Lelaki Dayuts

Image
ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya (dayuts).” (HR. Ahmad 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain) Lalu siapakah lelaki Dayuts itu? Imam adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “Dayûts adalah orang yang membenarkan keburukan pada keluarganya, yaitu tetap menganggap baik pada keluarganya (padahal ada kemungkaran yang nyata -pen), kita berlindung kepada Allâh dari hal itu. [Al-Kabâ-ir, hlm. 137] Imam Ibnul Manzhûr berkata, “Dayûts adalah orang yang tidak cemburu kepada keluarganya”. [Lisânul ‘Arab, 4/456] Sedang Imam ‘Ali al-Qâri rahimahullah berkata, “Dayûts adalah orang yang membenarkan keburukan pada keluarganya, yaitu dengan mendiamkannya. Yang masuk dalam ketagoeri keluarganya yaitu istriny…

Flashback: Kelas Sungguhan


Catatan harian bertanggal 19 Oktober 2017:

Sudah hampir dua minggu ini akhirnya kami punya meja dan bangku seperti di sekolah sungguhan. Lengkap dengan papan tulis besar.

Alhasil, para santri sore dan malam mulai emoh duduk melantai dengan meja-meja kecil di dalam. Tetapi yah tentu saja kami harus berbagi jadwal. Karena hanya dua "ruang kelas" untuk 5 jadwal dari Senin-Minggu.

Senin-Jumat pun materinya tak hanya belajar mengaji. Tetapi juga menggali ke-Islaman. Selain ada hafalan Quran mereka juga menghafal hadits. Sabtu-Minggu hanya kelas bahasa asing dan silat.


Jangan ditanya bagaimana semangat para santri. Hujan badai pun mereka tetap datang mesti harus kuyup. Padahal saya sudah bilang tunggu hujan reda atau kelas kita liburkan. Tapi anehnya ada juga yang tetap semangat empat lima datang. Masya Allah!

Di balik Rumah Quran Ar Rahman ada orang-orang yang luar biasa semangatnya untuk membuat proyek mimpi ini tetap berdiri tanpa harus menarik bayaran dari para santri. Ini semacam sedekah rombongan. Dan tanpa mereka saya hanyalah remah-remah rengginang di dalam kaleng bekas Khong Guan. Alhamdulillah!

Comments

Popular posts from this blog

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019