Ketika Hijrah Menjadi Pilihan

Image
Bismillah!
Ceritanya hampir 2 minggu lalu, seorang kolega di sarang elang yang kini sudah berhijrah dan rajin mengirimi saya agenda kajian-kajian sunnah di seluruh penjuru Bintaro, BSD, dan sekitarnya mengirimi saya flyer tentang kajian hijrah yang digelar hasil kerja bareng MT Khoirotunnisa, nge-Fast, dan komunitas yukngaji!
Yang menarik dari kajian ini adalah kita semacam dibantu untuk kembali menemukan hakikat hidup yang sebenarnya sebelum berhijrah. Karena terkadang kita yang terlahir Islam menganggap sepele sebuah hakikat ke-Tauhid-an. Tahu adanya kewajiban shalat lima waktu dan ibadah lainnya, tapi tak pernah paham esensinya. Tahu kalau kita harus datang ke kajian, tapi kadang kita masih tebang pilih syariat, bahkan terkadang 'tidak berani' melangkah terlalu jauh. Tahu kalau tak ada sehelai daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Allah, tapi tetap menangis meraung-raung ketika ujian datang. 
Dan di kajian sebanyak 9 kali pertemuan ini mengulas tuntas esensi hijrah, tentang mafa…

Flashback: Medali Emas untuk Sang Jawara

Saya dan Sang Jawara

Catatan harian bertanggal 11 September 2017:


Saya masih ingat ketika lebih dari setahun lalu, bocah lelaki kelas lima SD ini pertama kami menyambangi rumah saya untuk belajar mengaji. Dengan cepat, bocah bernama Sakti ini mencuri hati saya.

Siapa yang tak jatuh hati dengan bocah lelaki yang belum genap 13 tahun itu.? Wajah ganteng, sopan, supel, pandai mengaji, pandai di bidang akademik, hafalannya pun oke.

Ketika awal Mei lalu saya mencetuskan ide tentang pementasan operet legenda Betawi "Si Mirah Singa Betina dari Marunda". Dia termasuk orang pertama yang paling antusias untuk ikut serta. Dia hampir tak pernah absen dari latihan silat perdana yang semula untuk kepentingan operet, proses casting, rekaman di studio, latihan yang melelahkan hingga dua kali pentas panggung.

Di tengah-tengah latihan silat Betawi untuk kepentingan operet yang menjemukan. Ketika yang lain banyak yang mundur, dia malah menunjukkan keseriusannya untuk berlatih profesional. Hingga akhirnya dia mesti ikut latihan silat tambahan dua kali seminggu selepas isya hingga tengah malam di padepokan.

Makanya tak heran kalau akting dia di "Si Mirah Singa Betina dari Marunda" benar-benar luar biasa. Dia menggunakan golok beneran saat berperan sebagai Tirta, gembong perampok yang ditakuti.

Kelar pementasan, Sakti malah makin mantap di silat Betawi. Kesungguhannya mencuri hati pemilik padepokan, Sakti yang anak baru didapuk untuk mewakili padepokan bertanding.

"Ibu, saya izin tidak mengaji dua minggu..." Begitu katanya dua minggu lalu. Dia bilang mau fokus latihan jelang pertandingan.

Saya sebetulnya sedikit sedih kalau harus kehilangan salah satu santri kesayangan saya, meski hanya dua minggu. "Ok..." jawab saya pendek.

Dan kebetulan dua bulan ini kami sedang 'menggenjot' hafalan dan materi untuk masuk kualifikasi piknik gratis Rumah Quran Ar Rahman di akhir tahun. Saya sudah bilang bahwa kali ini proses seleksi lebih ketat, saya harap semua rajin datang.

Saban hari saya lihat dia berlari memutari kampung entah berapa putaran. Selepas Isya dia berlatih di padepokan. Saya kehilangan dia, hanya beberapa kali kami sempat bercakap.

"Bu saya mau tanding besok. Doakan ya bu..." Saya pun mengaminkan.

"Kalau saya menang, saya boleh ikut piknik meski libur ngaji dua minggu ya bu...". Saya tersenyum.

"Kalau saya menang hadiahnya apa bu?" Saya tersenyum lagi. Saya malah menjanjikan satu hadiah sederhana untuk dia. Saya yakin dia menang makanya tidak berani menjanjikan hadiah yang mahal.

Dan hari ini. Bocah belasan tahun itu menorehkan prestasi di pertandingan silat profesional untuk pertama kali. Tidak tanggung-tanggung, sebuah medali emas berhasil diraihnya. Lebih dari cukup untuk menagih janji hadiah dari saya.

Masya Allah Tabarakallahu!

Terimakasih juga untuk guru-guru silat terutama Bang Cepi yang sudah memperkenalkan silat Betawi kepada keluarga besar Rumah Quran Ar Rahman.

Sssttt, Insya Allah akhir tahun kami mau pentas "The King of Abrahah" di kancah yang lebih besar loh.

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak