Lelaki Dayuts

Image
ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ “Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya (dayuts).” (HR. Ahmad 2: 69. Hadits ini shahih dilihat dari jalur lain) Lalu siapakah lelaki Dayuts itu? Imam adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “Dayûts adalah orang yang membenarkan keburukan pada keluarganya, yaitu tetap menganggap baik pada keluarganya (padahal ada kemungkaran yang nyata -pen), kita berlindung kepada Allâh dari hal itu. [Al-Kabâ-ir, hlm. 137] Imam Ibnul Manzhûr berkata, “Dayûts adalah orang yang tidak cemburu kepada keluarganya”. [Lisânul ‘Arab, 4/456] Sedang Imam ‘Ali al-Qâri rahimahullah berkata, “Dayûts adalah orang yang membenarkan keburukan pada keluarganya, yaitu dengan mendiamkannya. Yang masuk dalam ketagoeri keluarganya yaitu istriny…

Flashback: Kalkun Shalihah

Catatan harian bertanggal 6 September 2018:

Sudah beberapa minggu ini, si ayam kalkun betina, rajin menyambangi Rumah Quran Ar Rahman saban sore. Ibu dari satu anak kalkun yang ditinggal mati oleh suaminya itu memang salah satu santri di kelas ibu-ibu. Mungkin karena ia merasa sebagai ibu-ibu makanya pilih kelas ibu-ibu.
Mundur ke belakang, sebenarnya setahun lalu, saya dan keluarga kalkun sempat musuhan. Si bapak kalkun yang posesif suka sekali mengejar saya dan anak-anak yang tak sengaja melewati daerah kekuasaannya dimana si ibu dan anak sedang bercengkerama. Maka pemandangan orang teriak sambil berlari dikejar kalkun setahun lalu, itu sudah biasa.
Dan kemudian jelang Ramadhan, si bapak kalkun sakit. Sebelum meninggal, si empunya buru-buru menyembelih. Kemudian dagingnya dimasak kecap untuk hidangan istimewa di Rumah Quran Ar Rahman. Tentu saja saya tak tega memakannya.
Akhirnya si ibu kalkun dan anaknya, tinggal hanya berdua saja. Sebenarnya sejak Ramadhan, si ibu kalkun dan anaknya sudah mulai ikut menyelinap di kerumunan peserta hafalan Quran. Namun, sering diusir karena membuat heboh kelas.
Nah baru beberapa minggu belakangan, si ibu kalkun mulai rajin datang di kelas mengaji. Dia bisa duduk tenang sepanjang murojaah. Dia malu-malu duduk mendekati kami.
Saat ibu-ibu menunggu giliran memgaji, dia ikut menyimak. Lucunya bila semua telah kelar, dia mendekati saya seakan ingin juga ikut mengaji di hadapan saya.
"Kamu mau ngaji juga, ayo sini!"
Si ibu kalkun ragu-ragu berjalan perlahan mendekat, tentu saja kami tertawa terpingkal-pingkal.
Sayang, sebelum kelas usai biasanya si empunya kalkun sudah mulai menangkap kalkunnya untuk ditaruh di kandang. Sempat ada adegan kejar-kejaran, ibu kalkun yang masih ingin mengaji dan empunya kalkun yang gemas karena kalkunnya belum masuk kandang.
Dan kemarin, si ibu kalkun sengaja datang sepuluh menit sebelum kelas dimulai.
"Belum mulai, tar ya 10 menit lagi...", Lisda anak engkong Ali berkata. Dan ibu kalkun pun duduk dengan khidmat.
Kemarin, dia bisa ikut mengaji agak lebih lama sebelum empunya kalkun menjemput.

Comments

Popular posts from this blog

Sirplus, Solusi Minum Obat Puyer untuk Anak

Hijab Syar'i Tak Perlu Tutorial

Resolusi Tahun 2019