Berburu Dokter Spesialis Anak

Image
Sebelumnya, saya hampir tidak punya dokter spesialis anak favorit untuk anak saya Sydney. Semua terjadi begitu saja dan saya sama sekali tidak sempat survey untuk memilih rekanan dokter spesialis untuk anak. 
Sydney lahir prematur dengan beragam riwayat kesehatan yang mengharuskan dia mendapatkan perawatan khusus di salah satu rumah sakit swasta ternama di Bintaro. Dan Qadarallah, Sydney ditangani oleh dokter spesialis anak-anak prematur yang akhirnya menjadi dokter Sydney sampai dia usia hampir dua tahun. 
Setelah itu Sydney lebih banyak ditangani oleh dokter-dokter di Hermina Ciputat. Dua kali dirawat inap untuk kasus yang hampir sama yaitu diare. Selebihnya hanya penyakit biasa, yang terngeri ya flu Hongkong, gejala demam ala flu tapi muncul bintik-bintik seperti cacar.
Hanya saja sejak pertengahan tahun lalu, Qadarallah Sydney tetiba batuk tak sembuh-sembuh. Batuknya sih tidak parah hanya seperti berdehem, tapi cukup mengganggu buat saya orang tuanya. Sebelumnya memang Sydney rad…

Flashback: Jumat Berkah Makan Enak


Catatan harian bertanggal 26 Februari 2017:


Gadis kecil bermata jeli itu mengunyah perlahan isi makanan yang hampir habis di piring ketiganya. Perutnya sepertinya sudah penuh tetapi dia memaksa diri mengunyah habis makanan yang mungkin tidak akan ditemuinya di rumah sampai kapanpun.

"Makanan apa ini bu?" Mata Cindy berkerjap-kerjap sambil sibuk mengunyah.

"Itu fettucine..." Jawab saya.

"fettu... Fettu apa?" Tanyanya sambil mendelik.

"fettucine... Tulisannya F E T T U C I N E..." Eja saya.

"Ohhh susah..." Cindy meringis geli.

"Mirip spaghetti ya bu..."

"Iya sama-sama pasta hanya saja ukurannya agak lebar... cindy suka?"

"Suka bu... Saya pernah makan spaghetti yang dijual di abang-abang pasar malam. Hanya mie spaghetti dengan sedikit saus dan sedikit keju.... Ini beda.... Ngeju banget... Sausnya enak, dagingnya banyak....", cindy bersemangat sambil sesekali menjilati piringnya.

"Kalo di rumah biasanya mamah masak apa?" Tanya saya.

"Jarang masak... Mamah kan pembantu di komplek sebelah, kalau majikan mamah masak, mamah biasanya bawa pulang sebagian. Tapi tidak banyak. Aku sering di rumah makan nasi dengan garam sambil menunggu mamah pulang..."

Saya terenyuh mendengarnya. Itu yang membuat saya rutin memasak untuk anak-anak terutama di hari Jumat. Biar paling tidak Cindy dan teman-temannya yang jarang makan enak bisa sesekali "berpesta" di hari Jumat berkah. 

Makanan apa saja biasanya ludes. Namun makanan ala Barat yang biasanya yang paling dinanti. Katanya kapan lagi bisa makan yang aneh-aneh kayak di TV.

"Lain kali ibu bikinkan lagi ya?"

"Asyik..." cindy dan beberapa temannya ikut riang.

"Atau lain kali kita jalan-jalan ke mall untuk makan." 

"Serius bu?!?" Tanya Cindy dan beberapa anak tak percaya.

"Iya Insya Allah... Kalau ibu ada rezeki kita makan es krim di sana..." 

"Horeee...."

"Makan pizza juga bu?" Tanya salah satu dari mereka.

"Boleh Insya Allah ya nak..."

"Ih aku belum pernah ke Bintaro Exchange", sahut salah seorang anak.

Padahal Bintaro exchange jaraknya dekat sekali dari rumah saya. Tapi mereka belum pernah.

"Kamu belum pernah?" Saya heran.

"Iya...kata ibu sama bapak saya. Di sana mall-nya orang kaya. Semuanya mahal-mahal. Gak mampu. Kalau liat aja takut diusir nanti. Kelas kita mah di Ramayana aja", jawabnya polos. Ya Allah nak!

Satu dua anak yang sudah sering ke mall dan makan enak menyahut. "Yahhh aku mah sering... Enak tahu di sana".

"Sayang, tidak semua orang bernasib seberuntung kita pernah ke mall dan makan pizza. Bersyukur ya nak...."



Comments

Popular posts from this blog

Resolusi Tahun 2019

5 Blogger Favorit Saya

Liburan 'Backpacker' Kaum Jetset