Berburu Dokter Spesialis Anak

Image
Sebelumnya, saya hampir tidak punya dokter spesialis anak favorit untuk anak saya Sydney. Semua terjadi begitu saja dan saya sama sekali tidak sempat survey untuk memilih rekanan dokter spesialis untuk anak. 
Sydney lahir prematur dengan beragam riwayat kesehatan yang mengharuskan dia mendapatkan perawatan khusus di salah satu rumah sakit swasta ternama di Bintaro. Dan Qadarallah, Sydney ditangani oleh dokter spesialis anak-anak prematur yang akhirnya menjadi dokter Sydney sampai dia usia hampir dua tahun. 
Setelah itu Sydney lebih banyak ditangani oleh dokter-dokter di Hermina Ciputat. Dua kali dirawat inap untuk kasus yang hampir sama yaitu diare. Selebihnya hanya penyakit biasa, yang terngeri ya flu Hongkong, gejala demam ala flu tapi muncul bintik-bintik seperti cacar.
Hanya saja sejak pertengahan tahun lalu, Qadarallah Sydney tetiba batuk tak sembuh-sembuh. Batuknya sih tidak parah hanya seperti berdehem, tapi cukup mengganggu buat saya orang tuanya. Sebelumnya memang Sydney rad…

Flashback: Kelas Sungguhan


Catatan harian bertanggal 19 Oktober 2017:

Sudah hampir dua minggu ini akhirnya kami punya meja dan bangku seperti di sekolah sungguhan. Lengkap dengan papan tulis besar.

Alhasil, para santri sore dan malam mulai emoh duduk melantai dengan meja-meja kecil di dalam. Tetapi yah tentu saja kami harus berbagi jadwal. Karena hanya dua "ruang kelas" untuk 5 jadwal dari Senin-Minggu.

Senin-Jumat pun materinya tak hanya belajar mengaji. Tetapi juga menggali ke-Islaman. Selain ada hafalan Quran mereka juga menghafal hadits. Sabtu-Minggu hanya kelas bahasa asing dan silat.


Jangan ditanya bagaimana semangat para santri. Hujan badai pun mereka tetap datang mesti harus kuyup. Padahal saya sudah bilang tunggu hujan reda atau kelas kita liburkan. Tapi anehnya ada juga yang tetap semangat empat lima datang. Masya Allah!

Di balik Rumah Quran Ar Rahman ada orang-orang yang luar biasa semangatnya untuk membuat proyek mimpi ini tetap berdiri tanpa harus menarik bayaran dari para santri. Ini semacam sedekah rombongan. Dan tanpa mereka saya hanyalah remah-remah rengginang di dalam kaleng bekas Khong Guan. Alhamdulillah!

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset