Ketika Hijrah Menjadi Pilihan

Image
Bismillah!
Ceritanya hampir 2 minggu lalu, seorang kolega di sarang elang yang kini sudah berhijrah dan rajin mengirimi saya agenda kajian-kajian sunnah di seluruh penjuru Bintaro, BSD, dan sekitarnya mengirimi saya flyer tentang kajian hijrah yang digelar hasil kerja bareng MT Khoirotunnisa, nge-Fast, dan komunitas yukngaji!
Yang menarik dari kajian ini adalah kita semacam dibantu untuk kembali menemukan hakikat hidup yang sebenarnya sebelum berhijrah. Karena terkadang kita yang terlahir Islam menganggap sepele sebuah hakikat ke-Tauhid-an. Tahu adanya kewajiban shalat lima waktu dan ibadah lainnya, tapi tak pernah paham esensinya. Tahu kalau kita harus datang ke kajian, tapi kadang kita masih tebang pilih syariat, bahkan terkadang 'tidak berani' melangkah terlalu jauh. Tahu kalau tak ada sehelai daun yang jatuh tanpa sepengetahuan Allah, tapi tetap menangis meraung-raung ketika ujian datang. 
Dan di kajian sebanyak 9 kali pertemuan ini mengulas tuntas esensi hijrah, tentang mafa…

Flashback: Kelas Sungguhan


Catatan harian bertanggal 19 Oktober 2017:

Sudah hampir dua minggu ini akhirnya kami punya meja dan bangku seperti di sekolah sungguhan. Lengkap dengan papan tulis besar.

Alhasil, para santri sore dan malam mulai emoh duduk melantai dengan meja-meja kecil di dalam. Tetapi yah tentu saja kami harus berbagi jadwal. Karena hanya dua "ruang kelas" untuk 5 jadwal dari Senin-Minggu.

Senin-Jumat pun materinya tak hanya belajar mengaji. Tetapi juga menggali ke-Islaman. Selain ada hafalan Quran mereka juga menghafal hadits. Sabtu-Minggu hanya kelas bahasa asing dan silat.


Jangan ditanya bagaimana semangat para santri. Hujan badai pun mereka tetap datang mesti harus kuyup. Padahal saya sudah bilang tunggu hujan reda atau kelas kita liburkan. Tapi anehnya ada juga yang tetap semangat empat lima datang. Masya Allah!

Di balik Rumah Quran Ar Rahman ada orang-orang yang luar biasa semangatnya untuk membuat proyek mimpi ini tetap berdiri tanpa harus menarik bayaran dari para santri. Ini semacam sedekah rombongan. Dan tanpa mereka saya hanyalah remah-remah rengginang di dalam kaleng bekas Khong Guan. Alhamdulillah!

Comments

Popular posts from this blog

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak