal Rp 15rb yang dibungkus kertas koran (untuk tukeran kado).

Sampai detik ini, kemana kami pergi masih rahasia. Hanya saya, Allah, admin di lokasi yang kita tuju, dan supir. Bahkan asisten saya pun tidak saya beritahu mau kemana.

Alhasil seharian ini saya mesti keliling ke rumah-rumah anak yang ikut piknik hanya untuk minta izin para orang tua. Dan memastikan mereka aman dan kenyang besok.

Jadi mau kemana anak-anak? Insya Allah kita mau kesini.

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset